Pacarku Seorang Merman Tampan

Pacarku Seorang Merman Tampan
BAB 23 - Insiden Kebakaran


__ADS_3

Bertempat di kediaman rumahnya, kini Vanya sedang duduk di ruang keluarga sambil menatap foto keluarga. Waktu di jam dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Ia tidak berangkat ke tempat kerjanya hari ini karena tiba-tiba jatuh sakit setelah tiga hari berturut-turut bekerja hingga dini hari.


Vanya menghela napas dalam. Sekarang dipikirannya terdapat berbagai pertimbangan. Ia merasa sangat kebingungan. Ia tak tahu apakah hubungannya dengan James akan dilanjutkan atau berakhir begitu saja karena James bukanlah seorang manusia.


"Haah . . . sudah tiga hari aku tidak bertemu dengannya," ucap Vanya dengan lirih.


"Hari-hariku seperti terasa ada yang kosong karena ia tidak mengisinya dengan gurauannya," ucap Vanya lagi.


"Apakah aku sanggup jika harus mengakhiri hubungan ini begitu saja," ucap Vanya dengan raut wajah sedih.


Duarrrrrrrr!


Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat besar dari arah dapur. Vanya pun bergegas ke arah dapur. Ia sangat terkejut mendapati dapurnya sudah penuh dengan kobaran api.


"Hah! Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?" ucap Vanya sambil berjalan bolak-balik karena terlalu panik.


Lalu, Vanya melihat lagi ke arah dapurnya. Kini api didapurnya sudah semakin membesar, "Ah, teleponku! Aku harus menelepon pemadam kebakaran," ucap Vanya sambil berlari ke kamarnya.


Ia lalu mencari teleponnya. Ia terlebih dahulu mengemasi barang-barangnya dan surat-surat berharga yang ada dirumahnya. Tiba-tiba, ia mendengar suara tetangganya berteriak dari luar rumah.


"Vanya ayo segera keluar!" seru tetangganya.


"Api sudah semakin besar! Cepat keluar!" teriak tetangga lainnya.


Vanya kini masih sibuk mengemasi barang-barangnya. Setelah mengemasi barang-barangnya, ia bergegas keluar dari kamarnya. Namun, langkahnya terhenti karena kayu atap rumahnya tiba-tiba terjatuh dan sudah dipenuhi oleh api.


"Ah! Bagaimana ini? Uhuk! Uhuk! Asap semakin tebal," ucap Vanya yang mulai batuk karena menghirup asap terlalu banyak.


"Ah! Foto ibu dan ayah di ruang keluarga! Aku harus segera mengambilnya." Vanya teringat dengan foto satu-satunya bersama kedua orangtuanya. Ia lalu bergegas mengambilnya dengan cara menerobos api dan asap yang semakin membesar.


***


Di luar rumahnya, tetangganya sangat panik karena Vanya belum kunjung keluar. Sebuah mobil mewah pun berhenti di depan rumahnya Vanya. Mobil tersebut adalah mobilnya James. Semua tetangganya terkejut karena tiba-tiba ada sebuah mobil mewah yang terparkir di depan rumah Vanya. Lalu, orang dalam mobil tersebut turun dengan menggunakan masker dan berjalan menghampiri rumah Vanya.


"Ada apa ini, Bu, Pak?" tanya James yang sudah mulai panik.


"Rumahnya Vanya kebakaran dan dia belum juga keluar," sahut bapak-bapak tetangganya Vanya.


"Apa? Aku harus segera menyelamatkannya," ucap James sambil bersiap-siap menerobos kobaran api yang sudah sangat besar.

__ADS_1


"Jangan, Nak! Biarkan nanti petugas pemadam kebakaran saja yang menyelamatkan Vanya," saran ibu-ibu tetangga Vanya yang berusaha menahan James agar ia tidak masuk.


Namun, James tetap nekad berlari menerobos kobaran api. Ia kesulitan untuk melihat keadaan di dalam rumah Vanya karena asap sangat banyak. Ia lalu mengecek kamarnya Vanya, tetapi Vanya tidak ada di sana. Ia lalu mengecek kamar lainnya.


"Vanya! Di mana kamu? Jika kamu mendengar suaraku, maka berteriaklah! Uhuk! Uhuk!" teriak James dengan panik.


"Haah . . . di mana dia? Aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu hal buruk padanya," ucap James yang kebingungan dan panik.


"Ah! Apa dia ada di ruangan keluarga?" ucap James sambil bergegas ke ruangan keluarga dengan menerobos kobaran api.


Tiba-tiba, James melihat seseorang yang berada di ruangan keluarga sedang duduk sambil memeluk sesuatu. "Vanya? Apakah itu kamu?" tanya James.


Tanpa berpikir panjang, James langsung menerobos kobaran api yang semakin membesar dan atap-atap rumah dari kayu yang perlahan berjatuhan karena di lalap api. Ia begitu terkejut mendapati Vanya sudah pingsan sambil duduk memegang sebuah tas besar dan sebuah foto keluarga.


"Vanya bangun! Vanya! Ku mohon kamu bertahan sebentar saja. Aku akan segera membawamu ke rumah sakit," ucap James sambil menggendong Vanya.


"Bos kami disini! Apakah ada yang bisa kami bantu?" teriak lima orang bawahan James yang datang ke rumah Vanya lalu menerobos masuk ke dalamnya.


