
Lama Naura memeluk sambil menenangkan Alex. Akhirnya Alex mulai berbicara pada Naura.
Alex :"Nau". Masih sambil memeluk Naura
Naura :"Iya sayang ?".
Alex :"Aku sangat kaget Nau ".
Naura :"Kenapa sayang ? Kau kaget karena apa ?".
Alex :"Nau. Ternyata yang selama ini ku kejar bersama klan serigala adalah paman ku sendiri".
Naura :"Apa kau yakin kalau dia adalah paman mu sayang ?".
Alex :"Iya Nau, aku sangat yakin. Bagaimana aku bisa melupakan paman yang begitu menyayangi ku. Bagaimana aku bisa melupakan orang yang selalu melindungi ku, dan mengajari ku berbagai hal".
"Rupanya orang itu adalah paman kesayangan Alex. Apa yang harus ku katakan ? Aku tidak tahu menghibur orang yang sedang bersedih". Ucap Naura dalam hati
Alex :"Kenapa ia melakukan ini Nau ? Lalu untuk apa ia mengajari ku berbagai hal saat aku masih kecil kalau ia akan membuat hal ini ?".
Naura :"Tenang sayang. Dia pasti punya alasan untuk melakukan hal ini. Dan alasan itulah yang harus kita cari dan kita harus membuat semua permusuhan ini berakhir".
Alex :"Tapi bagaimana caranya Nau ? Kami bahkan kesulitan untuk mendapatkannya selama ini. Dan karena kebodohan ku hari ini. Aku gagal menangkapnya dan membuat ia melarikan diri".
Naura :"Tidak sayang. Kau sudah melakukan yang terbaik. Aku yakin suatu saat nanti kita akan kembali bertemu dengannya dan kita akan menemukan jawaban atas apa yang telah ia lakukan dan semua alasannya".
Alex hanya terdiam mendengar perkataan Naura. Ia mencoba untuk menenangkan dan menjernihkan pikirannya. Ia setuju dengan apa yang di katakan oleh Naura, kalau pamannya pasti memiliki alasan atas apa yang telah ia lakukan selama ini. Karena yang ia tahu. Pamannya itu adalah orang yang sangat baik padanya dan pada semua orang. Lalu tiba tiba suasana yang tadinya sedih tiba berubah.
Cecil :"Hei. Cepat lepaskan Naura ku. Kau sudah terlalu lama memeluk Naura kami". Celetuk Cecil yang mencoba mengubah suasana sedih itu
Alex :"Tidak, aku tidak mau melepaskannya". Semakin memeluk erat tubuh Naura
__ADS_1
Cecil :"Hei. Kau tahu, tingkah kalian berdua membuat kami para jomblo ini merasa sangat baper". Memasang wajah kasihan
Alex :"Itu urusan kalian. Makanya aku menyuruh kalian untuk mencari pasangan".
Naura :"Alex, kau. . . Kau memeluk ku begitu erat".
Alex :"Panggil aku sayang".
Naura :"Alex".
Alex :"Kau harus memanggil ku sayang dulu seperti tadi baru aku akan melepaskan pelukan ku".
Naura :"Hmm... Sa. . .".
Alex :"Cepat Nau".
Naura :"Sa. . . Sayang lepaskan aku merasa sesak".
Alex :"Begitu dong". Melepas pelukannya pada Naura
Lola :"Iya iya ide yang bagus itu Nau. Aku memang lagi lapar banget soalnya".
Alex :"Kau masak sendiri. Jangan menyuruh nyuruh Naura ku. Dia bukan pembantu mu".
Cecil :"Siapa juga yang bilang kalau Naura kami itu pembantu ? Naura masakannya lezat. Dan kami tidak tahu memasak. Kami akan membantunya kok kami tidak akan santai santai".
Alex :"Makanya kau harus belajar memasak. Jangan mau di masakin terus".
Cecil :"Kau banyak omong banget sih. Jadi cowok jangan terlalu banyak Bacot dong".
Naura :"Kalian berdua ini tidak bisa akur banget ya ? Alex kau tunggu aku di ruang keluarga sambil nonton. Lola dan Cecil bantu aku di dapur".
__ADS_1
Lola dan Cecil :"Siap bos".
Alex :"Iya sayang. Jangan lama lama ya masaknya".
Naura :"Kalau begitu aku masak Nasi Goreng saja ya ? Bukan cuma simple tapi bakalan cepat selesai".
Alex :"Iya sayang. Aku tidak mau lama lama menyendiri di ruang keluarga".
Naura, Lola dan Cecil pun menuju dapur dan menyiapkan semua bahan yang akan ia gunakan untuk nasi goreng.
Mulai dari telur, minyak, garam, mas*ko, margarin, bawang merah dan putih, kecap, irisan daun bawang, dan tentu saja nasi.
Naura juga menggoreng nugget yang di minta oleh Lola, karena Lola melihat banyak sangat banyak nugget di dalam kulkas Naura.
Lalu mereka pun menyediakan nasi goreng ala ala mereka di atas meja makan untuk mereka santap bersama. Dan memanggil Alex ke meja makan.
Alex berkali kali menambah karena ia sangat menyukai masakan Naura. Walau pun bahan bahannya sangat sederhana tapi Alex sangat menyukainya. Lola dan Cecil pun melakukan hal yang sama dengan Alex, mereka bahkan sampai menghabiskan 2 setengah piring nasi goreng masing masing dari mereka.
Hingga mereka merasa perutnya sudah tidak bisa menampung makanan yang mereka makan.
Alex :"Perut ku rasanya akan meletus".
Lola dan Cecil :"Iya aku juga".
Naura :"Makanya kalau makan, makan secukupnya saja. Jangan berlebihan".
Alex :"Masakan mu terlalu enak Nau, hingga membuat ku lupa diri".
Lola :"Iya Nau, kau sering sering ya masak seperti ini".
Alex :"Lagi lagi kau mau membuat Naura ku seperti pembantu".
__ADS_1
Naura :"Kalian tidak usah bertengkar, rendahkan dulu perut kalian yang ingin meledak itu, sana duduk santai di ruang keluarga".
tbc.