
Vanya sangat terkejut karena James tiba-tiba menariknya ke dalam kolam renang lalu mencium bibirnya. Setelah itu, James segera menariknya ke atas kolam renang. Vanya pun menatap James dengan raut wajah terkejut.
"Apa-apaan kamu ini? Gimana kalau aku barusan kehabisan napas?" tanya Vanya sambil merengutkan pipinya.
"Jangan bertingkah seperti ini. kamu jadi kelihatan tambah lucu tahu," goda James sambil mencubit pipi Vanya.
"Ish! Jangan goda aku. Lepaskan!" ucap Vanya sambil berusaha melepaskan pelukan James.
"Eh? Jangan dilepaskan, Sayang. Apa kamu mau tenggelam? Kan kamu nggak bisa berenang," sahut James sambil memeluk Vanya lebih erat.
Kemudian, James pun membawa Vanya ke pinggir kolam renang. Lalu, ia membantunya untuk naik ke lantai pembatas kolam renang. James pun segera ikut naik. Ia pun segera berubah kembali menjadi sosok manusia.
Vanya memandang perubahan tubuh James dengan terkejut. James pun menghampiri kekasihnya yang nampaknya sedang melamun itu. "Ada apa, Sayang?" tanya James sambil memegang kedua pipi Vanya. Lalu,ia darahkan wajah Vanya agar menatap wajahnya.
"A ... aku hanya terkejut saja. Hehe," jawab Vanya sambil memaksakan senyumannya.
"Haah, aku tahu pasti kamu ketakutan melihat wujud asliku yang bagaikan monster," ucap James dengan raut wajah sedih.
"Eh? Jangan merajuk begitu," sahut Vanya sambil memegang kedua pipi James.
"Nggak, kok. Aku mengerti, kok," ucap James lagi sambil melepaskan tangannya yang memegang pipi Vanya.
"Aku bilang jangan sedih begitu! Aku kan sudah bilang kalau aku itu benar-benar mencintaimu!" teriak Vanya dengan tegas.
"Terimakasih, Sayang," sahut James sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
Tiba-tiba, Vanya teringat sesuatu sebelum ia terpeleset ke kolam renang. "Oh, iya. Aku lupa mau memberikan telepon kepadamu karena dari tadi teleponmu terus saja berbunyi," ucap Vanya sambil melepaskan tangannya yang memegang pipi James.
"Dimana, ya, teleponnya? Apa tadi terjatuh ke dalam air." Kemudian, Vanya pun melihat ke dalam kolam tapi telepon James tidak ada disana.
"Ini teleponku!" seru James sambil mengambil teleponnya yang tergeletak di lantai.
"Oh, syukurlah. Untung tidak terjatuh ke air," sahut Vanya sambil menghampiri James.
"Edward siapa, ya? Perasaan dari tadi dia menelponmu terus?" tanya Vanya penasaran.
"Eh? Ooh ... dia itu rekan bisnisku," jawab James dengan terkejut karena Vanya tiba-tiba bertanya.
Kemudian, James pun memperhatikan penampilan Vanya yang basah kuyup karena terpeleset ke kolam renang. "Sebaiknya kamu segera ganti pakaian, Sayang. Takutnya, nanti kamu mah masuk angin," ucap James.
***
Setelah melihat Vanya sudah naik ke lantai atas rumahnya, James segera menelpon Edward kembali. "Mau apa kamu menelponku tengah malam?" tanya James dengan ketus.
"Itu ... saya mau menyampaikan kalau saya beserta anak buah saya sudah memberikan pelajaran kepada Leo dan para pengikutnya yang tadi menculik Nona Vanya," jawab Edward dengan gugup.
"Baguslah, terima kasih. Lalu, bagaimana perkembangan informasi mengenai orang yang membakar rumah Vanya?
"Apa, Bos?" tanya Edward yang terkejut karena atasannya mengucapkan terimakasih kepadanya.
"Kenapa kamu malah balik bertanya? Aku tanya bagaimana perkembangan informasi mengenai .... " Sebelum James melanjutkan ucapannya, Edward sudah mengerti maksud dari ucapan atasannya.
__ADS_1
"Informasi terkini dari yang saya dapatkan mengenai pelaku yang membakar rumah Nona Vanya bahwa dia adalah suruhannya seorang penggemar fanatik dari Anda, Tuan," pungkas Edward.
"Apa? Coba kau periksa lagi dengan benar! Aku beri waktu satu hari untuk kamu menyeledikinya," gertak James. Kemudian, ia langsung mematikan sambungan teleponnya.
***
Di dalam kamarnya, Vanya sedang merapikan rambutnya setelah berganti pakaian. Ia terlihat termenung sambil memandang cermin. "Haah ... sebenarnya apa yang James sembunyikan dariku. Sepertinya dia tidak berniat mengungkapkan segalanya mengenai identitas aslinya," ucap Vanya sambil menghela napas panjang.
***
BERSAMBUNG.....
● LIKE dan tambahkan KOMENTAR untuk memberikan semangat pada author yang
mengembangkan karya ini
● Mohon sarannya semua reader
● Klik "FAVORIT"
● RATE novel ini ☆☆☆☆☆
Terima kasih banyak🙏🙏🙏
__ADS_1