
Cecil :"Nau, sabtu besok kami ke rumah mu jam berapa ?".
Naura :"Terserah kalian sajalah".
Lola :"Kalau gitu besok kami datang siang saja yah ?".
Cecil :"Jangan siang nanti Naura tidur".
Naura :"Tidak kok, aku jarang lagi tidur siang. Kalian datang saja besok siang saja".
Lola :"Okidoki 👌".
Naura :"Kalian emang selalu bersama ya ? Dari hari kedua aku masuk sekolah, aku selalu melihat kalian datang bersamaan".
Cecil :"Iya dong. Aku dan Lola sudah kenal sejak kami kecil. Kami SD, SMP bahkan sampai sekarang selalu bersama".
Lola :"Betul. Rasanya risih banget kalau Cecil tidak ada. Seperti separuh jiwa ku hilang".
Cecil :"Ih apa sih Lol".
Naura :"Wah enak ya jadi kalian. Berteman dari kecil dan masih bertahan sampai sekarang. Aku bahkan baru merasakan pertemanan saat bersama kalian. Sepertinya aku sangat beruntung bisa berteman dengan kalian".
Cecil dan Lola :"Justru kami yang beruntung bisa berteman dengan mu". Memeluk Naura
Cecil :"Pokoknya besok tunggu kami rumah mu okay ?".
Naura :"Memangnya kalian tau rumah aku ?".
Lola :"Oh iya kita kan belum pernah ke rumah Naura sebelumnya. Oke. Gimana kalau ntar pulang sekolah kami antar kamu saja Nau ? Biar besok kamu tidak usah susah susah keluar rumah buat jemput kami ke rumah mu".
Cecil :"Good idea Lol. Lola ku ini memang kadang sangat pintar". Mencubit pipi Lola
Lola :"Emangnya aku bodoh ya Cil ?".
__ADS_1
Cecil :"Sedikit sih".🤣
Cecil dan Naura menertawakan Lola yang merasa bete karena di ejek Cecil.
Cecil :"Gimana Nau ? Kamu mau kan pulang bareng kami ?".
Naura :"Mau dong".
Lola :"Oke fix kita pulang bareng. Yeeeeeey". Seru Lola yang sangat senang
👧🏻 :"Lola sama Cecil di panggil kepala sekolah tuh".
Cecil dan Lola :"Apa lagi sih. Orang lagi asik juga sama Naura".
Naura :"Kamu kenapa di panggil sama kepala sekolah ? Kamu buat salah ya ?".
Cecil :"Ya nggaklah. Mana mungkin kami membuat salah. Tunggu kami di sini ya".
Naura :"Oke".
Alex melihat Naura sudah sendiri lagi. Ia hendak mendekati Naura yang sedang duduk sendiri di kelas. Ketika ia hendak menyapa Naura.
Tapi Naura lebih duluan memanggil Alex. Lalu ia mendekat menghampiri Alex.
Naura :"Alex, aku minta maaf ya. Soalnya kemarin aku langsung pergi begitu saja".
Alex :"Tidak apa apa kok. Aku juga mau minta maaf, soalnya aku menjelek jelekkan teman mu".
Naura :"Oke aku memaafkan mu".
Naura memikirkan topik apa lagi yang harus dia bahas bersama Alex. Apa dia harus bertanya soal apa yang ia lihat di hutan tempo hari. Tapi ia takut kalau Alex merasa tersinggung dan yang dia lihat itu malah bukan Alex.
Alex :"Nau. Mmmmm. . . . . Kamu juga mau tidak jadi teman aku?".
__ADS_1
Naura sangat sangat terkejut dengan apa yang baru saja keluar dari mulut Alex. Ia tak menyangka Alex akan mengatakan hal itu.
Naura :"Aku tidak salah dengar kan Alex ?".
Alex :"Aneh ya Nau kalau aku ingin menjadi teman mu?".
Naura :"Oh tidak. Aku hanya terkejut saja. Aku tidak mengira kamu akan menanyakan hal itu".
Alex :"Jadi gimana apa kamu mau jadi teman ku ?"
Naura :"Tentu saja aku mau. Kamu, Cecil dan juga Lola adalah teman ku".
Alex :"Aku tidak mau di sandingkan dengan mereka".
Naura :"Kamu kenapa sih dengan Cecil dan Lola ? Apa kalian pernah berselisih paham ?".
Alex :"Tidak. Hanya saja aku dan mereka tidak akan pernah dapat di sandingkan".
Naura :"Terserah diri mu sajalah Alex. Aku pusing mendengar mu mengatakan hal itu terus".
Alex :"Maaf ya Nau".
Naura :"Iya iya".
Ketika Naura sedang asik bercerita dengan Alex. Lola dan Cecil melihat itu semua dan sangat terlihat jelas amarah di mata Cecil. Ia pun dengan segera masuk ke dalam kelas dan menggebrakkan meja yang berada dekat dari pintu masuk.
Braaaaaaak
Cecil :"Ngapain kau mendekati teman ku ? Kau ingin menyantapnya ? Hah ? Dasar tidak tahu malu".
Alex :"Jaga mulu mu itu. Kau bahkan tidak layak untuk bersanding dengannya".
Cecil :"Memangnya kau pikir kau layak untuk mendekatinya ?".
__ADS_1
tbc