Pacarku Seorang Merman Tampan

Pacarku Seorang Merman Tampan
BAB 12 - Berita Kasus Pembunuhan


__ADS_3

Tiba-tiba, seorang wanita cantik dan bertubuh langsing menghampiri Vanya yang baru saja datang. Ia lalu mencela Vanya karena ia menggunakan tongkat. Lalu, ia pun tiba-tiba merebut tongkat yang digunakan Vanya untuk berjalan.


"Oh .... Ternyata seorang wanita pela*ur sudah mendapatkan karmanya," sindir Wanita bertubuh langsing itu sambil menatap Vanya yang berjalan menggunakan tongkat.


Pricilla sangat marah karena wanita bertubuh langsing itu telah menghina sahabatnya. "Apa maksud dari ucapanmu itu Isabella?" bentak Pricilla.


"Aduh aduh ... apa kamu tidak tahu, sahabatmu ini telah menggoda kekasihku ketika bekerja paruh waktu di kapal pesiar," hina Isabella.


"Hah? Menggoda? Mungkin kamu yang telah merebut kekasihnya. Aku tempo hari melihatmu bersama dengan kekasih Vanya. Haha! Dijadikan wanita selingkuhan saja bisa bersikap begitu sombong." Pricilla menghina balik Isabella.


"Kamu .... " tiba-tiba Isabella mengambil tongkat yang digunakan oleh Vanya.


"Hey! Aku sengaja tidak membalas ucapanmu karena tidak mau berdebat. Cepat kembalikan!" teriak Vanya pada Isabella yang telah mengambil tongkatnya.


Isabella lalu melemparkan tongkat yang digunakan oleh Vanya, "Ups . . . tuh ambil sendiri! Masih bisa kan berjalan dengan satu kaki," ejek Isabella.


"Kamu .... Hahh! Sudahlah tidak perlu meladeni ucapannya," ucap Vanya yang berusaha mengambil tongkatnya sambil berjalan berjinjit-jinjit.


"Vanya biarkan aku saja yang mengambilnya," desak Pricilla sambil menghentikan langkah sahabatnya.


"Wah, sungguh sebuah persahabatan yang mengharukan," ejek Isabella sambil menutupi mulitnya menggunakan telapak tangannya.


Pricilla telah membawakan tongkat milik Vanya yang dilempar oleh Isabella. Kemudian, ia tiba-tiba menghampiri Isabella dan berniat untuk memukuknya. Namun, Vanya bertindak cepat menghentikan sahabatnya yang dipenuhi emosi itu tanpa memedulikan luka dikakinya.


"Sudah Pricilla! Jangan pedulikan ucapannya!" pinta Vanya pada Pricilla sambil menarik lengannya.


"Hah! Apa tindakannya itu masih bisa dibiarkan?" keluh Pricilla.


"Kalau berani ke sini! Masa tiba-tiba berhenti seperti itu," tantang Isabella pada Pricilla.


Pricilla pun semakin emosi sampai ingin menyumpal mulut wanita tidak tahu malu tersebut. Namun, tiba-tiba bel tanda mata kuliah pertama telah berbunyi. Isabella pun bergegas pergi meninggalkan Vanya dan Pricilla. Pricilla menatap Isabella yang telah pergi dengan tatapan penuh amarah. Ia masih tidak terima atas apa yang telah dilakukan wanita itu.


***


Vanya dan Pricilla lalu berjalan terburu-buru agar tidak telat memasuki kelas pertama mereka. Pricilla pun membantu sahabatnya berjalan agar tidak terlambat memasuki kelas. Selama perjalanan menuju ke kelas, Vanya menceritakan semua hal yang telah ia alami kemarin hingga membuat kakinya terluka dan terpaksa menggunakan tongkat.


Pricilla pun terbawa emosi setelah mendengar cerita dari sahabatnya. Kemudian, ia menyarankan agar Vanya menjauhi James. Namun, Vanya menolak saran dari sahabatnya itu.

__ADS_1


"Aku . . . tidak mau menjauhinya! Justru akan sangat menguntungkan jika James bisa melindungiku dengan status dan kekuasaannya. Seperti kata pepatah 'Persembunyian terbaik ada di tempat yang paling berbahaya'," ucap Vanya sambil menggelengkan kepalanya.


"Kata pepatah dari mana yang kamu kutip itu hah? Ataukah kamu juga tertarik pada James seperti dia yang tertarik padamu?" tanya Pricilla pada sahabatnya.


"Itu . . . tidak mungkin! Mana mungkin aku menyukainya! Aku menyukainya hanya sebatas penggemarnya saja," teriak Vanya dengan wajahnya yang tiba-tiba memerah.


"Hoho! Penggemar apa penggemar?" goda sahabatnya itu sambil menyenggol tangan Vanya.


"Ya penggemar lah! Terus menurutmu apa memangnya?" ucap Vanya sambil memalingkan wajahnya dan tidak berani menatap sahabatnya.


"Jika kamu memang menyukainya aku sih akan mendukungmu. Asalkan kamu bahagia, aku sebagai sahabatmu akan merasa bahagia juga." Pricilla menatap sahabatnya itu sambil tersenyum. Vanya tersenyum kembali sebagai jawaban atas apa yang diucapkan sahabatnya itu.


