
Naura :"Kok kita ke kantin ?".
Alex :"Kamu kan belum makan".
Naura :"Barusan cemilan yang kamu belikan aku makan loh".
Alex :"Tapi kamu belum makan Nasi. Tunggu aku di sini".
Naura menunggu Alex di meja makan kantin. Saat ia sedang menunggu Alex, Cecil dan Juga Lola datang.
Lola :"Ternyata kamu ke sini. Tidak ajak ajak kita lagi".
Naura :"Aku bahkan tidak tau kalau dia akan membawa ku ke sini".
Cecil :"Terus dia kemana ? Ninggalin kamu sendiri?".
Naura :"Itu dia sana". Menunjuk ke arah Alex yang tengah memegang dua piring makanan
Lola :"Uuuuhhhh. Irinya, sweet banget sih".
Alex :"Ngapain kalian ke sini ?".
Cecil :"Mau makanlah".
Alex :"Ya sudah sana sana, jangan ganggu kami".
Naura :"Kalian pesan makanan aja dulu terus duduk sama aku ya".
__ADS_1
Alex :"Nau".
Naura :"Dia teman aku Alex".
Alex :"Baiklah".
Setelah Cecil dan Lola memesan makanan, mereka pun makan bersama di meja yang sama, walau wajah Alex terlihat bete, tapi ketika Naura memandanginya, ia langsung tersenyum bahagia, lalu kembali merubah ekspresi nya ketika ia melihat ke arah dua manusia serigala itu.
***
Naura :"Lelahnya. Malam ini makan apa ya ? Biasanya tinggal makan saja, karena ada ibu yang masakin. Sekarang harus masak sendiri. Ayah ibu kapan kalian pulang".
Naura merasa lelah dengan kegiatannya hari ini, sampai saat ia memikirkan ingin makan apa saat malam, ia langsung tertidur.
Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 Naura terbangun karena kaget ada sesuatu yang jatuh di lantai bawah sana.
Yang ia pikirkan hanyalah ia harus menelpon temannya. Saat ia sudah menelpon Cecil dan juga Lola, ia juga menelepon Alex untuk berjaga karena jangan sampai mereka tidak bisa mengatasinya.
Naura turun membawa pemukul baseball di tangannya. Dan ia berjalan perlahan dan pelan, agar ia tidak ketahuan kalau betul yang di bawah itu adalah penjahat.
Saat ia turun, ia melihat pintu kamar orang tuanya terbuka. Naura mencoba mengintip ke dalam yang ia lihat ada seseorang tengah memakai jubah hitam dan lagi, ia tengah menghambur dokumen dokumen orang tuanya.
Entah mengapa Naura merasakan takut yang luar biasa. Saat Naura sedang mengintip, orang itu tiba tiba berbalik kebelakang. Tapi ia tidak melihat siapa pun.
Naura langsung bersembunyi saat orang itu membalikkan badan.
Karena orang itu merasa ia tadi tengah di awasi, ia meninggalkan apa yang tadi ia kerjakan dan keluar dari kamar orang tua Naura.
__ADS_1
Sedangkan Naura sedang ketakutan dan ia bersembunyi di kamar mandi yang berada di dapur.
Naura terus menelpon Alex dan temannya. Karena ia sudah merasa sangat ketakutan. Ada aura yang sangat menyeramkan pada orang itu. Yang Naura saja tidak bisa menjelaskannya karena saking takutnya dirinya
Saat Naura sedang bersembunyi di kamar mandi, gagang pintu kamar mandi itu bergerak seakan ada seseorang yang sedang barusaha untuk membukanya.
Jantung Naura berdetak dengan cepat karena takut. Ia sudah mengambil ancang-ancang untuk memukul jika saja orang itu berhasil membuka pintu kamar mandi.
Gagang pintu itu semakin bergerak dengan cepat, sampai akhirnya ia berhenti. Tak lama setelah gagang pintu itu berhenti bergerak. Seseorang langsung menendang pintu itu sampai akhirnya pintu itu terbuka
Braaaaaaaaaak
Naura kaget dan dengan cepat dia mengayunkan tongkat baseball itu.
Alex :"Naura kamu tidak apa apa ?". Menahan tongkat baseball itu agar tidak mengenai dirinya
Naura :"Alex. Hiks. . . Hiks. . . Hiks. . .". Langsung memeluk Alex
Alex :"Sudah tenangkan dirimu".
Alex membopong Naura keluar dari kamar mandi dan menaruhnya di kursi lalu mengambilkan Naura air minum. Karena Naura terlihat sangat kaget. Dan teman Naura pun datang
Cecil :"Naura, kamu tidak apa apa kan ?". Memeluk Naura
Naura tidak menjawab pertanyaan Cecil, ia masih terlihat syok dengan apa yang barusan terjadi.
tbc
__ADS_1