
Lola :"Nau, maafkan aku ya ?". Bediri di depan tempat duduk Naura
Cecil :"Kamu jangan cuma diam Nau, kami tau kami salah. Kami memang bodoh tidak memberitahukan pada mu yang sebenarnya".
Lola :"Nau, maafkan kami ya ?". Memasang wajah sedih tetapi imut
Naura hanya melihat temannya secara bergantian, ia sangat ingin tertawa melihat wajah sok imut Lola, tapi ia menahannya.
Lola :"Naura, kami salah, kami salah. Oke. Maafkan kami ya?". Memegang kedua tangan Naura dan masih memasang wajah sedih sok imutnya
Pfft.
Naura :"Kalian apa sih". Memperlihatkan senyumannya
Cecil :"Ih kamu kok ketawa sih ?".
Naura :"Kalian sih lucu banget. Apa lagi si Lola masang muka sok imutnya".
Lola :"Kamu ngerjain kami ya Nau ?".
Naura :"Ngapain aku ngerjain kalian, aku memang marah sama kalian tapi kalian itu teman ku. Aku tidak bisa marah lama sama kalian. Terus seseorang juga mengatakan pada ku, kalau kalian pasti punya alasan tersendiri untuk menyembunyikannya dari ku".
Cecil :"Sebenarnya kami ingin memberitahu mu Nau. Hanya saja, kami tidak tau harus mulai dari mana".
Lola :"Iya Nau, kan sangat tidak mungkin kalau kami langsung bilang (Nau, kami ini adalah manusia serigala loh)".
Naura :"Pfftt. Iya juga sih 😅". Menahan tawanya yang ingin keluar dari mulutnya
Cecil :"Makanya kami belum memberitahu mu, dan kami juga takut kalau kamu ngejauhin kami karena kamu takut atau merasa jijik pada kami".
Naura :"Ngapain aku takut dan merasa jijik ? Kaliankan teman aku, Alex aja aku terima, aku tetap berbicara dengannya walau pun aku sempat kaget saat dia mengakui kalau dirinya itu vampir tapi setelah ia menjelaskan semuanya aku sudah mengerti, dan tidak ada yang perlu di takutkan".
Lola :"Jadi kamu juga beneran sudah tau identitas Alex ?".
Naura :"Iya aku sudah tau".
Cecil :"Tapi Nau, gimana kamu bisa tau kalau Alex itu vampir ?".
Naura :"Sebenarnya saat pertama kali aku pindah ke sini aku melihat Alex di hutan belakang rumah ku sedang menghisap darah hewan. Hari itu aku terkejut tapi aku menganggap mungkin saja aku salah lihat karena keesokan harinya aku kembali ke sana dan bangkai hewan itu sudah tidak ada".
Lola :"Dasar vampir itu, suka saja memangsa mangsanya di tempat seperti itu".
Cecil :"Dan lagi Nau, sebenarnya orang tua mu sudah mengetahui identitas kami saat kami nginap di rumah mu".
__ADS_1
Naura :"Aku tidak heran sih, orang tua ku saja mengetahui kalau Alex itu vampir".
Lola :"Jadi orang tua mu tau kalau Alex vampir ?".
Naura :"Iya, mereka bahkan kenal dengan orang tua Alex".
Cecil :"Apa mungkin sahabat yang ibu mu katakan itu orang tuanya Alex?".
Naura :"Aku sih tidak tau".
Dan selama jam istirahat itu mereka terus membicarakan tentang kesalahpahaman yang terjadi dan juga tentang orang tua Naura yang pernah bersahabat dengan seorang vampir dan manusia serigala.
Karena sedang asik bercerita, mereka bahkan sampai lupa beristirahat. Sampai akhirnya Lola memperhatikan jam yang sedang tergantung di dinding.
Lola :"Astaga, Nau kita lupa makan".
Naura :"Ya gimana dong ? Ini kan sudah hampir masuk".
Cecil :"Aku sih tidak masalah belum lapar juga kok".
Lola :"Ih Cecil kok bisa bilang gitu dengan enteng sih?".
Cecil :"Karena tadi aku sudah sarapan sandwich sebelum berangkat sekolah".
Cecil :"Gimana mau bagi, kamu itu sangat sangat rakus".
Lola :"Ih itu namanya menghargai makanan".
Cecil dan Naura :"Ha ha ha".
Cecil :"Itukan alasan mu saja".
Naura dan Cecil kembali menertawakan Lola yang bisa di bilang hobi makan, walau pun sebenarnya makan itu suatu kebutuhan. Tapi untuk seorang Lola itu terlihat bukan suatu kebutuhan karena ia bahkan bisa menghabiskan senampan besar makanan dengan memakannya sendiri tanpa berbagi.
Alex yang sedari tadi tidak melihat Naura datang ke kantin, ia membelikan Naura cemilan dan membawakannya ke kelas.
Alex :"Kau tadi tidak ke kantin jadi aku membelikan ini untuk mu. Kau pasti sudah sangat lapar". Memberikan sekantong cemilan
Naura :"Eh. Makasih Alex".
Sedangkan Cecil dan Lola hanya memperhatikan Alex yang hanya memberikan cemilan pada Naura.
Lola :"Hanya untuk Naura ?".
__ADS_1
Alex :"Memangnya aku harus beli untuk siapa lagi ?".
Lola :"Kamu kok pelit banget sih kamu kan tau kami juga tidak ikut ke kantin".
Alex :"Itu bukan urusan aku ya. Urusan ku hanyalah N.a.u.r.a. Naura oke ?".
Lola :"Pelit kamu Alex".
Alex :"Kamu makan ya Nau". Mengelus rambut Naura
Naura :"Iya. Sekali lagi makasih ya Alex".
Alex :"Iya sayang". Berjalan menuju tempat duduknya
.
.
.
.
.
.
.
Hai hai hai.
Author minta bantuannya dong. Bantu author untuk Vote novel author ini yah. Bisa menggunakan Poin dan juga Koin. Untuk Vote menggunakan Poin hanya bisa di lakukan di Noveltoon untuk sekarang ini. Sedangkan Koin bisa menggunakan Mangatoon dan juga Noveltoon
Soalnya author lagi ikut lomba #youareawriters2
Jadi author mohon bantuan kalian
Makasih 💕
Jangan lupa ajak teman kalian buat baca Novel author ini yah dan ikut berpartisipasi dalam membantu author.
Satu lagi. Jangan lupa Like dan Komen yah 💕💕
Tekan Tulisan yang bertuliskan "Vote" yah
__ADS_1