
Vanya hanya terdiam dan tidak menjawab ucapan James lagi. Ia kesal karena selalu saja kalah dalam perdebatannya dengan James. James hanya tersenyum manis memandang Vanya yang kini diam saja, padahal daritadi dia sangat banyak bicara.
"Karena hal yang ingin aku bicarakan sudah selesai diucapkan, aku mau pamit karena masih ada kerjaan di kantor." ucap James sambil memandang wajah Vanya yang kini masih saja diam tidak bicara.
"Silakan!" jawab Vanya singkat kemudian masuk ke dalam rumahnya.
"Haahhhh! Ya sudahlah! Mungkin dia hari ini masih kesal karena aku selalu memaksakan kehendak padanya. Namun, lambat tapi pasti dia akan segera mencintaiku." ucap James percaya diri sambil meninggalkan rumah Vanya dan pergi mengemudikan mobilnya.
...************...
Vanya memerhatikan James yang telah pergi mengendarai mobilnya dari balik jendela kamarnya. Ia senang melihat James telah pergi. Vanya kemudian membaringkan dirinya di tempat tidur. Dia kini sangat senang bercampur kesal atas kejadian yang ia alami hari ini. Hal yang membuat dia senang adalah ia akan bisa sering bertemu idolanya. Lalu, hal yang membuatnya kesal adalah ia bisa menjadi sasaran bully dari penggemar fanatiknya James.
"Apa aku menolak saja ya? Ini belum terlambat untuk menarik kembali ucapanku. Aku harus segera menghubunginya. Eh? Tapi... aku sama sekali tidak teringat untuk meminta nomor telepon pribadinya." Vanya berbicara sendiri sambil menatap langit-langit kamarnya.
Tiba-tiba, telepon Vanya yang ia taruh di saku celana bergetar. Ia kemudian melihat teleponnya apakah ada pesan yang masuk atau tidak. Ternyata benar ada sebuah pesan yang masuk. Pesan tersebut berasal dari nomor baru yang belum Vanya simpan di kontak teleponnya.
Vanya pun terkejut melihat pesan tersebut. Ia terkejut bukan karena mendapat pesan dari nomor asing, melainkan terkejut karena isi pesan itu sendiri. Isi pesan tersebut adalah sebagai berikut,
"Jangan lupa simpan nomorku ya, baby😍"
"Pesan ini dari James Haolin. Seorang pria yang tengah menyukaimu."
Vanya merasa kesal melihat kata-kata gombalan dari James dalam pesan tersebut. Ia pun mengerutkan keningnya sambil membaca pesan itu. Dia lalu menyimpan nomor James dengan nama kontak "Tukang Absolut". Hal tersebut Vanya lakukan karena James memang seorang pemaksa yang tak kenal kompromi.
Dia lalu menyimpan teleponnya di meja kecil disamping tempat tidur. Lalu, ia memejamkan matanya karena merasa lelah. Tanpa sadar, Vanya pun tertidur sangat pulas.
"Dorrrrrrrr!"
Suara yang sangat keras menghantam jendela kamar rumah Vanya hingga retak. Ia kemudian bangun terperanjat karena sangat terkejut. Dia lalu bangun dari tempat tidurnya karena ingin mengecek hal apa yang sudah terjadi di teras depan rumahnya.
Saat baru menuruni tempat tidurnya, Vanya terkejut karena menginkak sebuah benda. Ia kemudian berjongkok dan melihat benda apa yang telah ia injak. Begitu melihat benda tersebut Vanya sangat syok. Mukanya pucat pasi setelah melihat benda yang tergeletak di lantai kamarnya. Benda tersebut adalah sebuah benda kecil berukuran panjang dan berukuran sekitar 5cm.
__ADS_1
"Be... benda apa ini? Kenapa benda ini tiba-tiba melesak ke jendela kamarku? Sebaiknya aku segera periksa teras depan." ucap Vanya yang panik dan ketakutan, tapi berusaha memberanikan dirinya untuk memeriksa teras rumahnya.
...************...
Vanya lalu berdiri dari posisi duduk jongkoknya. Disimpanlah benda kecil tersebut di laci meja samping tempat tidurnya. Ia segera bergegas keluar dari kamarnya dan berusaha membuka pintu depan rumahnya dengan tangannya yang berat karena masih merasa syok atas kejadian barusan.
Kemudian, Vanya memeriksa jendela kamarnya yang telah retak, "Haahhh! Masih untung tidak pecah. Kalau pecah, aku tidak punya uang untuk menggantinya." ucapnya sambil bernapas lega.
Dia tiba-tiba teringat kembali dengan benda kecil berukuran 5cm yang ia taruh dilaci mejanya, "Dari retakan kaca ini... apa benda itu adalah... peluru?!" tanya Vanya pada dirinya sendiri.
"Mana mungkin itu bisa terjadi! Apakah ada orang yang berniat merencanakan pembunuhan padaku?! Atau... hal tersebut sengaja dilakukan untuk menerorku?! Memangnya aku telah berbuat salah pada si..." Vanya tiba-tiba menghentikan ucapannya. Ia teringat kejadian hari ini yang banyak berhubungan dengan James Haolin.
