Pacarku Seorang Merman Tampan

Pacarku Seorang Merman Tampan
BAB 33 - Suara Aneh


__ADS_3

Setelah membaca kata-kata tersebut, ia tiba-tiba melompat ke tempat tidurnya. Ia lalu menutupi seluruh badannya menggunakan selimut. Badannya kini gemetar ketakutan dan tidak bisa berkata apa pun setelah melihat kejadian aneh yang menimpanya.


***


"Hmm . . . apa . . . bayangan hitam tadi adalah makhluk halus? Iih!" pikir Jasmine merinding.


"Ah! Mana mungkin ada makhluk seperti itu dikamarku." Jasmine berusaha menghilangkan rasa takutnya dengan cara tetap berpikir positif.


Karena merasa lelah, lama-kelamaan Jasmine pun akhirnya tertidur kembali. Pagi hari yang cerah pun akhirnya tiba. Jasmine bergegas ke kamar mandi karena ada jadwal syuting iklan pada pagi hari ini.


"Aaah!" Jasmine berteriak histeris. Ia sangat terkejut ketika bercermin di kamar mandi, lalu tak sengaja melihat sisik yang masih menempel diwajahnya.


"Bagaimana ini? Apakah ini bisa di lepas?" Jasmine kemudian berusaha melepaskan sisik tersebut.


"Aah! Kenapa ini masih tidak bisa lepas? Kenapa rasanya sisik ini seperti benar-benar tumbuh di kulitku?" Jasmine kebingungan karena sisik yang menempel diwajahnya tak kunjung bisa di lepas.


"Oh? Tulisan di cermin riasku semalam . . . apa itu benar-benar kenyataan?" Jasmine menduga-duga penyebab tumbuhnya sisik diwajahnya.


"Aah! Mana mungkin? Mana mungkin di dunia ini ada kutukan seperti itu?" teriak Jasmine histeris.


"Jangan-jangan Si Vanya mengirimiku guna-guna. Tapi . . . dia kan tidak tahu semua kebenarannya. Apa mungkin . . . ada makhluk gaib yang melindunginya." Ucapan Jasmine kini mulai terdengar aneh.


"Eh? Apa yang aku pikirkan? Sekarang bukan saatnya membahas hal mustahil seperti itu. Yang harus aku pikirkan adalah bagaimana aku syuting iklan dengan wajah seperti ini. Jika aku membatalkannya, aku sudah terlanjur menerima uangnya. Jika aku datang, aku pun akan dibuat malu karena wajahku seperti ini. Sebaiknya aku kembalikan saja semua uangnya dari pada aku harus menelan malu," ucap Jasmine sambil memperhatikan wajahnya yang ditumbuhi beberapa sisik di cermin kamar mandi.


***


Di rumah James ....


James kini sedang mencukur kumis tipisnya sambil bercermin di depan cermin kamar mandinya. Ia masih memikirkan suara aneh yang dia dengar semalam di kamar Jasmine. "Aku rasa . . . suara aneh semalam seperti suara seorang perempuan. Haah .... Sebenarnya siapa dia? Dari aura yang aku rasakan, auranya sungguh benar-benar kuat," pikir James sambil menghela napas panjang.


Di dalam kamar Vanya ....


Vanya kini sedang mandi di dalam kamar mandi kamarnya.Tiba-tiba, ada sebuah suara aneh yang memanggil-manggil namanya. "Vanya! Menantuku! Kamu sungguh seorang gadis kuat dan berhati baik. Aku akan dengan senang hati merestui hubunganmu dengan James," ucap suara aneh tersebut dengan lemah lembut.

__ADS_1


"Aah! Hantu!" Vanya pun berteriak lalu segera keluar dari kamar mandi menggunakan sebuah piyama.


Kemudian, Vanya berlari keluar dari kamarnya. James pun segera keluar dari kamar mandi karena mendengar Vanya yang tiba-tiba berteriak. Ia lalu bergegas keluar dari kamarnya dan hanya mengenakan celana panjang tanpa sebuah pakaian atasan. Vanya pun tidak sengaja menabrak James yang tiba-tiba datang menghampiri kamarnya.


"Brug!"


"Tenang dulu! Kenapa kamu berteriak seperti itu?" tanya James sambil memeluk Vanya karena melihat raut wajahnya yang tengah ketakutan.


Kemudian, Vanya pun mendorong James yang tengah memeluknya secara perlahan dan melihat ke arah wajahnya. "Aku . . . mendengar suara seorang perempuan yang memanggil namaku ketika aku sedang mandi. Di rumah ini kan tidak ada seorang pun perempuan kecuali aku. Jadi, aku kira itu adalah suara hantu," sahut Vanya.


"Mungkin kamu terlalu kelelahan karena belum sepenuhnya sembuh. Jadi, sebaiknya hari ini kamu beristirahatlah terlebih dahulu dan jangan pergi ke mana-mana," pinta James sambil tersenyum manis.


