Pacarku Seorang Merman Tampan

Pacarku Seorang Merman Tampan
BAB 21 - Rahasia Sebenarnya Terungkap


__ADS_3

Ia lalu mengulurkan tangannya untuk membuka pintu kulkas tersebut. Tiba-tiba, James sudah berada dibelakangnya dan menghentikan tangan Vanya yang berusaha membuka pintu kulkas tersebut.


***


Beberapa menit sebelumnya ...


James kini sedang mencuci piring. Ia pun menyuruh Vanya untuk diam di kursi meja makan dan menyuruhnya jangan membatunya mencuci piring-piring kotor tersebut. Ia sesekali melihat ke arah meja makan dan melihat Vanya yang sedanh duduk manis disana.


Saat James menengok ke arah meja makan lagi, ia melihat Vanya tidak ada di kursi meja makan tersebut. Ia beranggapan Vanya sedang berjalan-jalan di sekitar rumahnya karena merasa bosan. Tiba-tiba James teringat dengan sebuah tempat yang tidak boleh dikunjungi oleh siapa pun kecuali dirinya dan sahabat yang sangat ia percayai. Bahkan karyawannya pun ia larang untuk memasuki area teraebut.


Tempat tersebut adalah area halaman belakang rumah James. Ia takut Vanya mengunjungi area tersebut dan mengetahui rahasia besarnya. James pun meninggalkan pekerjaan mencuci piringnya dan bergegas ke area halaman belakang.


Ketika sampai di area halaman belakang, betapa terkejutnya ia mendapati pintu ruangan yang menyimpan berbagai rahasianya telah terbuka. James lalu memasuki ruangan tersebut dan melihat Vanya akan membuka sebuah kulkas tua miliknya. James pun segera mengahampiri Vanya dan menggenggam tangannya agar tidak membuka pintu kulkas tersebut.


***


"Jangan dibuka!" pinta James pada Vanya.


"Kenapa aku tidak boleh membukanya?" tanya Vanya sambil menatap James dengan tajam.


"Itu . . . kamu akan ketakutan jika mengetahui isinya nanti," sahut James dengan gugup sambil melepaskan genggaman tangannya.


"Katakan! Sebenarnya rahasia apa yang kamu sembunyikan! Aku masih bisa bersabar jika tidak melihat banyak darah disini," teriak Vanya dengan marah.


"Aku ...." James tidak berani mengatakan rahasianya yang sebenarnya.


"Mengapa aku sampai lupa memperingatkan dia agar tidak datang ke area ini. Sekarang aku harus mulai darimana untuk menjelaskan semuanya. Padahal hubungan kita sudah lebih dekat, tapi sekarang malah jadi seperti ini," gerutu James dalam hatinya.


Vanya hanya menatap James dengan serius tanpa berbicara sepatah kata pun. Ia masih menanti jawaban yang akan dilontarkan oleh James. James pun terlihat bersiap-siap untuk berbicara, "Haah! Baiklah aku akan mengatakan semunya," ucap James sambil menghela napas yang dalam.


Kemudian, James tiba-tiba mengangkat tangan kanannya. Vanya yang melihat tingkah James tersebut merasa bingung dengan hal yang sedang dilakukannya. Tiba-tiba, sebuah rak buku berukuran besar yang berada di ruangan tersebut bergerak dan memperlihatkan bagian belakangnya.


Vanya pun menengok ke arah rak besar yang tiba-tiba bergerak tersebut. Lalu, ia dibuat terkejut dengan sesuatu yang terpampang di belakang rak besar. Hal yang terpampang di belakang rak besar tersebut adalah sebuah lukisan "Merman" yang wajahnya dilukis sangat mirip dengan James. Kemudian, Vanya menatap James dengan raut wajah tak percaya.


"Itulah diriku yang sebenarnya. Sebuah monster yang sangat mengerikan. Mempunyai kaki ikan, bertelinga sirip, seluruh badan seperti ikan, dan mempunyai kuku yang sangat panjang untuk mencakar mangsa. Lalu, darah yang berserakan ini adalah darah dari jantung manusia yang aku kumpulkan. Aku mengumpulkan seribu jantung manusia agar bisa menjadi manusia seutuhnya," ucap James sambil memerhatikan lukisannya dan tak berani menatap wajah Vanya yang kini sedang menatapnya.

__ADS_1



note : gambar ini hanya sebuah ilustrasi untuk mendeskripsikan karakter.


***


Vanya berusaha tidak mempercayai ucapan yang telah James katakan. Namun, itulah kenyataan sebenarnya dari sosok pria tampan yang berada dihadapannya kini. "Haah! Jadi, apakah benar lukisan itu adalah kamu? Lalu, yang berada di dalam kulkas itu adalah jantung manusia?" tanya Vanya yang masih tidak percaya.


"Iya itu adalah aku. Apa sekarang kamu benar-benar takut padaku?" James bertanya balik pada Vanya sambil menatapnya dengan serius.


"Itu . . . memang sebuah hal yang sangat mengejutkan. Aku tidak tahu harus berkata apa sekarang. Aku hanya ingin menenangkan diri terlebih dahulu dan pulang ke rumah," jawab Vanya sambil menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap James kembali.


