
PERHATIAN !!!
TERDAPAT ADEGAN 18+ !!!
DI MOHON PARA PEMBACA TETAP BIJAK KETIKA MEMBACANYA !!!
***
Brak!
"Hei baji*an! Lepaskan dia!" teriak James dengan penuh amarah sambil menendang pintu kamar tempat Vanya di sekap.
Leo sangat terkejut melihat James yang bisa menemukan tempat Vanya di sekap dengan sangat cepat.
***
"James! Tolong aku!" teriak Vanya.
Tiba-tiba, Leo berniat mencium Vanya di depan mata James. Namun, James dengan cepat menghampirinya lalu menendangnya hingga terjatuh dari ranjang tempat tidur. "Cih! Sialan! Semua rencanaku akhirnya gagal," batin Leo.
"Bangun kau bajin*an! Berani-beraninya kau menyentuh wanitaku," seru James.
Bawahan James pun segera melepaskan ikatan yang mengikat tangan dan kaki Vanya. Vanya hanya duduk di atas ranjang tampat tidur sambil menutupi tubuhnya menggunakan selimut. Leo berusaha bangun setelah di tendang oleh James. Ia lalu memukul wajah James dengan sangat keras hingga tepi bibirnya berdarah.
"Berani juga kamu memukul wajahku. Rupanya kamu sudah tidak sayang lagi terhadap nyawamu," ucap James dengan penuh amarah.
Kemudian, Leo tiba-tiba melemparkan sebuah benda berbentuk bola. Lalu, bola tersebut pun meledak dan menimbulkan asap mengisi seluruh ruangan tersebut. Setelah asap perlahan menghilang, Leo pun sudah pergi dari dalam ruangan tersebut.
"Cih! Sialan! Rupanya dia sudah merencanakan semuanya dengan matang. Kalian semua! Cari dia sampai dapat! Namun, jangan menyebabkan keributan di hotel ini," perintah James kepada bawahannya.
__ADS_1
"Baik, Bos! Siap laksanakan," ucap kelima bawahannya serentak.
***
James segera menutup pintu masuk kamar hotel tempat Vanya di sekap. Ia berjalan mendekat Vanya. "Kamu tidak perlu takut! Sekarang semuanya sudah aman," ucap James sambil duduk di samping Vanya lalu memeluknya.
Vanya tiba-tiba berbalik badan dan mencium bibir James. James sangat terkejut melihat tingkah Vanya saat ini. Namun, ia tidak terlalu memikirkan hal tersebut karena nafsu birahinya sudah memenuhi pikirannya.
Ia lalu menciumi bibir Vanya kembali. Vanya lalu mendorong James secara perlahan. "Haah! Haah! Panas," ucapnya lalu mencium bibir James kembali.
James kini tersadar ada yang aneh dengan tingkah laku Vanya. "Kenapa dia tiba-tiba bisa seagresif ini? Lalu, mengapa aku merasa suhu tubuhku semakin panas ketika berada di dalam kamar ini? Cih! Sepertinya bede*ah itu sudah menaburkan bubuk obat perangsang di kamar ini," batin James.
"James! Kenapa kamu diam saja?" Tiba-tiba Vanya membuka bajunya secara perlahan.
"Jangan! Apa yang kamu lakukan?" sahut James terkejut.
"Suhu tubuhku terasa panas. Aku sudah tidak bisa menahannya." Vanya lalu membuka bajunya dan hanya meninggalkan kaos dan celana pendek yang ia kenakan.
Tangan Vanya pun berusaha membuka kancing baju James. Lalu, ia meraba dada James yang bidang secara perlahan. James merasa tergoda dan di pikirannya terlintas niat untuk meniduri Vanya. Namun, ia berusaha tetep tersadar agar hal buruk itu tidak terjadi.
"Mari kita lakukan saja, James. Tubuhku sudah tidak bisa menahannya," ucap Vanya dengan lirih.
"Apa yang kamu pikirkan? Sadarlah!" James lalu mengok kesana kemari dan membawa Vanya ke kamar mandi. Ia lalu menyalakan shower di kamar mandi dan membiarkan kepala Vanya teraliri dengan air.
Tiba-tiba matanya tertuju pada tubuh Vanya yang lekukannya terlihat sangat jelas karena basah oleh air. "Tahan James. Jangan tergoda oleh apa pun," gumam James.
Ia lalu memeluk tubuh Vanya dengan erat agar tidak bisa melihat lekukan tubuhnya. Air pun mengalir dari atas kepalanya karena ia ikut berdiri di bawah. "Apa kamu sekarang sudah merasa baik-baik saja?" tanya James sambil mendorong tubuh Vanya secara perlahan.
"Aku . . . tubuhku sudah tidak terasa panas lagi. Terima kasih kamu sudah menyelamatkanku," sahut Vanya.
__ADS_1
"Haah! Syukurlah kalau begitu. Mari kita keluar dari kamar mandi sebelum kamu masuk angin." James lalu memapah Vanya dan mendudukannya di atas tempat tidur. Ia lalu berusaha mengeringkan kaos yang Vanya kenakan.
Setalah itu, James memakaikan jas yang dikenakannya ke badan Vanya. Jas tersebut pun sudah bisa menutupi tubuh Vanya yang kurus dan berpostur pendek hingga mencapai bagian atas lututnya.
"Mari kita segera pergi dari tempat ini!" ajak James sambil memapah Vanya lalu meninggalkan kamar tersebut.
***
BERSAMBUNG.....
โ LIKE๐ dan tambahkan KOMENTAR๐ฉ agar author rajin update setiap harinya๐
โ Mohon kritik dan sarannya semua reader๐
โ Klik FAVORIT โค
โ VOTE novel ini โโโโโ
TERIMA KASIH.....๐๐๐
*******IKLAN PROMOSI !!!!!
SAMBIL MENUNGGU KELANJUTAN DARI NOVEL SAYA INI, MARILAH BACA KARYA REKOMENDASI DI BAWAH INI !!!! JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN MEMBACA SETIAP EPISODENYA KARENA ALURNYA SANGAT MENARIK UNTUK DI BACA !!! DI JAMIN TIDAK AKAN MENYESAL !!! JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN FAVORITNYA !!!
Author : Black Rose
Judul Karya : My Lucky System
__ADS_1