
Naura terus memandangi anting kecil itu, ia terus berpikir apa ini maksud dari semua perkataan aneh Alex yang selalu ia utarakan.
Cecil dan Lola terlihat sedang berjalan masuk ke dalam kelas. Naura melihat kedua temannya itu masuk, lalu ia langsung menyimpan anting itu di saku bajunya.
Setelah Cecil dan Lola meletakkan tasnya di kursi mereka, mereka menghampiri Naura.
Lola :"Pagi Nau sayang". Sambil tersenyum
Naura :"Pagi juga". Membalas senyuman Lola
Cecil :"Nau kemarin aku melihat semua paggilan mu, kamu ada apa kemarin nelpon aku ? Ada yang gangguin kamu ?".
Naura :"Tidak kok, aku hanya kesepian saja jadi aku menelepon kalian". Mencoba mencari alasan
Lola :"Oh kirain ada yang gangguin kamu lagi".
Naura :"Eh, tidak kok. Emangnya kalian kemarin dari mana ? Tumben tidak menjawab dan membalas telepon aku".
Cecil :"Eh, kemarin kami lagi ada urusan pribadi".
Naura :"Oh gitu".
Lola dan Cecil terheran heran melihat tanggapan Naura yang tidak seperti biasanya.
Naura ingin mencoba bertanya pada Alex, apa mungkin yang ia lihat kemarin itu benar. Dia ingin mendengarnya secara langsung, tapi ia juga tidak ingin sampai kalau ternyata dugaannya kalau Alex tau tentang Cecil dan Lola itu salah.
Bel pun berbunyi menandakan kalau mereka sudah istirahat, Naura tidak melihat adanya tanda tanda Alex yang datang. Dan juga tidak ada pemberitahuan mengapa dia tidak datang.
Ia mencoba untuk menghubungi Alex tapi Alex tidak menjawab telepon Naura. Ia juga mulai berpikir apa Alex juga melakukan hal yang seperti Cecil dan Lola lakukan. Naura melamun memikirkan Alex. Sebenarnya ia juga merindukan Alex.
Cecil :"Nau". Cecil mengagetkan Naura yang sedang melamun
Naura :"Eh apa ? Kenapa ?".
Lola :"Kamu lagi melamun ya ?".
__ADS_1
Cecil :"Kamu ngelamunin apa ?".
Naura :"Eh bukan apa apa kok".
Lola :"Ya sudah. Mau ke kantin nggak ? Aku sudah lapar banget nih".
Naura :"Baiklah. Ayo kita ke kantin. Maaf ya aku tidak bawa bekal soalnya aku kesusahan kalau membuat bekalnya sendiri".
Cecil :"Tidak apa apa kok. Ya sudah ayo sekarang kita ke kantin".
Mereka pun berjalan bersama menuju kantin, dan memesan ayam geprek kesukaan Cecil. Lalu mereka menyantapnya dengan lahap.
Naura masih memikirkan tentang teman temannya. Ia sangat ingin bertanya tapi ia merasa ragu, tapi ia sudah membulatkannya, ia akan menanyakan hal itu pada temannya.
Naura :"Apa tidak ada yang ingin kalian jelaskan pada ku ?".
Lola :"Maksud kamu ?". Bingung dengan pertanyaan Naura
Naura :"Ya, siapa tau ada yang ingin kalian jelaskan pada ku".
Naura :"Benar kah ?".
Lola :"Iya Naura sayang".
Naura :"Oke. Baiklah".
Lola dan Cecil saling menatap bingung dengan sikap Naura yang tiba-tiba bertanya dan sedikit bersikap dingin saat berbicara dengan mereka.
Setelah semua mata pelajaran mereka selesai, mereka berjalan bersama keluar dari kelas, dan saat mereka sedang berjalan Naura bertanya lagi pada temannya.
Naura :"Apa betul tidak ada yang ingin kalian katakan atau jelaskan pada ku?".
Cecil :"Kamu kenapa sih Nau ? Dari tadi kamu terus bertanya seperti itu. Kami kan sudah bilang tidak ada yang ingin kami jelaskan dan tidak ada yang kami sembunyikan dari mu".
Naura :"Baiklah. Kalau begitu".
__ADS_1
Naura mengeluarkan anting yang berada di saku tangannya dan menunjukkannya pada Cecil dan Lola.
Cecil :"Lol itukan anting kamu yang hilang. Nau kamu dapat anting Lola di mana ?".
Naura :"Di hutan".
Lola :"Maksud kamu di hutan apa ? Kenapa anting ku bisa ada di hutan ?". Mencoba bertanya sambil menerka nerka mengapa Naura bisa mendapatkannya di hutan
Naura :"Kalian masih mau berpura pura tidak tau ya ?".
Lola :"Maksud kamu apa Nau ?".
Naura :"Kalian adalah teman pertama ku, aku sangat menyayangi kalian. Aku bahkan sudah menganggap kalian sebagai saudara ku. Aku terus bertanya pada kalian tapi kalian tidak ingin menjelaskannya pada ku". Dengan sedikit meninggikan nada suaranya
Cecil :"Nau kamu kenapa ? Maksud kamu apa ? Kami juga sudah menganggap kamu sebagai saudara kami".
Naura :"Apa ? Kalian menganggap ku sebagai saudara ? Bukankah itu hanya omong kosong ?".
Lola :"Nau bagaimana kamu bisa mengatakan itu omong kosong. Kami bahkan sudah melakukan banyak hal untuk mu termasuk memberi pelajaran pada Shasa".
Naura :"Oh jadi kalian memperhitungkan apa yang telah kalian lakukan pada ku?".
Cecil :"Bukan begitu Nau. Bukan begitu maksud kami".
Naura :"Sudahlah. Aku menemukan anting mu itu di hutan belakang rumah ku. Aku juga melihat dengan mata kepala ku sendiri kalian berubah menjadi serigala putih. Aku terus bertanya pada kalian, tapi kalian tidak mau menjelaskannya pada ku. Kalian terus berpura pura tidak tahu. Sekarang aku mengerti mengapa kalian dan Alex selalu saja membicarakan hal yang aneh. Itu karena kalian bermusuhan kan ? Alex yang seorang vampir dan kalian yang seorang manusia serigala. Alex bahkan langsung mengatakan pada ku kalau ia seorang vampir saat aku bertanya padanya. Tapi kalian apa ? Bahkan kalian memperhitungkan apa yang telah kalian lakukan. Apa itu yang kalian bilang kalau aku sudah kalian anggap sebagai saudara kalian ?". Air mata Naura mulai berjatuhan
Lola dan Cecil terkejut dengan semua ucapan yang keluar dari mulut Naura. Mereka tidak menyangka kalau Naura sudah mengetahui identitas mereka yang seorang manusia serigala. Mereka tidak tau harus berkata apa, karena mereka sadar kalau mereka telah salah. Karena terus merahasiakan identitas mereka.
Cecil :"Maaf Nau. Bukan begitu maksud kami. Kami hanya. . .".
Naura :"Sudahlah kalian memang tidak pernahkan menganggap ku sebagai teman kalian kan ?. Aku tidak akan lagi mengganggu kalian".
Naura meninggalkan teman temannya yang masih tidak percaya kalau identitas mereka telah terungkap. Lola menangis karena ia menyesali apa yang telah ia katakan. Ia menyesali karena ia tidak jujur pada Naura sejak awal, padahal mereka sudah tau kalau Naura bahkan menerima Alex yang seorang vampir.
tbc
__ADS_1