Pacar Vampir Ku

Pacar Vampir Ku
Bab 11


__ADS_3

Naura menunggu temannya datang sambil membaca Novel di dalam kamar. Sekarang sudah pukul 1 lewat tapi mereka belum datang juga.


Suara mobil terdengar dari luar. Naura pun melihat dari jendela kamarnya untuk menengok siapakah yang datang itu. Dan ternyata yang datang itu adalah teman temannya, Lola dan juga Cecil.


Melihat teman temannya sudah datang. Naura dengan antusias berlari turun dan keluar menyambut teman temannya.


Naura :"Heeeeiiii. Kalian sudah datang".


Lola :"Iya. Maaf ya agak telat soalnya Cecil lama banget. Nggak tau tadi dia habis ngapain".


Cecil :"Ya maaf. Tadi aku ada sedikit urusan pribadi dan itu sangat mendesak".


Naura :"Tidak apa. Yang penting sekarang kalian sudah datang. Ayo masuk".


Teman teman Naura pun masuk ke rumah Naura dan melihat lihat.


Cecil :"Wah rumah kamu lumayan besar juga ya Nau".


Naura :"Ha ha. Iya, ini semua karena orang tua aku. Mereka sudah bekerja dengan sangat keras".


Lola :"Ngomong ngomong orang tua kamu mana Nau ?".


Naura :"Oh mereka lagi ke supermarket untuk membeli kebutuhan rumah. Sekalian beli nugget untuk Lola".


Lola :"Aduh maaf ya Nau sudah menyusahkan banget".


Naura :"Tidak apa apa kok. Malah orang tua aku senang. Ayo sekarang kita naik ke atas. Kita ke kamar ku".


Mereka naik ke lantai dua dan masuk ke kamar Nuara. Mereka meletakkan tas mereka yang berisi pakaian mereka.

__ADS_1


Cecil :"Buku kamu banyak juga ya Nau".


Lola :"Itulah mengapa dia sangat pintar. Apa kamu memperlajari semua buku ini Nau ?".


Naura :"Iya dong. Masa cuma jadi pajangan sih. Itu tinggal 1 rak lagi yang belum aku baca semua".


Cecil :"What ? Kamu sudah baca semua dan tinggal 1 rak itu lagi ? Kamu sanggup Nau ?".


Naura :"Sangguplah masa nggak".


Lola :"Naura kita ini pintar jadi tidak mungkin dia tidak sanggup melakukannya".


Mereka pun merebahkan badan mereka di kasur empuk Naura. Sedangkan Naura duduk di kursi belajarnya yang tak jauh dari kasurnya.


Mereka bercerita dan bercanda untuk menghabiskan waktu sambil menunggu orang tua Naura.


Naura :"Iyaaaa bu tunggu. Eh ibu sama ayah aku sudah datang. Aku turun dulu yah."


Lola dan Cecil :"Kami ikut Nau".


Mereka bertiga turun dan membantu ibu Naura mengangkat belanjaan ibu Naura. Lalu meletakkannya di dapur.


Lola :"Halo tante. Saya Lola dan teman saya yang satu ini. . . . . .". Belum juga ia menyelesaikan perkataannya Cecil memotong pembicaraan


Cecil :"Halo tante saya Cecil. Tenang tante saya akan menjaga Naura dengan baik".


Steffi :"Ha ha ha. Iya makasih ya sayang. Nama tante Steffisa kalian bisa panggil tente Steffi saja".


Lola :"Kalau kami panggil ibu boleh tidak ?".

__ADS_1


Steffi :"Oh tentu sayang. Kamu bisa memanggil tante apa saja yang membuat kamu nyaman".


Cecil :"Makasih bu".


Steffi :"Eh. Sama sama sayang. Ya sudah kalian ke kamar saja. Ibu mau masak dulu".


Lola :"Ibu mau kami bantu masak ?".


Steffi :"Tidak usah sayang. Kalian kan tamu di sini. Kalian ke kamar saja".


Cecil :"Kami memang tamu bu. Tapi kami juga mau ikut membantu. Soalnya kami tidak pernah di izinkan masuk ke dalam dapur sama orang rumah. Kami sangat ingin merasakan yang namanya masak bersama ibu di dalam dapur".


Steffi :"Baiklah sayang. Kalian bisa membantu ibu". Menyetujui permintaan mereka karena ia merasa kasihan


Naura :"Bu ayah mana ?".


Steffi :"Ayah mu sedang di depan bercerita dengan tetangga".


Naura :"Oohh. Kirain ayah pergi ke mana".


Saat mereka sedang asik memasak. Ibu Naura melihat anting yang di kenakan oleh Cecil dan juga Lola.


"Bukannya anting itu hanya di pakai oleh bangsawan klan itu yah ?. Apa mungkin mereka termasuk dari klan itu ? Apa tidak masalah. Mereka berteman dengan Naura yang juga berteman dengan ketua dari musuh klan mereka. Apa aku coba tanya saja ya". Ucapnya dalam hati


Steffi :"Anting kalian kembar ya ? Cantik sekali".


Lola dan Cecil saling menatap karena ternyata ibu Naura memperhatikan anting yang mereka pakai.


tbc

__ADS_1


__ADS_2