
Saat mereka bertiga sedang asik memasak makan siang di dapur. Tiba tiba telepon Naura berdering, dan yang menelepon adalah ibunya.
Naura :"Iya bu ?".
Steffi :"Apa kau tidak ingin menjemput ibu di bandara sayang ? Sudah dari tadi ibu sampai tapi tidak ada taxi satu pun".
Naura :"Apa ? Ibu ada di bandara ? Kok tidak bilang sama Naura sih. Tunggu Naura di situ ya bu".
Steffi :"Iya sayang". Menutup telepon
Cecil :"Ibu ada di sini Nau ?".
Naura :"Iya Cil".
Lola :"Kalau begitu ayo kita ke bandara jemput ibu mu".
Cecil :"Baju kita begini saja ? Apa tidak perlu di ganti ?".
Naura :"Kalau aku sih tidak akan menggantinya biar ibu tidak menunggu lama".
Lola :"Aku juga".
Cecil :"Ya sudah ayo kita berangkat".
Merekapun menuju bandara menggunakan mobil Lola yang di kendarai oleh supir Lola.
Naura :"Ibu di mana sih ?".
Saat Naura mencari ibunya, kedua temannya telah melihat ibu Naura, dan ketika mereka ingin memberitahu Naura, ibu Naura memberikan kode kalau jangan beritahu Naura.
__ADS_1
Ibu Naura perlahan lahan berjalan menuju Naura tanpa terlihat oleh Naura. Dan saat ia mulai dekat dan semakin dekat, ia berdiri tepat di belakang Naura.
Karena Naura tak kunjung membalikkan badan Lola pun mengambil inisiatif untuk memanggil Naura agar ia berbalik. Daaaaaaan Naura kaget melihat ibunya berada tepat di belakangnya. Ia langsung memeluk ibunya sambil menangis.
Naura sangat merindukan ibunya itu, walau pun sekarang ia tahu kalau ibunya yang sekarang bukanlah ibu kandungnya, tapi ia tetap menyayanginya.
Tanpa berbincang-bincang mereka dengan segera menuju mobil Lola yang telah berada tepat di depan mereka. Saat berada di dalam mobil barulah mereka berbincang-bincang.
Naura :"Kok ibu datangnya sendiri ? Ayah mana ?".
Steffi :"Ayah lagi kerja sayang. Kami tidak bisa pergi bersama karena pekerjaan akan terabaikan bila kami pulang bersama. Kami lama memperdebatkan siapa yang harus pulang. Karena ayah mu juga terkihat sangat merindukan mu sayang. Apalagi kemarinkan ulang tahun kamu".
Naura :"Padahal aku juga sangat rindu dengan ayah. Jadi kemarin waktu aku menelepon ibu, ibu sedang di mana ?".
Steffi :"Waktu kamu menelepon ibu, ibu sedang transit sayang".
Steffi :"Lumayan sayang".
Lola :"Tenang ibu, ada aku yang pintar dalam memijat badan".
Cecil :"Sejaka kapan kamu ?"
Lola :"Hei ssstttt. Kamu memang tidak tahu karena aku takut kalian menertawakan aku".
Cecil :"Ngapain juga ketawa kan bagus ada yang bisa pijitin kalau badan sakit semua".
Steffi :"Sudah sudah. Kalian jangan bertengkar".
Naura :"Ibu tidak usah memerhatikan mereka. Mereka memang seperti itu. Tapi mereka tetap saling menyayangi".
__ADS_1
Steffi :"Bagus dong kalau begitu".
Saat mereka sedang asik bercerita di atas mobil Naura pun mengirimkan Alex sebuah pesan kalau ibunya telah pulang.
Saat Alex menerima pesan dari Naura, Alex terlihat kaget. Tidak biasanya Steffi pulang tanpa meminta izin pada Alex. Ada apa dengan ibu Naura sehingga ia pulang tanpa meminta izin.
Dengan cepat Alex mengendarai motornya untuk segera ke rumah Naura. Dan dengan saat yang bersamaan mobil Lola dan juga Alex sampai di rumah Naura.
Cecil :"Ngapain kau ke sini ?".
Alex :"Memangnya tidak boleh ? Ibu mertua ku kan sudah pulang, memangnya aku tidak bisa menyambutnya juga ?"
Cecil :"Ih dasar".
Saat melihat Alex, Steffi hanya tersenyum malu karena kedapatan oleh bosnya tersebut kalau ia pulang tanpa meminta izin pada bosnya. Mereka semua pun masuk ke dalam rumah dan Alex yang mengangkat koper ibu Naura.
Steffi :"Aduh maaf ya Pak saya tidak meminta izin karena saya ingin memberikan Naura kejutan dan juga ingin menceritakan hal yang seharusnya kami ceritakan. Tapi tenang tidak ada orang yang tahu kalau saya pulang. Yang tahu hanyalah suami saya".
Alex :"Oh ya sudah kalau begitu, kau mengagetkan ku saja. Karena kau tidak seperti biasanya".
Naura :"Ayo kita makan dulu. Tadi aku sempat memasak tapi karena ibu menelepon kalau dia ada di bandara jadi aku tidak sempat makan. Ini makannya sudah di panasi lagi".
Alex :"Wah kamu ngerti saja, aku juga sedang lapar."
Steffi :"Ibu juga lapar banget ini. Kelihatannya anak ibu tambah pandai memasak".
Mereka semua pun duduk di meja makan dan tak sabar menyantap makanan buatan Naura. Bercerita ria di meja makan. Mereka semua terlihat bahagia layaknya sebuah keluarga.
tbc.
__ADS_1