"Kemana saja kalian, hah? Apa kerjaan kalian sampai insiden ini bisa terjadi?" tanya James dengan penuh amarah.


"Kami . . . kami habis menangkap pelaku pembakaran ini, Bos. Lalu, kami membawanya ke markas," ucap bawahan James dengan raut wajah ketakutan.


"Nanti kita bicarakan lagi masalah ini. Kalian bawalah tas besar dan foto itu ke rumahku! Lalu, tugaskan beberapa orang untuk mengawasi rumah ini sampai apinya benar-benar padam!" perintah James kepada bawahannya.


***


Kemudian, James membawa Vanya keluar dari rumahnya yang sudah hampir habis terbakar. Para tetangga menatap Vanya yang pingsan dengan perasaan iba. Salah seorang ibu-ibu berambut pendek tiba-tiba menghampiri James yang tengah menggendong Vanya. "Ah! Nak Vanya. Sungguh kasihan sekali dia. Nak, jika nanti Nak Vanya sudah sembuh dan sehat kembali, tolong bawa dia kemari, ya!" pinta ibu-ibu tetangga Vanya kepada James.


"Baik, Bu! Saya permisi dulu mau membawa Vanya ke rumah sakit," sahut James sambil menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat kepada orang yang lebih tua darinya.


"Cepat, Nak! Jangan sampai terjadi apa-apa kepada Nak Vanya," seru ibu-ibu tetangganya Vanya.


***


James lalu membaringkan Vanya di kursi belakang mobilnya. Kemudian, ia segera menancap gas mobilnya dan memacunya dengan sangat cepat. Ia sangat panik dan takut terjadi sesuatu hal buruk yang akan menimpa Vanya.


Sesampainya di rumah sakit, James langsung bergegas memasuki rumah sakit sambil menggendong Vanya. Ia lalu berteriak, "Suster! Dokter! Tolong pasien ini!" teriak James panik.


Seorang perawat laki-laki pun datang membawa sebuah kursi roda, "Tolong dudukkan pasien disini, Mas!" pinta perawat tersebut.

__ADS_1


"Tunjukkan saja dimana ruangannya! Saya sendiri yang akan membawanya ke ruangan tersebut," ucap James.


"Baiklah, Mas. Mohon ikuti saya ke sebelah sini," ucap perawat tersebut menunjukkan jalan.


Vanya lalu di bawa ke ruangan IGD. Seorang dokter dan dua orang suster pun datang ke ruangan tersebut. Dokter itu lalu memeriksa keadaan Vanya secara menyeluruh. "Napasnya terdengar sangat sesak dan tidak beraturan. Suster tolong bawakan tabung oksigen kemari!" pinta dokter tersebut.


"Apakah kondisinya separah itu sehingga memerlukan bantuan tabung oksigen, Dok?" tanya James yang khawatir dan panik.


"Anda tidak perlu cemas, Mas! Pasien akan segera baik-baik saja ketika sudah diberikan bantuan pernapasan menggunakan tabung oksigen," sahut Dokter yang menangani Vanya dengan tenang agar James pun tidak panik melihat kondisi Vanya saat ini.


Seorang suster pun lalu datang kembali ke ruangan tersebut. Ia membawa satu buah tabung oksigen. Dokter yang menangani Vanya pun lalu memasangkan tabung oksigen tersebut kepadanya. Lalu, seorang suster lainnya memasangkan sebuah selang infusan kepada Vanya. Setelah melakukan pemeriksaan kembali kepada Vanya, sang dokter lalu memohon izin kepada James karena hendak keluar dari ruangan IGD.


"Mohon maaf, Mas! Saya permisi dulu karena masih ada pasien lain yang harus segera saya tangani. Jika terjadi sesuatu kepada pasien, saya mohon anda segera menghubungi saya. Nama saya adalah Dokter Edrick. Setelah beberapa menit, nanti akan ada dua orang perawat yang memindahkan Nona ini ke ruang perawatan. Sekali lagi saya mohon pamit undur diri," ucap Dokter yang menangani Vanya dengan sopan.


Kemudian, dokter dan kedua susternya pun pergi meninggalkan ruangan IGD. James menatap wajah Vanya dengan penuh kekhawatiran. Ia memasang raut wajah sedih sambil mererhatikan gadis yang dicintainya tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


"Haah . . . kapan kamu akan segera sadarkan diri," ucap James dengan lirih.


***


BERSAMBUNG.....


โ— LIKE๐Ÿ–’ dan tambahkan KOMENTAR๐Ÿ“ฉ agar author rajin update setiap harinya๐Ÿ™


โ— Mohon kritik dan sarannya semua reader๐Ÿ™


โ— Klik FAVORIT โค


โ— VOTE novel ini โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


TERIMA KASIH.....๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™



******IKLAN PROMOSI !!!


SAMBIL MENUNGGU KELANJUTAN DARI NOVEL INI, BACALAH KARYA REKOMENDASI DI BAWAH INI !!! JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN UNTUK MEMBACA SETIAP EPISODENYA KARENA ALURNYA SANGAT MENARIK UNTUK DIBACA !!! DI JAMIN TIDAK AKAN MENYESAL !!! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE DAN FAVORITNYA !!!


Author : Mommynya Judy

__ADS_1


Judul Karya : UMPAN MERIAM YANG DICINTAI



__ADS_2