"Aku serius James! Suara itu memanggilku seperti ini, 'Vanya! Menantuku!' " Vanya pun mempergakan bagaimana suara aneh tersebut memanggil namanya.


"Pft!" James malah menahan tawanya melihat Vanya yang memperagakan ucapan dari suara aneh tersebut.


"Kamu! Dasar Nyebelin!" seru Vanya dengan raut wajah kesal sambil memalingkan wajahnya dari pandangan James.


"Pft! Aku minta maaf. Aku tidak mempunyai maksud untuk meledekmu. Namun, di rumah ini memang belum pernah ada seorang pun yang di teror oleh hantu. Jadi, aku merasa lucu ketika melihatmu ketakutan karena hal tersebut," sahut James yang masih menahan tawanya.


"Aw, sakit!" seru James sambil memegangi hidungnya.


"Itu adalah balasan karena kamu me .... Eh? Aah! Kenapa kamu tidak pakai baju? Cepat sana pergi ke kamarmu lalu pakai bajumu?" Vanya menghentikan kalimat ucapannya yang pertama karena menyadari James tidak mengenakan pakaiannya. Ia lalu berbalik sambil menutup kedua bola matanya menggunakan telapak tangannya.


"Harusnya kamu senang karena bisa melihat otot-ototku. Biasanya kebanyakan wanita sangat menyukai ketika melihat hal ini," ucap James sambil memeluk Vanya dari belakang.


"Aku .... Aku tidak menyukainya!" teriak Vanya dengan gugup.


"Benarkah? Tapi, kalau kamu tidak menyukainya, kenapa daun telingamu ini terlihat sangat merah?" sahut James sambil berbisik di dekat telinga Vanya.


"Lepasin, nggak! Aku mau ke kamar dulu," seru Vanya sambil melepaskan tangan James yang memeluknya.


James pun hanya memperhatikan gadis yang dicintainya itu kembali berlari memasuki kamarnya. Ia kini mulai berpikir apakah suara aneh yang meneror Vanya adalah suara yang sama dengan yang dia dengar. Dia lalu kembali ke dalam kamarnya dan mengenakan bajunya. Kemudian, James menggunakan kekuatannya untuk teleportasi ke ruangan rahasia miliknya yang berada di area halaman belakang.

__ADS_1


***


Ruangan rahasia di area halaman belakang ....


Kemudian, James menghampiri sebuah rak buku berukuran besar yang terdapat di dalam ruangan tersebut. Rak buku tersebut adalah rak yang berisi berbagai buku mengenai berbagai macam sihir dan hal-hal gaib yang tidak dipercayai oleh manusia biasa. Namun, buku-buku tersebut sangat berguna bagi mereka yang bukan seorang manusia biasa. Seperti James yang merupakan seorang merman.


Ia lalu mencari beberapa informasi yang berhubungan dengan bisikan aneh. Dia membuka buku tersebut helai demi helai tanpa terlewat sedikit pun. Ia pun akhirnya menemukan sebuah informasi yang memberikan sedikit titik terang terhadap permasalahan bisikan aneh.


"Hmm .... 'Jika mempunyai sebuah cermin yang disebut dengan nama Cermin Waktu, kau akan dapat memperhatikan seseorang yang ingin kau awasi dari kejauhan tanpa harus mengikutinya secara langsung. Bukan hanya mengawasi saja, kau juga bisa mengirimkan suaramu pada target yang sudah kau tentukan.' " James sedang membaca buku yang berisi tentang informasi bisikan aneh.


"Nah, ini dia! Cermin Waktu. Namun, bagaimana bentuknya cermin tersebut tidak disebutkan disini. Haah! Sialan! Siapa sebenarnya yang berani mengawasiku dan Vanya," umpat James dengan kesal.


"Kurang ajar kau, Nak! Berani-beraninya kau menghina ibu kandungmu sendiri!" teriak suara aneh tersebut dengan nada orang yang sedang marah.


"Apa? Ibu kandung? Bukankah ibuku sudah meninggal saat bencana alam yang menimpa lautan tempat tinggalku dua puluh tiga tahun yang lalu?" tanya James pada suara aneh yang asalnya pun tidak ia ketahui.


"Haha! Rupanya ayahmu dulu tidak menceritakan semuanya. Hiks! Aku sangat ingin bertemu denganmu, Nak. Aku sudah lama hanya memperhatikanmu dari balik Cermin Waktu milikku ini," sahut suara aneh tersebut.


"Kalau begitu, tunjukkanlah wujud aslimu sekarang!" teriak James pada suara aneh tersebut.


***


BERSAMBUNG.....



โ— LIKE๐Ÿ–’ dan tambahkan KOMENTAR๐Ÿ“ฉ agar author rajin update setiap harinya๐Ÿ™


โ— Mohon kritik dan sarannya semua reader๐Ÿ™


โ— Klik FAVORIT โค


โ— VOTE novel ini โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†

__ADS_1


TERIMA KASIH.....๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2