
Lola :"He he. Iya tante, kami sering membeli barang yang sama supaya Couple gitu. Ya walau pun kami bukan sepasang kekasih. Tapi kami kan sepasang sahabat. Jadi kami selalu membeli barang yang sama".
Steffi :"Oh begitu. Antingnya cantik loh tante suka".
Naura :"Kalau gitu Naura juga mau ah beli anting seperti kalian. Supaya kita bertiga memiliki anting yang sama. Kita kan sudah berteman".
Cecil :"Aduh. Gimana ya Nau. Anting ini sudah tidak di jual lagi. Ini anting yang Limited edition. Dan sudah lama anting ini di produksi jadi sudah tidak ada temannya lagi".
Naura :"Ya. Gimana dong aku juga mau😟. Anting kalian cantik".
Lola :"Gimana kalo kita beli anting yang lain saja nanti ? Mau tidak ?".
Naura :"Okelah. Janji ya ?".
Lola :"Iya Nau ku".
Steffi :"Ayo cepat kita selesaikan masakan ini. Sudah hampir sore".
Lola, Naura dan Cecil :"Siap bu".
"Aku tau mereka sedang menyembunyikan sesuatu. Melihat bagaimana reaksi mereka berdua tadi saat aku menanyakan tentang anting itu. Aku harus membicarakan hal ini dengan ayah Naura."
Mereka pun telah selesai memasak lalu Naura memanggil ayahnya untuk makan. Di meja makan sebelum makan, Lola dan Cecil memperkenalkan diri mereka ke ayah Naura.
__ADS_1
Lalu mereka menyantap makanan hasil masakan mereka. Saat mereka sedang asik makan. Ayah Naura memperhatikan teman teman Naura dengan perasaan senang.
Karena setelah sekian lama akhirnya Naura memiliki teman dan ia mengajaknya ke rumah. Dan saat melihat mereka ayah Naura menyadari yang tadi di lihat oleh ibu Naura juga.
Ayah Naura menatap ibu Naura dan memberikan kode. Seakan mempertanyakan anting yang di kenakan oleh Cecil dan juga Lola.
Ibu Naura hanya memberi kode kalau ia akan membicarakannya di dalam kamar nanti.
Setelah makan mereka membereskan meja dan juga mencuci piring. Mereka menyuruh ibu Naura istirahat dan mereka yang membereskan semuanya.
Cecil :"Wah. Nikmat sekali masakan ibu Naura. Rasanya aku masih pengen lagi 🤤".
Lola :"Iya nih rasanya mantap banget".
Naura :"Itu jugakan masakan kalian".
Naura :"Tenang setiap hari kalian akan terus merasakan masakan ibu ku. Aku akan selalu membawa bekal yang banyak untuk kita makan bertiga" .
Lalu mereka melanjutkan mencuci piring. Dan membereskan dapur. Sedangkan di sisi lain rumah itu ayah dan ibu Naura sedang membicaran tentang anting yang di pakai oleh Naura.
Mereka tidak pernah mempermasalahkan anaknya berteman dengan siapa. Yang penting anaknya selamat dan ia merasa bahagia.
Hanya saja yang jadi masalah, apa tidak akan menjadi masalah, sebuah klan yang bertolak belakang berteman dengan orang yang sama. Apa mereka tidak akan memiliki selisih paham.
__ADS_1
Ayah Naura pun memutuskan agar ibu Naura berbicara dengan Lola dan Cecil. Agar semua dugaannya menjadi lebih jelas lagi. Karena mereka sangat yakin dengan apa yang mereka lihat.
Mereka sangat yakin kalau anting yang di kenakan Lola dan Cecil adalah salah satu tanda kalau mereka dari bangsawan klan itu.
***
Steffi :"Sayang ayo turun saatnya makan malam". Teriaknya dari lantai bawah
Naura :"Iya bu".
Naura dan teman temannya turun ke bawah untuk makan malam. Makan malam mereka tenang tanpa ada yang berbicara. Karena itu sudah menjadi kebiasaan di rumah ini.
Saat makan semua pembicaraan di hentikan. Mereka akan berbicara seperlunya dan bahkan hanya seputar makanan dan tidak lebih. Naura sudah memberitahu temannya kalau saat makan mereka tidak boleh berbicara yang lain. Karena sudah menjadi adab di rumah ini.
Saat mereka selesai makan. Naura, Cecil dan Lola lah yang membereskan semuanya. Sedangkan ayah dan ibu Naura sudah berada di ruang keluarga untuk bersantai.
Naura :"Yah. Naura naik ya ke kamar bareng teman teman Naura".
Jon :"Iya sayang kamu bersenang senang lah bersama teman mu. Tapi ingat jangan terlalu berisik.".
Naura :"Siap bos".
Cecil dan Lola :"Kalau begitu kami naik dulu om, tante. Selamat malam".
__ADS_1
Jon dan Steffi :"Malam nak".
tbc