
Setelah semua pelajaran mereka selesai, Cecil dan juga Lola buru buru untuk pulang karena ada yang harus mereka urus.
Karena temannya sudah pulang Naura mencoba untuk mendekati Alex.
Naura :"Hei. Aku Naura. Aku tidak melihat mu saat pertama kali aku masuk sekolah ini. Jadi ku rasa aku harus memperkenalkan diri ku pada mu".
Alex :"Aku sudah tau kok. Kamu juga sudah tau nama ku dari teman mu kan ? Bukannya teman mu melarang mu untuk mendekati ku ?".
Naura :"Mereka tidak menyebutkan alasan mengapa aku harus menjauh dari mu dan tidak boleh mendekati mu".
Alex :"Memangnya teman teman mu tidak mengatakan apa pun pada mu ?".
Naura :"Tidak". Merasa heran
Alex :"Heh. Katanya teman tapi rahasia mereka sendiri saja mereka tidak bicarakan dengan mu".
Naura :"Itu kan hak mereka ingin memberitahu ku atau tidak. Aku bahkan tidak terganggu oleh hal itu".
Karena Naura bete dengan perkataan Alex, dia langsung saja meninggalkan Alex sendirian.
"Bodoh, bukannya ini yang aku harapkan ? Sejak dia memergoki ku meminum darah, saat itu juga aku melihat dirinya, aku sudah jatuh cinta padanya. Alex kau betul betul bodoh. Bukan begitu caranya mendekati perempuan yang kau sukai". Ucap Alex di dalam hatinya.
Sesampai Naura di rumah, dia langsung ke dapur mencari makanan. Karena dia kalau sedang bete yang dia cari hanyalah makanan. Untuk memperbaiki moodnya kembali.
Naura :"Dasar, di tanya baik baik malah menjelek jelakkan teman ku saja. Tapi apa yang mereka rahasiakan dengan ku. Ahh untuk apa juga aku memikirkannya, aku saja punya rahasia tentang hutan itu. Sudahlah biarkan saja".
Naura sedang asik menonton TV di dalam kamarnya yang luas. Dan terdengar pintu rumahnya terbuka. Ia tak tau siapa yang masuk.
Ini masih sore, orang tua Naura biasanya pulang malam. Tidak mungkin kan orang tua Naura pulang secepat ini.
Naura membuka pintu kamarnya dengan pelan lalu berjalan keluar dari kamarnya sambil membawa raketnya untuk di gunakan sebagai pemukul bila yang masuk itu adalah pencuri.
Saat ia turun menuruni tangga yang ia lihat adalah kedua orang tuanya. Ia kaget dan hampir terjatuh.
Jon :"Kamu lagi apa Nau ? Kok pegang raket begitu ?".
Naura :"Ayah kau mengagetkan ku. Aku kira ada pencuri yang berani memasuki rumah ini".
__ADS_1
Jon :"Maaf sayang".
Naura :"Mengapa ayah dan ibu cepat pulang ? Tidak biasanya ayah dan ibu cepat pulang".
Steffi :"Atasan memperbolehkan kami untuk segera pulang dan tidak lembur. Senang rasanya kami tidak lembur setelah bertahun tahun kerja".
Naura :"Ya sudah aku naik lagi ya, Ayah ibu".
Jon :"Iya sayang".
Naura pun kembali naik dan masuk ke dalam kamarnya melanjutkan apa yang tadi ia tonton.
Jon :"Bos kita bilang kalau Nau lagi bete. Tapi nyatanya Nau kita baik baik saja tuh".
Steffi :"Ntahlah mungkin bos salah melihatnya".
Ibu Naura masuk ke dalam dapur dan melihat piring bekas Naura membuat sandwich.
Steffi :"Sepertinya mood anak kita memang sudah kembali membaik sayang. Lihatlah Naura kita jarang sekali masuk ke dapur untuk membuat sesuatu kecuali dia sedang bete".
Jon :"Baguslah. Tapi apa ya yang membuat Naura kita bete ?".
Malam pun tiba, ibu Naura sudah memasak untuk makan malam . Mereka pun makan bersama dengan tenang tanpa ada yang berbicara.
Setelah makan, Naura membantu ibunya mencuci piring. Dan merapikan meja makan.
Lalu mereka berkumpul di ruang keluarga untuk nonton dan bercerita.
Naura :"Bu tadi di sekolah kan ada teman ku yang sudah beberapa hari tidak masuk sekolah. Ntah karena apa. Terus pas aku bertanya tentang anak itu. Cecil dan Lola melarang ku untuk berteman dengannya".
Steffi :"Mengapa begitu sayang ? Apa mungkin mereka pernah bertengkar ?".
Naura :"Ntahlah bu. Terus tadi aku sempat berbicara dengan anak itu dan dia mengatakan tentang Lola dan Cecil yang memiliki rahasia. Menurut ku orang berhak menyimpan rahasia mereka sendiri. Aku bete karena anak itu".
Steffi :"Ohh begitu. . . Anak ibu sudah melakukan hal yang benar. Orang memang berhak menyimpan rahasia mereka sendiri".
Jon :"Memangnya siapa nama anak itu ? Beraninya membuat anak ayah bete".
__ADS_1
Naura :"Namanya Alexander".
Ayah dan ibu Naura saling memandangi mendengar nama Alexander di sebutkan.
Steffi :"Oh Alexander. Mungkin dia tidak bermaksud lain sayang".
Naura :"Aku tau bu. Tapi aku hanya merasa kesal saja dengannya".
Jon :"Ya sudah anak ayah jangan kesal kesal lagi sama orang yah. Nggak baik, nanti anak ayah cepat tua loh".
Naura :"Ih ayah. Naura masih muda dan imut gini kok".
Steffi :"Ha ha ha anak ibu memang yang paling imut sedunia". Memeluk Naura.
.
.
.
.
.
.
.
Kenapa yah orang tua Naura kaget ketika mendengar nama Alexander dan Rahasia apa yang di simpan oleh Lola dan juga Cecil.
Pentengin terus Novelnya yah
Jangan lupa untuk Like dan Komen karena like dan komen itu gratis.
Bagi yang ingin memberi Tip sangat di persilahkan.
Dan jangan lupa Vote juga yah
__ADS_1
Makasih 💕