Kemudian, James mendekati Vanya dan berusaha memegang tangannya. Namun, Vanya menghindar dan mundur beberapa langkah darinya. Vanya masih terdiam dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Ia kini terlarut dalam pemikirannya sendiri.


"Haah . . . aku mengerti. Bahkan sekarang kamu sangat takut untuk dekat-dekat denganku," ucap James dengan lirih.


"Aku . . . meminta waktu seminggu untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Aku akan memberikan sebuah jawaban setelah seminggu berlalu," sahut Vanya sambil menundukkan kepalanya.


"Haah . . . baiklah. Aku hargai pendapatmu. Aku benar-benar memohon maaf karena telah menakutimu dan membohongimu," ucap James sambil menatap Vanya yang menghidari tatapannya.


"Aku permisi dulu. Aku ingin pulang ke rumah sekarang," sahut Vanya sambil berjalan ke arah pintu.


"Aku bisa pulang sendiri!" sahut Vanya singkat tanpa berbalik badan melihat James yang sedang berbicaranya padanya.


***


Kemudian, Vanya pergi meninggalkan rumah James dengan terburu-buru. James pun tidak berani mengejarnya karena tahu saat ini Vanya enggan didekati olehnya. Tiba-tiba, ada seseorang yang datang ke ruangan tersebut.


"James, siapa wanita itu? Tadi dia menabrakku karena berjalan terburu-buru. Terus dia main asal pergi gitu aja tanpa minta maaf," gerutu seorang pria tinggi dan berkacamata.


James masih termenung di depan pintu sambil menengok ke arah Vanya yang telah pergi dari rumahnya. Ia tak menyangka rahasianya akan diketahui secepat ini. James pun hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan dari seorang pria berkacamata yang datang ke ruangan tersebut.


"Woy!" teriak Pria berkacamata itu di samping telinga James.


"Pendengaranku masih bagus. Kamu nggak perlu teriak seperti itu di dekat telingaku," sahut James dengan ketus.

__ADS_1


"Hey! Hey! Jangan berekspresi seperti itu. Sebenarnya ada a ...." Pria berkacamata itu menghentikan ucapannya karena menyadari situasi yang terjadi sekarang ini.


"Eh? Apakah wanita itu adalah wanita yang kau sukai? Terus dia tidak sengaja memasuki ruangan ini dan mengetahui semua rahasiamu! Lalu, dia pergi dengan terburu-buru karena marah padamu yang telah membohonginya." Pria berkacamata itu menebak-nebak situasi yang telah terjadi barusan.


"Tebakanmu tidak sepenuhnya salah, Tomi. Begitulah kejadian yang terjadi barusan. Kini, aku tak tahu harus bagaimana menyikapi masalah ini. Bahkan kedua orangtua angkat yang aku cintai pun tak mengetahui hal ini. Dia meminta waktu seminggu untuk menenangkan dirinya dan setelah itu aku bisa menemuinya kembali. Namun, menurutku itu terlalu lama," sahut James dengan raut wajah agak sedih.


"Jangan turuti ucapannya! Setelah tiga hari temuilah dia kembali untuk meminta maaf dan minta sebuah kejelasan untuk hubungan kalian," saran Tomi sambil menepuk pundak James.


***


Vanya kini sudah sampai dirumahnya. Ia duduk dikamarnya dengan raut wajah yang masih tidak percaya dengan kejadian yang baru saja dia lihat. Dia melamun sambil memerhatikan jam dinding yang terus berputar.


"Haah . . . ternyata James memang seorang 'Merman'. Aku tidak menyangka hal ini sungguh merupakan sebuah kenyataan. Aku awalnya memang menduga dia seorang merman karena sangat mirip dengan orang yang telah menyelamatkanku, tapi setelah mengetahui semuanya kenapa aku tidak bisa menerima kenyataan ini. Apakah karena aku sudah benar-benar menyukainya sehingga tidak bisa menerima jika kita harus berpisah karena dunia kita berbeda," gerutu Vanya dengan kesal.


"Aah! Sungguh membuat kepalaku pusing! Sebaiknya aku tidur dulu, setelah bangun baru pikirkan kembali cara penyelesaian dari masalah ini," ucap Vanya sambil membaringkan badannya di tempat tidur.


***


BERSAMBUNG.....


โ— LIKE๐Ÿ–’ dan tambahkan KOMENTAR๐Ÿ“ฉ agar author rajin update setiap harinya๐Ÿ™


โ— Mohon kritik dan sarannya semua reader๐Ÿ™


โ— Klik FAVORIT โค


โ— VOTE novel ini โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


TERIMA KASIH.....๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™



SAMBIL MENUNGGU KELANJUTAN DARI NOVEL INI, BACALAH KARYA REKOMENDASI DI BAWAH INI !!! JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN SETIAP EPISODENYA KARENA ALURNYA SANGAT MENARIK UNTUK DIBACA !!!


Author : Komalasari

__ADS_1


Judul Karya : PESONA TUAN DE LUCA



__ADS_2