
"Saya . . . Vanya Apride, Tuan Haolin. Saya . . . temannya James," jawab Vanya dengan gugup sampai salah menjawab pertanyaan Ayah James.
James sangat terkejut mendengar jawaban Vanya. Begitu pula dengan ibunya James dan ayahnya James. Ayahnya James pun terkekeh melihat calon menantunya yang dilanda gugup itu.
"Pft! Kamu tidak perlu berbohong seperti itu. Saya sangat mengetahui putra saya ini jarang sekali membawa seorang wanita ke acara penting seperti ini. Karena kamu dibawa oleh James kemari, hal itu menandakan kamu mempunyai hubungan yang spesial dengannya," ucap Ayah James.
"Benar itu, Ayah. Aku membawa Vanya kemari untuk diperkenalkan kepada semua orang. Benar kan, Sayang?" sahut James sambil menggandeng tangan Vanya.
Vanya hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada kekasihnya sebagai jawaban atas ucapan James barusan.
"Hoho! Mari kita mulai pestanya!" ucap ibunya James tiba-tiba untuk mencairkan suasana.
***
Pesta pun berlangsung dengan meriah. Vanya mengikuti ibunya James untuk berbincang dengan tamu wanita lainnya, sedangkan James mengikuti ayahnya untuk berbincang dengan para tamu pria.
"Nak! Mari Mama kenalkan dengan putri kembar Mama. Ayo ke sebelah sini!" ajak Ibunya James.
"Eh? Baik Nyonya Haolin," sahut Vanya yang kebingungan karena tidak tahu harus menjawab apa.
Ibunya James yang sudah berjalan terlebih dahulu pun kembali berbalik dan menengok ke arah Vanya. "Pft! Kamu jangan memanggilku Nyonya Haolin. Namun, panggillah aku Mama saja, ya," ucap ibunya James sambil menahan tawanya.
"Eh? Iya Ma ...," jawab Vanya dengan gugup.
"Kalau begitu ayo sini, Nak!" ajak ibunya James.
Vanya pun mengikuti ibunya James. Mereka lalu menuju sebuah ruangan yang hanya terdapat tamu wanita. Dua orang anak remaja perempuan tiba-tiba berlari menghampiri ibunya James.
__ADS_1
"Halo Ma! Eh? ini siapa, Ma?" tanya kedua Anak remaja perempuan dengan serentak.
"Ini calon kakak ipar kalian, Sayang. Nak Vanya perkenalkan ini kedua putri kembar Mama. Ini Angelina Firtsy Haolin dan Angela Thuersy Haolin. Ayo Sayang sapa Kak Vanya, ya," sahut ibunya James.
"Eh? Kakak ipar? Wah . . . Kak Vanya benar-benar seorang wanita yang cantik. Apakah kakak akan menjadi istri dari Kak James?" tanya Angela tiba-tiba.
"Hush! Kak Vanya ini terlihat masih sangat muda. Mana mungkin dia mau menikah di usia dini. Iya kan, Kak?" sahut Angelina.
Vanya pun tidak bisa menahan tawanya. Ia berusaha menutupi mulutnya dengan telapak tangannya. "Kalian ini tahu betul, ya, urusan orang dewasa," ucap Vanya sambil tersenyum.
"Hehe! Maaf kami sangat penasaran Kakak," sahut Angela.
***
Dari kejauhan, seorang wanita mengenakan pakaian petugas kebersihan sedang mengawasi Vanya. Ia lalu menghubungi seseorang menggunakan sebuah alat telewicara yang terpasang ditelinganya.
"Baik Nona Jasmine!" sahut seorang Pria bertubuh kurus dan tinggi dari sudut lain di dalam ruangan pesta.
Sebelum orang suruhan wanita tersebut menghampiri Vanya, tiba-tiba seorang pria mengenakan pakaian pelayan menyodorkan sebuah kue kepada Vanya. "Halo para Nona! Nyonya Haolin! Ini saya mengantarkan sebuah cake sebagai dessert. Nah, ini untuk Nona!" ucap Pria tersebut menyodorkan sebuah kue kepada Vanya.
Wanita berpakai petugas kebersihan itu diam-diam memperhatikan seorang pria berbaju pelayan yang tiba-tiba menghampiri Vanya. "Dari gerak-geriknya pria itu terlihat mencurigakan," gumam Wanita tersebut.
Vanya pun mengambil kue yang disodorkan oleh pria tersebut. Begitu pula dengan Angelina dan Angela juga antusias mengambil kue yang terlihat menggugah selera tersebut. "Em! Kue ini sangat enak!" sahut Angela.
"Kamu ini, tahunya makan aja," ucap Angelina.
"Ya nggak papa lah. Kue ini kan emang beneran enak," sahut Angela.
__ADS_1
"Sudah-sudah! Kalian berdua jangan bertengkar di sini." Ibunya James melerai kedua putrinya yang mulai beradu mulut.
Tiba-tiba, Vanya merasa kepalanya sedikit pusing setelah melahap habis satu buah kue pemberian pelayan pria tersebut. Ia lalu meminta izin kepada ibunya James untuk pergi ke toilet. "Ma! Saya izin ke toilet terlebih dahulu, ya!" ucap Vanya.
"Oh? Ya sudah, kamu pergi dulu sana!" sahut ibunya James sambil tersenyum.
***
Saat berada di dalam toilet, kepala Vanya semakin terasa pusing. Ia tiba-tiba merasa suhu tubuhnya bertambah panas. Ia pun lalu berusaha berjalan keluar dari dalam toilet sambil memegangi kepalanya.
"Ah! Kenapa kepalaku terasa pusing sekali?" ucap Vanya sambil memegangi kepalanya.
Dua orang pria bertubuh kekar pun datang menghampiri Vanya dari belakang. Mereka lalu membius mulut Vanya menggunakan sebuah sapu tangan. "Umh! Umh! Umh!" Vanya pun seketika langsung pingsan tak sadarkan diri.
***
BERSAMBUNG.....
โ LIKE๐ dan tambahkan KOMENTAR๐ฉ agar author rajin update setiap harinya๐
โ Mohon kritik dan sarannya semua reader๐
โ Klik FAVORIT โค
โ VOTE novel ini โโโโโ
__ADS_1
TERIMA KASIH.....๐๐๐