
Naura :"Kalau begitu aku pulang dulu ya Alex. Beritahu Sandra kalau aku pulang, dan jaga ayahnya baik baik".
Alex :"Iya sayang". Mengelus kepala Naura
Naura :"Ayo Cil kita pulang".
Cecil dan Naura pun pulang ke rumah tanpa menunggu Lola. Saat sampai di rumah Cecil menelepon Lola memberitahu kalau mereka sudah pulang ke rumah Naura agar Lola langsung pulang ke sana saat urusannya telah selesai.
Naura :"Cil aku telepon ibu ku dulu ya".
Cecil :"Oke, aku juga ingin membersihkan diri dulu".
Berkali kali Naura menelepon ibunya tapi ibunya tidak mengangkat teleponnya.
Naura :"Oke, ini yang terakhir, kalau ibu tidak mengangkatnya. Aku akan kembali meneleponnya besok".
Dan akhirnya ibu Naura pun mengangkat telepon Naura.
Steffi :"Iya sayang kenapa ? Maaf ya ibu baru angkat soalnya tadi ibu dari kamar kecil".
Naura :"Ibu tidak ingin memberitahu ku sesuatu ?".
Steffi :"Tidak ada kok sayang. Memangnya kenapa ?".
Naura :"Apa tidak ada rahasia yang ibu sembunyikan dari Naura ?".
Steffi :"Rahasia mengenai apa sayang ?".
"Oh ternyata ibu masih mau merahasiakan dari ku ya". Ucap Naura dalam hati
Naura :"Sudahlah bu. Naura cuma ngelantur. Ibu istirahat yang cukup ya. Eh ayah mana bu ?".
Steffi :"Ayah mu sedang tidur sayang".
__ADS_1
Naura :"Tumben ayah kok cepat banget tidurnya".
Steffi :"Sejak ayah kamu di sini. Dia suka tidur cepat, mungkin karena capek".
Naura :"Ya sudah ibu juga iatirahat ya. Kalau begitu sudah dulu ya bu".
Steffi :"Iya sayang. Kamu juga jaga kesehatan ya. Ibu sayang Naura".
Naura :"Naura juga sayang sama ibu".
Naura dan ibunya mematikan telepon dengan saat yang bersamaan. Naura memikirkan mengapa ibunya tidak mengucapkan selamat ulang tahun padanya padahal setiap tahunnya orang tuanya tidak pernah lupa akan tanggal lahirnya.
Ia juga memikirkan mengapa ibunya masih tetap ingin merahasiakan tentang jati diri Naura yang sudah lama ia simpan.
Saat sedang memikirkan itu semua, Naura mendengar kalau Lola telah pulang dan Cecil baru saja selesai mandi.
Cecil :"Bagaimana Nau ? Sudah bicara dengan ibu ?".
Cecil :"Mungkin ibu memiliki alasan tersendiri untuk tetap merahasiakannya".
Naura :"Semoga saja".
Dan Lola pun masuk ke dalam kamar Naura dengan senyuman yang sangat lebar terukir di wajahnya.
Cecil :"Kenapa nih anak datang datang, senyumannya lebar banget".
Lola :"Kau tahu ? Gilang orangnya sangat tampan. Aku rasa, aku menyukainya".
Cecil dan Naura :"Apaaaaaaa ?".
Mereka berdua kaget dengan kata kata yang baru saja keluar dari mulut Lola.
Cecil :"Lol, kau gila ya ? Bagaimana bisa kau menyukai orang yang telah menculik mu ?".
__ADS_1
Lola :"Dia memang telah menculik ku, tapi dia tidak sedikit pun melukai ku. Tapi dia tidak hanya menculik ku. Dia juga telah mencuri hati ku".
Cecil :"Uweeeeeekkk".
Naura :"Ha ha ha ha. Aku tidak menyangka kalau ternyata Lola ku bisa senarsis ini".
Lola :"Semua orang bisa berubah saat mengenal cinta Nau".
Cecil :"Siapa bilang ? Naura kita tidak berubah kok. Dia masih tetap seperti Naura yang dulu aku kenal".
Lola :"Terserah kaulah Cil. Kau akan tahu rasanya ketika kau sudah menemukan orang yang kau suka".
Cecil :"Kita lihat saja nanti".
Lola :"Lalu bagaimana ?".
Naura :"Apanya yang bagaimana ?".
Lola :"Kau anak dari Dewi Kemurnian kan ?".
Cecil :"Loh kok ?".
Lola :"Aku tahu ? Ha ha, bagaimana bisa aku tidak tahu. Jelas jelas tadi dia memberikan darahnya pada ayah Sandra. Itu sudah jelas seperti apa yang pernah di lakukan oleh Dewi Kemurnian".
Cecil :"Kau tidak ingin mendengar cerita lengkapnya ?".
Lola :"Aku tidak ingin dengar. Yang jelas sekarang anak dari Dewi Kemurnian bersama kita. Dan sudah jelas kita akan bisa menang melawan orang yang telah menyebarkan sihirnya kepada klan serigala dan juga klan vampir".
Naura :"Tapi aku takut Lol. Bisa saja musuhnya lebih kuat dari pamannya Alex".
Lola :"Naura sayang, untuk apa kami berada di deikat mu dan berteman dengan mu kalau kami tidak bisa mengajari mu bela diri. Aku juga yakin kalau Alex telah memikirkan suatu cara untuk membantu mu".
tbc.
__ADS_1