Pacarku Seorang Merman Tampan

Pacarku Seorang Merman Tampan
BAB 25 - Ungkapan Yang Tulus


__ADS_3

Kemudian, Tomi pun akhirnya keluar dari ruangan tersebut. Di dalam ruangan tinggalah James dan Vanya saja. Vanya lalu menatapnya, tetapi ia tidak mengatakan apa pun kepada James.


"Dari semua pengorbanan yang telah dia lakukan kepadaku, rasanya akan sangat kejam jika aku menolaknya. Haah . . . aku pun tidak ingin berpisah dengannya begitu saja hanya karena latar belakangnya. Namun ... ," batin Vanya sambil memandang wajah James.


Saat Vanya hendak melanjutkan ucapan dalam hatinya, James tiba-tiba mengajaknya bicara. "Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya James sambil menghampiri kursi di samping ranjang pasien.


"Aku . . . sudah merasa baik-baik saja. Sesak yang terasa di dada kemarin pun sekarang sudah tidak terasa lagi," sahut Vanya dengan gugup karena merasa canggung.


"Haah . . . padahal baru tiga hari saja tidak bertemu. Kenapa rasanya sangat canggung sekali ketika bertemu dengannya lagi," batin Vanya sambil menghela napas.


Lalu, James duduk di kursi samping ranjang pasien. Kemudian, ia menatap Vanya dengan raut wajah menantikan sebuah kepastian. "Haah . . . memang seharusnya aku tidak menanyakan hal ini sekarang karena kamu sedang sakit. Namun, aku sangat penasaran dengan jawaban darimu. Apakah kamu mau menerima aku sebagai kekasihmu walau identitas asliku adalah seorang Merman?" tanya James sambil menghela napas.


Vanya tidak menjawab satu patah kata pun untuk pertanyaan James barusan. Ia hanya diam sambil memandang wajah James yang berada dihadapannya. Kemudian, James berinisiatip untuk memegang tangan Vanya lalu menciumnya. Namun, reaksi Vanya masih sama. Ia hanya diam saja dan tidak mengatakan apa pun. Bahkan raut wajahnya juga tidak menunjukkan ekspresi apa pun.


"Haah . . . ku mohon katakanlah sesuatu. Apakah kamu bersedia menerimaku atau tidak?" tanya James dengan lirih sambil memegang tangan Vanya.


"Baiklah, jika kamu tidak mau mengatakan apa pun. Aku tidak akan memaksamu. Namun, aku masih berharap kamu dapat menerimaku," lanjut James sambil menatap Vanya.


"Wajahnya sangat pucat seperti tidak makan berhari-hari. Apakah karena selalu memikirkan jawaban dariku sehingga dia tidak nafsu makan? Aku merasa tidak tega jika melihatnya keadaannya yang seperti ini. Baiklah, aku sudah membuat keputusan untuk jawaban dari pertanyaannya," batin Vanya sambil menatap James kembali.

__ADS_1


"Aku bersedia," jawab Vanya dengan pelan.


"Apa? Coba katakan dengan suara yang lebih keras," teriak James kaget karena Vanya tiba-tiba berbicara, tetapi suaranya tidak terdengar sama sekali olehnya.


"Aku bersedia menerimamu sebagai pacarku," ucap Vanya sambil tersenyum kepada James.


"Eh? Benarkah? Hore! Aku merasa sangat senang mendengarnya," sahut James sambil tersenyum gembira.


James lalu mendekati Vanya dan duduk di atas ranjang pasien. Kemudian, ia tiba-tiba memeluknya, "Terima kasih karena kamu sudah mau menerima kekuranganku. Aku berjanji akan selalu melindungimu ke depannya bahkan hingga selamanya. Aku harap hubungan kita bertahan lama sampai akhirnya bisa mengucapkan janji suci pernikahan," ucapnya dengan penuh harap.


"Ya, semoga saja seperti itu," jawab Vanya singkat sambil memeluk James kembali.


"Pft! Aku hanya bercanda. Aku juga berharap hubungan kita bisa bertahan hingga maut memisahkan kita," sahut Vanya sambil tersenyum.


James pun tersenyum manis setelah mendengar jawaban dari Vanya. Ia lalu memeluknya kembali, "Terima kasih karena kamu sudah mau menerimaku apa adanya," ucapnya.


Kemudian, Vanya pun memeluknya kembali dengan erat, "Seharusnya aku yang harus mengucapkan banyak terima kasih kepadamu karena kamu selalu menyelamatkan nyawaku," ucap Vanya.


Momen haru ini pun terjadi selama beberapa saat. Mereka berdua saling mengucapkan terima kasih karena merasa keduanya saling memiliki arti penting bagi kehidupannya masing-masing. Tiba-tiba, terdengar ada suara seorang wanita yang mengetuk pintu kamar tempat Vanya dirawat.

__ADS_1


Tok tok tok!


"Permisi! Bolehkah saya masuk? Saya suster yang bertugas untuk memeriksa keadaan pasien," ucap seorang Suster.


***


BERSAMBUNG.....



โ— LIKE๐Ÿ–’ dan tambahkan KOMENTAR๐Ÿ“ฉ agar author rajin update setiap harinya๐Ÿ™


โ— Mohon kritik dan sarannya semua reader๐Ÿ™


โ— Klik FAVORIT โค


โ— VOTE novel ini โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


TERIMA KASIH.....๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2