Pacar Vampir Ku

Pacar Vampir Ku
Bab 70


__ADS_3

Sandra :"Ayah..........".


Paman Alex terkejut, berhenti mendekati Lola dan ia pun berbalik ke arah pintu masuk rumah tua itu.


Sandra :"Ayah.......". Mata Sandra terlihat berkaca kaca


Paman Alex :"Sa. . . Sandra. . . Ap. . .apa yang kau lakukan di sini ?".


Lola, Cecil dan Naura terkejut saat mendengar Sandra memanggil orang itu dengan sebutan ayah. Bahkan Lola lebih terkejut lagi. Mengapa semua temannya berada di sini. Padahal tadi dia sangat yakin kalau tak ada seorang pun yang mengikutinya.


Sandra :"Seharusnya aku yang bertanya pada ayah. Apa yang ayah lakukan di sini. Kemana ayah selama ini ? Kenapa ayah tidak memberitahu Sandra kalau ayah masih hidup ? Kenapa ayah tidak pernah kembali ke rumah ?".


Paman Alex :"A. . . Ayah tidak ingat. . .aaaaaaaagggghhh".


Paman Alex terlihat kesakitan, ia memegang kepalanya yang terasa sakit. Ia juga bahkan tidak tahu mengapa ia bisa begini. Yang ia tahu hanyalah, ia harus mencari anak dari wanita murni itu.


Alex :"Ternyata dugaan ku benar".


Sandra :"Apa maksud mu Alex ?".


Alex :"Ayah mu dalam pengaruh sihir yang kuat".


Sandra :"Bagaimana kau bisa mengetahuinya ?".


Alex :"Saat aku bertemu dengan paman di rumah Naura, aku melihat ada yang berbeda pada dirinya. Mengapa ia memanggil ku dengan sebutan Alex. Itu bukanlah cara paman memanggil ku. Dari situlah aku tahu kalau paman pasti sedang terpengaruh oleh sihir".


Sandra :"Jadi kau pernah bertemu dengan ayah ku ? Tapi kau tidak mengatakannya ?".


Naura :"Sepertinya ini bukan saat yang tepat kalian membicarakan hal itu. Yang harus kita lakukan adalah menghilangkan sihir yang kuat itu dari ayah Sandra".

__ADS_1


Sandra :"Bagaimana cara kita untuk menghilangkan sihir itu ? Apa aku mencobanya saja ?".


Alex :"Kekuatan sihir ini sangat kuat San. Aku rasa kau tidak bisa menghilangkannya sekaligus".


Sandra :"Lalu bagaimana cara ku menghilangkan sihir itu ?".


Alex dan Naura saling bertatapan dan sambil melemparkan senyum.


Lola, Cecil dan Sandra heran melihat keduanya hanya saling bertatapan. Lalu Alex pun memberikan kode ke Naura.


Naura berjalan mendekati ayah Sandra. Sandra, Lola dan Cecil kaget melihat Naura yang mencoba mendekati ayah Sandra.


Lola :"Apa yang kau lakukan Nau ?".


Alex :"Kalian tidak perlu banyak tanya. Bantu aku memegangi paman". Melesat demgany cepat kesamping pamannya


Cecil :"Apa kau mau Naura terluka ?".


Alex :"Kalian tunggu dan lihat apa yang akan terjadi".


Naura mendekati paman Alex dan menyuruh Alex menggigit ujung jari telunjuknya.


Lola :"Hei apa yang kau lakukan Alex ?".


Alex tidak memperdulikan apa yang Lola katakan ia hanya fokus akan apa yang akan Naura kerjakan.


Alex :"Sandra cepat buka mulut paman".


Paman Alex terlihat mulai memberontak saat sadar dari pingsannya, dan ia melihat kalau ia sedang di pegangi oleh anak anak itu.

__ADS_1


Paman Alex :"Lepaskan. Apa yang ingin kalian lakukan ?".


Alex :"Cepat Sandra, buka mulut paman".


Sandra pun membuka mulut ayahnya. Dan dengan cepat Naura meneteskan darah dari ujung jarinya itu ke dalam mulut ayah Sandra.


Saat melihat Naura meneteskan darah ke dalam mulut ayahnya. Sandra seakan tersadar akan sesuatu dan saat itu pun ia mulai terlihat sedikit tenang dan tidak menunjukkan wajah yang khawatir lagi akan ayahnya.


Sedangkan Lola dan Cecil masih belum paham dengan apa yang di lakukan oleh Naura dan juga Alex. Semua itu terlihat dengan jelas di wajah mereka berdua.


Saat Naura telah selesai meneteskan darah ke dalam mulut ayah Sandra. Ayah Sandra kembali pingsan dan di tahan oleh Alex. Agar ia tidak berbaring di lantai yang sangat kotor.


Lalu Lola pun mencari lelaki yang tadi membawanya itu, lelaki itu tergeletak di atas lantai karena hampir kehabisan nafas saat di cekik oleh ayah Sandra.


Lola :"Hei, kamu tidak apa apa ?".


"Iya aku tidak apa apa".


Lola :"Siapa nama mu ?".


Lelaki itu terlihat heran saat Lola menanyakan namanya.


Lola :"Aku harua tahu kan siapa nama mu agar aku bisa memanggil mu dengan nama mu".


"Aku Gilang Erlangga. Panggil saja aku Gilang".


Lola :"Baiklah Gilang. Aku Lola".


tbc.

__ADS_1


__ADS_2