
James kini sedang menunggu Vanya yang tak kunjung sadarkan diri di rumah sakit. Sudah lima jam Vanya belum sadar, waktu pun sudah menunjukkan pukul lima pagi hari. Sebelumnya, Vanya pingsan dikarenakan insiden kebakaran yang menimpa rumahnya. Kemudian, ia dibawa ke rumah sakit oleh James.
Vanya kini sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. James masih dengan setia menunggu Vanya hingga ia sadarkan diri. Ia memegang tangan gadis yang dicintainya itu sambil menunggu kesadarannya.
"Haah . . . kenapa kamu belum sadar juga? Sudah semalaman aku menunggumu disini," ucap James dengan lirih.
Tok tok tok!
Seseorang datang mengetuk pintu ruangan dimana Vanya di rawat. James lalu menghampiri pintu untuk membukanya. Ternyata sahabatnya datang untuk mengunjunginya.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Tomi yang baru saja datang ke rumah sakit.
"Mari masuk ke dalam!" ajak James kepada Tomi.
***
Mereka pun lalu masuk ke dalam ruangan. Mereka melihat Vanya yang masih terbaring lemah di atas ranjang pasien. Tomi memerhatikan sahabatnya yang sepertinya tidak tidur semalaman karena mengkhwatirkan gadis yang dicintainya.
"Pulanglah dulu dan istirahat! Aku akan menyuruh orang kita untuk menjaga di depan pintu masuk agar tidak ada penyusup yang berani masuk ke sini," pinta Tomi pada James.
"Aku masih ingin disini sampai dia sadar," jawab James lalu duduk di kursi yang berada di samping ranjang pasien.
Kemudian, James memegangi tangan Vanya dan menciumnya. Ia lalu memandangi gadis yang tengah terbaring lemah itu dengan tatapan penuh kesedihan. Tiba-tiba, tangan Vanya bergerak. James lalu melepaskan tangannya. Ia lalu memberitahu Tomi bahwa Vanya sudah sadar dengan raut wajah gembira.
__ADS_1
"Tomi! Vanya sudah sadarkan diri!" teriak James sambil tersenyum.
"Wah, benarkah? Aku ikut senang mendengarnya," jawab Tomi.
Vanya pun perlahan membuka matanya. Ia lalu memerhatikan sekelilingnya dan matanya tiba-tiba tertuju pada pria yang tengah berada di kursi dekat ranjang pasien. Vanya sangat terkejut melihat James yang berada disana. Kemudian, ia bangun dari ranjang pasien dan berusaha melepaskan selang oksigen yang masih terpasang dimulutnya.
"Jangan dilepas! Pakailah dulu sampai nanti dokter datang dan mengizinkannya untuk dilepas," teriak James yang panik karena Vanya berusaha melepas selang oksigennya.
"James terlihat sangat mengkhawatirkanku. Namun, aku bingung kini harus berbicara apa dengannya. Ah! Teleponku. Aku harus memberitahu keadaanku kepada Pricilla terlebih dahulu," batin Vanya.
"Baiklah, aku tidak akan melepasnya. Aku tidak apa-apa. Jadi, kamu jangan khawatir. Emm . . . dimana teleponku? Aku ingin menelepon Pricilla," ucap Vanya sambil melihat meja yang berada di dekat ranjang pasien.
"Hey, wanita tidak tahu diri! Apakah kamu tahu James menemanimu semalaman disini! Lihatlah matanya yang bengkak karena menangis dan begadang semalaman demi dirimu! Kenapa kamu malah mencari orang lain dan sama sekali tidak mempedulikannya?" teriak Tomi secara tiba-tiba karena kesal.
"Lalu, kamu dimatanya dianggap sebagai apa, hah? Aku sarankan kamu tidak perlu cape-cape mengurusi wanita yang bahkan tidak mau menerima kekuranganmu!" teriak Tomi yang masih kesal dengan tingkah Vanya.
"Sebaiknya anda keluar dulu! Saya ingin berbicara empat mata dengan James," pinta Vanya sambil menatap Tomi.
"Haah! Baiklah, aku akan keluar. Namun, awas saja jika kamu berani-beraninya menyakiti hati sahabatku lagi!" sahut Tomi sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengah ke matanya lalu menunjuk-nunjuk Vanya dengan kedua jarinya.
"Sudahlah, cepat keluar sana!" pinta James sambil mendorong Tomi hingga ke depan pintu.
Kemudian, Tomi pun akhirnya keluar dari ruangan tersebut. Di dalam ruangan hanya tersisa James dan Vanya. Vanya lalu menatapnya, tetapi ia tidak mengatakan apa pun kepada James.
__ADS_1
***
BERSAMBUNG.....
โ LIKE๐ dan tambahkan KOMENTAR๐ฉ agar author rajin update setiap harinya๐
โ Mohon kritik dan sarannya semua reader๐
โ Klik FAVORIT โค
โ VOTE novel ini โโโโโ
TERIMA KASIH.....๐๐๐
******IKLAN PROMOSI !!!!!!
SAMBIL MENUNGGU KELANJUTAN DARI NOVEL INI, BACALAH KARYA REKOMENDASI DI BAWAH INI !!! JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN SETIAP EPISODENYA KARENA ALURNYA SANGAT MENARIK UNTUK DIBACA !!! DI JAMIN TIDAK AKAN MENYESAL !!! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE DAN FAVORITNYA !!!
Author : Yanktie Ino
Judul Karya : KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
__ADS_1