
PERHATIAN !!!
TERDAPAT ADEGAN 18+ !!!
DI MOHON PARA PEMBACA TETAP BIJAK KETIKA MEMBACANYA !!!
***
Tiba-tiba, Vanya terpeleset dan tercebur ke dalam kolam renang. James pun segera menyelamatkannya. "Apakah kamu baik-baik saja, Sayang?" tanya James yang tidak sadar dirinya masih berwujud merman ketika menolong Vanya.
***
"Aah! Apa ini?" teriak Vanya yang merasa kaki James terasa mempunyai sisik.
James memeluk Vanya dengan sangat erat agar ia tidak tenggelam ke dalam kolam renang. "Kamu tenang saja. Ini aku pacarmu yang tampan. Apa kamu takut melihat sosokku yang seperti ini?" tanya James lagi sambil menyenderkan kepalanya di pundak Vanya.
"Itu . . . mana mungkin aku takut! Aku hanya terkejut melihatmu dalam sosok merman. Ini pertama kalinya aku melihatmu berubah dalam wujud merman sejak pertemuan pertama kita di sebuah kapal pesiar," sahut Vanya.
"Terima kasih kamu sudah mau menerimaku apa adanya. Ngomong-ngomong . . . sudah sekitar tiga bulan, ya, sejak pertemuan pertama kita?" ucap James sambil mencium leher Vanya.
"Iya juga, ya. Sungguh waktu berjalan dengan begitu cepat," sahut Vanya saat belum menyadari tingkah laku James.
"Eh? Kamu . . . kamu jangan bertindak sembarangan, ya!" seru Vanya karena merasa ada sesuatu yang menempel di lehernya lalu tiba-tiba telinganya memerah.
"Sepertinya kamu sagat sensitif bahkan hanya karena sentuhan kecil," goda James sambil terus mencium leher Vanya.
Kemudian, Vanya pun berbalik badan menghadap ke arah James sambil memeluknya dengan erat agar tidak tenggelam ke dalam kolam renang. "Berhenti, nggak?" teriak Vanya.
"Haah! Apakah kamu tidak ingin di sentuh olehku? Eh? Tunggu dulu! Jadi, kamu sudah sembuh dari traumamu?" Tiba-tiba James teringat dengan kejadian Vanya yang menolak di sentuh olehnya.
"Trauma apanya? Aku baik-baik saja, kok," sahut Vanya.
__ADS_1
"Tadi kamu sama sekali tidak mau di sentuh olehku. Lalu, sekarang kamu sudah baik-baik saja. Namun, syukurlah jika kamu memang sudah merasa baikan. Aku sangat senang melihatny," sahut James.
"Ooh . . . kejadian yang tadi itu. Emm . . . tadi aku mememang merasa ketakunan. Namun, setelah tertidur pulas, aku sudah merasa baikan sekarang. Kamu jangan khawatir. Kejadian, yang tadi belum seberapa dari pada kejadian yang pernah aku alami sebelumnya. Aku hanya sangat ketakutan karena kesucianku hampir saja terenggut," sahut Vanya.
"Bagaimana jika aku yang melakukannya? Apakah kamu akan menolak?" tanya James secara tiba-tiba.
"Melakukan apa maksudmu?" Vanya balik bertanya kepada James.
"Sudahlah lupakan! Anggap saja aku tidak berbicara apa pun barusan," sahut James sambil memasang raut wajah masam.
"Pfft! Kamu boleh melakukannya asalkan kita sudah menikah," ucap Vanya sambil tersenyum.
"Kalau begitu mari kita segera menikah!" pinta James dengan semangat.
Tiba-tiba, Vanya mencubit pipinya James. "Jangan berpikir terburu-buru seperti itu hanya karena nafsu sesaat. Kita juga akan menikah saat semua masalah yang kita hadapi ini sudah selesai. Bukankah kamu juga disibukkan dengam film terbarumu," ucap Vanya.
"Iya iya. Lagi pula aku hanya bercanda. Kenapa kamu malah menasehatiku seperti itu?" gerutu James.
"Kamu jangan mengejekku! Emm . . . apakah kamu mau belajar berenang?" tanya James.
"Belajar berenang apanya! Ini sudah larut malam. Sebaiknya kita segera tidur," sahut Vanya yang tiba-tiba teringat kejadian saat ia dan James berciuman di dalam lautan walau sebenarnya James hanya memberikan napas buatan untuknya.
"Haah! Baiklah kalau begitu. Namun, kita tidur bersama ya, Sayang," pinta James sambil memegang pipi Vanya.
Raut wajah Vanya pun memerah seketika. "Ti . . . tidur saja sendiri-sendiri!" sahut Vanya dengan gugup.
"Pffft! Aku hanya bercanda. Kamu jangan berpikiran ke arah itu, ya," goda James.
"Aku tidak berpikir ke sana! Heh! Kamu jangan menggodaku seperti itu," teriak Vanya kesal.
"Kalau begitu, mari kita lakukan sedikit pemanasan berenang," ucap James.
__ADS_1
Vanya tidak mengerti apa maksud dari ucapan James barusan. Namun, tiba-tiba James menariknya ke dalam air hingga ke dasar kolam renang sambil mencium bibirnya. Vanya menatap James dengan sorotan mata terkejut. Ia tidak menduga James akan melakukan hal tersebut.
***
BERSAMBUNG.....
โ LIKE๐ dan tambahkan KOMENTAR๐ฉ agar author rajin update setiap harinya๐
โ Mohon kritik dan sarannya semua reader๐
โ Klik FAVORIT โค
โ VOTE novel ini โโโโโ
TERIMA KASIH.....๐๐๐
\*\*\*
*******IKLAN PROMOSI !!!!!
SAMBIL MENUNGGU KELANJUTAN DARI NOVEL SAYA INI, MARILAH BACA KARYA REKOMENDASI DI BAWAH INI !!!! JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN MEMBACA SETIAP EPISODENYA KARENA ALURNYA SANGAT MENARIK UNTUK DI BACA !!! DI JAMIN TIDAK AKAN MENYESAL !!! JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN FAVORITNYA !!!
Author : Arandiah
Judul Karya : My Fierce Wife
__ADS_1