
Baru saja ia mengetahui identitas Lola dan juga Cecil, sekarang ia bahkan mengetahui hal yang lebih besar lagi. Yaitu orang tuanya bekerja untuk Alex. Lalu Alex mencoba mengalihkan topik agar Naura tidak terlalu memikirkannya.
Alex :"Nau, kau sebaiknya jangan selalu ke hutan itu. Di sana banyak hal yang berbahaya".
Naura :"Awalnya aku ke sana hanya untuk bertemu dengan mu. Karena kau tidak masuk sekolah hari ini, kau membuat ku khawatir".
Alex :"Kau mengkhawatirkan aku ?". Kedua tangannya memegang pipi Naura
Naura :"Iya". Sambil mengangguk
Alex merasa wajah Naura sangat lucu saat ia memegang kedua pipi Naura. Lalu tiba tiba Alex mencium kening Naura.
Alex :"Kau sangat menggemaskan".
Naura :"Aku malu tau. Kau selalu mencium ku secara mendadak".
Alex :"Kau tau. Aku selalu ingin mencium mu saat kau berada di dekat ku dan aku juga selalu ingin memeluk mu seperti ini". Memeluk erat Naura
Naura :"Alex, hentikan kau memeluk ku bagitu erat".
Alex :"Oh, maafkan aku".
Naura :"Kau membuat ku sesak Alex".
Alex :"Nau, ada yang ingin aku bicarakan pada mu".
__ADS_1
Naura :"Katakanlah".
Alex :"Naura, aku sudah lama menyukai mu, mau kah kau menjadi kekasih ku ?".
Wajah Naura memerah mendengar pernyataan cinta Alex padanya. Tapi kemudian ia mengingat sesuatu
Naura :"Maafkan aku Alex, tapi aku sudah berjanji pada orang tua ku. Kalau aku tak akan berpacaran selagi aku masih sekolah".
Alex memasang wajah sedih karena mendengar perkataan Naura.
Naura :"Maafkan aku Alex, kalau kau memang manyukai ku, mau kah kau menunggu sampai kita lulus nanti ?".
Alex :"Baiklah aku akan menunggu mu, kau harus memegang janji mu Naura". Merasa bersemangat
Naura :"Aku akan berjanji pada mu. Karena aku. . . Aku juga menyukai mu".
Alex :"Aku senang mendengar kalau kau juga menyukai ku. Berjanjilah pada ku kau akan terus menjaga hati mu untuk ku".
Naura :"Aku akan menjaga hati ku untuk mu. Aku janji".
Alex mengeratkan pelukannya lalu melepasnya dan menciumi kening dan juga kedua pipi Naura. Tapi ia melewatkan bibir Naura.
Alex :"Aku tak akan mencium yang ini sampai kau mengizinkan". Menyentuh bibir Naura
Naura :"Mangapa ?".
__ADS_1
Alex :"Karena jika aku sudah mencium bibir mu maka kau akan menjadi milik ku selamanya. Kekuatan ku juga akan menjadi milik mu, dan kau sudah tidak bisa pergi dari ku atau pun berpaling dari ku. Aku akan mencium mu jika kau telah mengizinkan ku untuk menjadi pacar mu".
Naura :"Terima kasih karena kau sudah memikirkan pendapat ku".
Alex :"Kau segalanya Nau".
Alex kembali memeluk tubuh mungil Naura dengan erat.
Lola :"Ayo Cil kita pulang saja. Sudah ada Alex yang menenangkan Naura".
Cecil :"Ayo. Besok baru kita menjelaskannya pada Naura. Aku yakin dia akan mendengarkan penjelasan kita".
Kembali masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah Naura.
Lola :"Ini salah kita Cil, kita tidak menjelaskannya pada Naura. Padahal dia sudah bertanya pada kita berkali kali tapi kita tetap menyembunyikannya dan berpura pura tidak tahu".
Cecil :"Kau benar. Bodohnya kita, padahal Alex saja yang seorang vampir dia bisa menerimanya. Apa lagi kita, dan ibu Naura juga sudah mengetahui kalau kita seorang serigala tapi dia tidak melarang kita untuk berteman dengan Naura".
Lola :"Kau benar Cil. Aku sangat menyesal, aku juga menyesali perkataan kasar ku tadi pada Naura. Kenapa aku sampai bisa mengungkit hal itu. Padahal Naura tidak pernah meminta kita untuk menangani Shasa, itu semua adalah keinginan kita. Aku tidak tau harus berkata apa bila aku bertemu dengan Naura nanti". Menangis karena merasa menyesal
Cecil :"Kau jangan sedih Lol. Aku yakin Naura akan memaafkan kita. Kita hanya perlu jujur padanya. Dan mengatakan semuanya padanya".
Lola :"Hiks. . . Hiks. . . Hiks. . . Ku harap dia betul akan memaafkan kita".
Cecil memeluk Lola dan menenangkannya agar ia tak menangis lagi.
__ADS_1
tbc.