
Alex mengejar Naura yang berjalan menuju tempat duduknya untuk menjelaskan semua.
Alex :"Nau. Tolong dengarkan penjelasan aku dulu".
Naura :"Untuk apa aku mendengarkan penjelasan mu ? Kamu selalu menjelek jelekkan teman ku. Padahal kamu sendiri yang busuk. Kamu sendiri yang memiliki maksud tertentu untuk mendekati ku".
Alex :"Tidak Nau. Kau betul betul salah paham. Aku mendekati mu kar. . . . .".
Belum juga ia menyelesaikan pembicaraannya. Lola dan Cecil pun sudah datang. Ia melihat Alex mendekati Naura. Cecil pun langsung bertindak.
Cecil :"Woi. Kamu tuh tidak tau ya bahasa sederhana ? Aku kan sudah bilang kamu jangan pernah mendekati Naura".
Alex tidak menanggapi perkataan Cecil. Ia hanya berlalu berjalan menuju kursinya.
Cecil :"Nau, kamu tidak apa apakan ? Kamu tidak di apa apain sama dia kan ?".
Naura :"Tidak kok. Aku tidak di apa apain. Kalian kamu kenapa sih selalu khawatir banget kalau aku dekat dengan Alex ?".
Cecil :"Hah. Bukan apa apa sih aku cuma tidak suka saja kalau dia mendekati mu".
Lola :"Pokoknya kamu harus jaga diri ya Nau".
Naura :"Kalian kenapa sih, selalu saja berbicara hal yang tidak aku mengerti ?".
Cecil dan Lola :"Maafkan kami Nau".
__ADS_1
Lola :"Kami hanya tidak ingin kamu kenapa napa".
Naura :"Memangnya aku akan kenapa kalau dekat dengan Alex". Mencoba memancing teman temannya, karena ia merasa kalau temannya menyembunyikan sesuatu
Cecil :"Ya bukan apa apa sih Nau, hanya saja. . . ".
Lola :"Sudahlah Cil. Itu hak Naura juga untuk dekat dengan orang lain".
Cecil hanya diam menanggapi perkataan Lola. Sedangkan Naura masih kesal dengan Alex. Karena ia merasa Alex mendekatinya hanya untuk memanfaatkannya yaitu menghisap darahnya.
Semua siswa pun sudah datang dan mereka mulai memasuki pelajaran pertama. Mereka tidak seperti biasanya, semua diam dan sibuk memperhatikan yang guru jelaskan.
Lola tetap bertanya jika ada hal yang ia tidak mengerti saat guru menjelaskan, sedangkan Cecil hanya duduk diam sambil mencoret coret buku di depannya.
Mereka menghabiskan waktu pelajaran pertama dengan suasana yang sangat canggung sampai masuk di pelajaran kedua.
Alex hanya duduk di kursinya sambil bersandar dan memerhatikan Naura dari tempatnya.
Naura mengeluarkan bekal yang ia bawa, dan menaruhnya di atas meja. Ia melihat temannya masih saja duduk di kursi mereka masing-masing.
Naura :"Lol, Cil. Mau makan tidak ? Aku bawa bekal banyak loh. Ini ibu yang sediain".
Lola :"Wah. Mau dong Nau, aku sudah lapar banget". 🤤😁
Lola berjalan menuju meja Naura sedangkan Cecil masih saja duduk di tempatnya tanpa memberikan respon apapun. Melihat itu Naura mendatangi Cecil.
__ADS_1
Naura :"Cil, maafkan aku ya. Aku tadi tidak bermaksud untuk kasar pada mu".
Cecil :"Justru aku yang ingin minta maaf pada mu Nau. Tapi aku takut kalau kau masih marah pada ku, aku malu pada diri ku sendiri karena terus melarang mu untuk berteman dengan orang lain. Aku hanya takut kalau orang menyakiti mu".
Naura :"Uuhh Cecil ku yang manis". Langsung memeluk Cecil
Cecil :"Maafkan aku Nau".
Naura :"Kamu tidak usah takut Cil aku ini kuat, tidak akan ada orang yang bisa menyakiti ku. Jadi kamu tidak perlu khawatir oke ? Dan lagi aku tidak marah pada mu. Tadi pikiran ku hanya sedikit kacau saja. Sudah. Ayo kita makan".
Cecil melihat ke arah Naura lalu tersenyum gembira dengan sedikit air mata di pipinya.
Cecil :"Ayo. Aku sudah rindu dengan masakan ibu mu".
Naura mengahapus air mata di pipi Cecil lalu berjalan bersama ke tempat duduk Naura.
Lola :"Ehm. Sudah baikan nih ?". Tanyanya usil
Cecil :"Au' ah". Menjawab dengan sedikit mencibirkan bibirnya
Naura :"Lol jangan godain Cecil lagi ah. Nanti dia tambah ngambek loh. Kalau dia ngambek rasanya hambar banget, kan cuma dia yang sangat cerewet di antara kita".
Lola :"Ha ha ha. Benar tuh Nau. Ya sudah ayo makan. Aku sudah tidak bisa menahan godaan makanan ini".
Mereka bertiga pun memakan bekal yang di bawa oleh Naura. Sedangkan Alex masih terus memperhatikan Naura dari tempat duduknya.
__ADS_1
tbc