****


Akhirnya Vanya dan Pricilla pun telah sampai ke depan kelas mereka. Beruntung dosen belum datang ke kelas tersebut. Vanya dan Pricilla lalu duduk di kursi yang masih kosong. Dari kejauhan, Isabella menatap sinis Vanya yang berjalan menuju kursi kosong. Vanya hanya menghiraukan tatapan dari Isabella yang memancing emosi tersebut.


Seorang dosen wanita pun memasuki ruangan. Dia lalu memaparkan materi sebentar dan menyuruh mahasiswanya mengerjakan sebuah tugas. Tugas tersebut harus dikumpulkan sebelum jam pelajaran hari ini berakhir.


Bel tanda pelajaran berakhir pun telah berbunyi. Semua siswa diharuskan sudah mengumpulkan tugasnya. Setelah semua tugas mahasiswa terkumpul, dosen tersebut tiba-tiba memberikan sebuah peringatan kepada para mahasiswanya agar berhari-hati saat keluar pada malam hari.


"Memangnya ada insiden apa, Bu?" tanya salah seorang mahasiswa.


"Ada sebuah kejadian pembunuhan yang sering terjadi akhir-akhir. Namun, kasus pembunuhan ini sedikit aneh. Di mana mayat yang ditemukan semuanya mengalami luka di bagian dada sebelah kiri. Setelah mayat korban di otopsi, ternyata jantung di tubuh korban sudah tidak ada ditempatnya lagi. Lalu, kejanggalan lain dari kasus ini adalah setiap korban pembunuhan latar belakang identitasnya merupakan seorang pembunuh, pencuri, penipu, dan koruptor. Kesimpulannya hanya orang-orang berlatar belakang kriminalitaslah yang menjadi korban dari pembunuhan berantai ini," papar Dosen Wanita pada semua mahasiswa di ruangan kelasnya.


"Apa pembunuhan itu perbuatan 'Merman'?" teriak Vanya sambil berdiri dari tempat duduknya secara tiba-tiba. Vanya tiba-tiba teringat dengan sebuah situs web online yang ia baca beberapa hari sebelumnya. Situs tersebut menjelaskan tentang ciri-ciri 'Merman' dan berita merman yang telah membunuh manusia secara brutal.


Semua mahasiswa di ruangan kelas tersebut sontak menertawakan Vanya karena kata-katanya tersebut.


"Apa dia penggemar cerita dongeng anak-anak?"


"Haha! Mana ada 'Merman' di zaman modern begini?"


"Sungguh tingkah yang kekanak-kanakan," ledek semua rekan mahasiswa yang sekelas dengan Vanya.


"Aish! Mengapa aku malah berbicara seperti ini. Aku ternyata masih sangat penasaran dengan merman. Sebaiknya apa aku cari tahu lebih dalam lagi, ya. Namun, keseharianku saja sudah sangat sibuk dan tidak ada waktu mengurusi hal itu. Emm . . . karena selalu bersama James yang aku curigai adalah merman mungkin aku bisa menemukan petunjuk," gerutu Vanya dalam hatinya.


Vanya pun merasa malu karena telah mengucapkan hal yang tidak masuk akal. Ia kemudian kembali duduk dikursinya. Pricilla yang berada disebelahnya pun menahan tawa melihat tingkah aneh dari sahabatnya itu.

__ADS_1


"Kalau ingin tertawa, silahkan tertawa sepuasnya," gerutu Vanya melihat sahabatnya yang menahan tawa.


"Hahaha! Maaf aku tidak bisa menahan untuk tidak tertawa. Sebenarnya habis nonton film apa kamu semalam?" oceh Pricilla pada sahabatnya yang sedang menatapnya dengan kesal.


"Sabar Van. Aku minta maaf karena telah menertawakanmu. Namun, aku penasaran pada suatu hal. Apa kepalamu itu terbentur sangat keras semalam sehingga ucapanmu jadi ngelantur kaya gini?" goda Pricilla pada sahabatnya lagi.


"Terserah kamu deh mau ngomong apa pun. Aku nggak peduli!" jawab Vanya dengan ketus.


"Haha! Iya iya aku nggak akan ngeledek kamu lagi. Udah dong jangan ngambekan kaya gitu," ucap Pricilla pada sahabatnya yang tengah merajuk.


****


Pelajaran di awal semester baru pun telah berakhir. Semua mahasiswa pulang ke rumahnya masing-masing. Pricilla berniat mengantarkan Vanya pulang ke rumahnya karena merasa kasihan melihat sahabatnya yang sedang terluka. Namun, tiba-tiba sebuah mobil mewah yang mengantarkan Vanya pagi hari tadi sudah terparkir di depan universitas. Semua mahasiswa yang lewat di sekitar pun memandangi mobil mewah tersebut dengan tatapan kagum.


***


BERSAMBUNG.....


โ— LIKE๐Ÿ–’ dan tambahkan KOMENTAR๐Ÿ“ฉ agar author rajin update setiap harinya๐Ÿ™


โ— Mohon kritik dan sarannya semua reader๐Ÿ™


โ— Klik FAVORIT โค


โ— VOTE novel ini โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


TERIMA KASIH.....๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™



SAMBIL MENUNGGU KELANJUTAN DARI NOVEL INI, JANGAN LUPA BACA KARYA REKOMENDASI DI BAWAH INI !!! JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN SETIAP EPISODENYA KARENA ALURNYA SANGAT MENARIK UNTUK DIBACA !!!


Author : Pipih Permatasari


Judul Karya : AKU TIDAK JELEK (YOU'RE SO PREETTY)


__ADS_1


__ADS_2