Vanya tidak mencurigai James yang telah melakukan teror dirumahnya. Orang yang sangat Vanya curigai kini adalah penggemar fanatiknya James. Ia kemudian berlari ke arah gerbang rumahnya, lalu berjalan keluar gerbang tanpa menggunakan alas kaki karena ingin mengejar peneror yang telah meneror rumahnya.
Dia kemudian berlarian sambil menengok kesana kemari untuk memastikan apakah ada orang lewat di sekitar rumahnya yang gerak-geriknya mencurigakan, "Hahhh... percuma aku berlarian kesana kemari. Peneror itu pasti sudah lari setelah menembakkan peluru ke jendela kamarku." ucap Vanya sambil menghela napas untuk menenangkan dirinya sendiri.
"Apa aku... lapor polisi saja ya. Haahhh... tapi hal itu akan sangat merepotkan. Selama orang itu belum berniat membunuhku aku akan tetap diam." gadis bertubuh kurus itu menguatkan dirinya sendiri agar tidak ketakutan.
Walau kelihatannya Vanya mempunyai fisik yang lemah, tapi mentalnya begitu kuat karena sudah mengalami berbagai kejadian tragis dipenuhi darah dalam hidupnya. Hal yang ia alami sekarang tidaklah seberapa, dibandingkan beberapa tahun silam saat ia mengurus ibunya yang menderita penyakit kejiwaan yang selalu berusaha bunuh diri.
Vanya perlahan melangkahkan kakinya kembali menuju gerbang depan rumahnya. Tiba-tiba, kaki kanannya menginjak suatu benda tajam yang tersimpan di depan gerbang rumahnya. Telapak kaki Vanya pun kini mengeluarkan darah yang tidak sedikit.
"Ini... sebuah pecahan kaca yang sengaja disebarkan di depan gerbang. Kenapa aku tadi tidak menyadarinya?! Apa karena aku tadi melompatinya. Hahhh... sudahlah! Sebaiknya aku segera masuk dan mengobati luka kakiku." ucap Vanya sambil melangkahkan kakinya melewati pecahan kaca tersebut.
"Eh? Tunggu dulu!" Vanya tiba-tiba memundurkan langkahnya kembali karena melihat sebuah kertas ditengah-tengah pecahan kaca tersebut.
"Ini... surat ancaman!" Vanya sangat syok dan ketakutan melihat isi surat tersebut.
Isi suratnya yaitu, "Menjauhlah dari James Haolin jika tidak ingin melihat darah yang lebih banyak lagi keluar dari tubuh kurusmu itu!!!"
Vanya segera merobek-robek surat tersebut karena ketakutan. Dia segera mengunci gerbang rumahnya rapat-rapat, lalu berlari masuk ke dalam rumahnya tanpa memedulikan kakinya yang mengeluarkan darah semakin banyak. Di dalam rumah, Vanya segera menutup semua jendela dan tirai jendelanya. Ia lalu duduk memojok di ruangan keluarga karena masih merasa ketakutan.
__ADS_1
Saat ia menengok ke lantai, ia sangat terkejut melihat lantai rumahnya dipenuhi oleh darah yang berceceran kemana-mana. Vanya tidak menyadari lukanya yang semakin terbuka lebar karena rasa takutnya yang sangat besar sampai melupakan luka dikakinya. Ia kemudian mengobati luka dikakinya terlebih dahulu. Lalu, ia segera membersihkan seluruh lantai dirumahnya yang terdapat noda darah.
...*********...
Di depan rumah seberang jalan rumah Vanya terdapat sebuah mobil mewah yang sedang terparkir. Dalam mobil tersebut, terdapat seorang wanita muda cantik yang tengah duduk santai di kursi penumpang. Seorang pria berpostur tinggi dan kekar menggunakan masker diwajahnya tiba-tiba datang menghampiri mobil tersebut.
"Semua instruksi yang anda perintahkan sudah saya laksanakan semuanya, Nona. Apakah masih perlu mengambil tindakan yang lain lagi pada Si Vanya itu?" ucap Pria tinggi itu pada seorang wanita yang berada didalam mobil.
"Tidak perlu! Jika dia berani berbuat macam-macam lagi, saat itulah kamu bisa menjalankan tugasmu kembali." jawab wanita yang berada didalam mobil.
Wanita muda itu lalu menyuruh sopirnya menjalankan mobilnya. Mobil mewah itu kini telah meninggalkan area sekitar rumah Vanya. Pria tinggi itu pun kemudian bergegas meninggalkan area tersebut.
...*********...
BERSAMBUNG.....
● LIKE🖒 dan tambahkan KOMENTAR📩 agar author rajin update setiap harinya🙏
● Mohon kritik dan sarannya semua reader🙏
● Klik FAVORIT ❤
● VOTE novel ini ☆☆☆☆☆
TERIMA KASIH.....🙏🙏🙏
SAMBIL MENUNGGU KELANJUTAN DARI NOVEL INI, BACALAH KARYA REKOMENDASI DI BAWAH INI !!! JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN SETIAP EPISODENYA KARENA ALURNYA SANGAT MENARIK UNTUK DIBACA !!!
Author : Tyatul
__ADS_1
Judul Karya : STUCK MARRIAGE (SEASON 1&2)