
Pengumuman hasil ujian pun sudah di keluarkan, Lola dan Cecil terlihat deg degan. Sedangkan Alex dan Naura terlihat sangat santai dan cuek.
Mereka berdua seperti tidak mengkhawatirkan hasil ujian mereka, berbeda dengan Cecil dan Lola yang sangat gugup.
Mereka berempat pun keluar dari kelas dan menuju papan pengumuman untuk melihat nilai mereka. Entah sejak kapan mereka mulai jalan berempat dengan akur.
Semua siswa yang tadinya berkumpul untuk melihat nilai mereka tiba tiba bubar dari depan papan pengumuman, seperti sedang mempersilahkan keempat manusia itu untuk lewat.
Naura mulai mencari namanya di papan pengumuman dan nama Naura terletak di nomor satu. Ya, Naura selalu saja menjadi juara satu di kelas.
Sedangkan Alex dia berada tepat di bawah Naura dengan perbedaan nilai hanya 2 angka saja. Lola dan Cecil mencari nama mereka di tempat biasa nama mereka ada.
Yah di nomor tengah sebelum bawah, tapi mereka tidak mendapat nama mereka.
Mereka sudah sangat khawatir, lalu Naura membantu mereka untuk menemukan nama mereka. Lalu terlihat senyum di wajah Naura.
Lola dan Cecil yang melihat senyuman Naura itu langsung menuju arah Naura dan melihat nama mereka berdua berada di antara sepuluh besar.
Lola berada di nomor 9 sedangkan Cecil berada di nomor 10. Mereka berdua terlihat sangat bahagia karena nilai mereka bisa melesat begitu jauh untuk ujian kali ini.
Lola dan juga Cecil langsung memeluk Naura. Karena menurut mereka ini semua berkat Naura sehingga mereka bisa mendapat nilai yang bagus untuk tahun ini.
Cecil dan Lola pun mengajak Alex dan juga Naura untuk pergi makan, dan mereka yang akan membayar semua yang mereka makan.
Alex yang melihat Lola dan juga Cecil yang begitu erat menggandeng tangan Naura terlihat sangat iri. Dia juga ingin menggandeng tangan Naura seperti itu.
Tapi ini belum saatnya, karena ia tidak mau Naura tiba tiba menjauhinya karena tidak menghargai keputusan Naura.
Sesampai di kantin mereka pun memesan makanan. Alex yang ingin mengerjai mereka, ia memesan bakso, ayam geprek, jus jeruk, dan cemilan lainnya untuk dirinya sendiri.
Lola, Naura dan Cecil terpelongo melihat kelakuan Alex.
__ADS_1
Lola :"Ternyata kau lebih rakus dari diri ku ya".
Alex :"Ini bukan rakus namanya. Ini namanya menghargai traktiran orang. Ha ha ha".
Cecil :"Dasar kau".
Naura :"Ya sudah ayo kita makan. Aku sudah lapar".
Mereka pun memakan makanan yang telah mereka pesan masing masing. Mereka bersenda gurau bersama.
Naura senang melihat Alex dan kedua temannya bisa akur seperti dulu lagi saat mereka kecil.
Saat bel pulang telah berbunyi mereka berempat kembali jalan bersama. Lalu berpisah dengan Alex di parkiran. Alex ingin mengantar Naura pulang, tapi sayangnya Naura ingin berjalan kaki pulang dan ia ingin menghabiskan waktu bersama temannya tanpa ada satu laki laki pun di antara mereka. Saat ini Alex merasa kalah telak dengan kedua orang itu. Tapi dia tidak mengambil hati semuanya.
Saat Naura, Lola dan juga Cecil sampai di rumah mereka mendengar ada yang ribut ribut di dalam dapur Naura. Mereka heran siapa kira kira yang berani masuk sedangkan penjagaan di luar sangat ketat.
Mereka pun berjalan ke dapur bersamaan dengan langkah kaki yang pelan. Saat mereka sampai di dapur, mereka semua kaget.
Steffi :"Astaga kalian bertiga mengagetkan ibu saja".
Naura :"Kapan ibu pulang ? Kenapa tidak memberitahu aku kalau ibu mau pulang ? Terus ayah mana bu ?".
Steffi :"Pelan pelan sayang. Tanyanya satu satu ya sayang ku".
Naura :"Aku kangen sama ibu". Memeluk ibunya dengan erat hingga air matanya pun keluar
Steffi :"Sudah sayang jangan nangis, sekarang ibu kan sudah ada di sini. Jangan nangis ya". Mengusap air mata Naura
Naura :"Terus ayah mana bu ?".
Steffi :"Ayah mu keluar ke supermarket dulu. Ada yang ingin dia beli. Eh kalian berdua ada di sini ya".
__ADS_1
Lola dan Cecil :"Iya bu. Kami menemani Naura".
Steffi :"Terima kasih ya. Karena kalian sudah menemani Naura".
Lola :"Iya bu. Itu sudah menjadi tugas kami sebagai teman. Karena ibu sudah ada kalau begitu kami pulang dulu ya bu".
Steffi :"Eh kok mau pulang. Makan saja dulu".
Cecil :"Terima kasih bu. Tapi sebaiknya kami pulang saja dulu. Agar ibu dan Naura bisa bercerita dengan baik".
Lola :"Kalau begitu kami pulang dulu ya ibu. Da dah". Menarik tangan Cecil dengan cepat
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf ya author masih sibuk jadi kemarin tidak sempat Up. Ini pun masih sibuk tapi author harus sempatkan untuk Up walau pun mungkin hanya 1 episod saja.
__ADS_1
Sekali lagi Maaf ya 🙏