Pacarku Seorang Merman Tampan

Pacarku Seorang Merman Tampan
BAB 29 - Pulang Ke Rumah James


__ADS_3

PERHATIAN TERDAPAT ADEGAN 18+ !!!


DI MOHON PEMBACA TETAP BIJAK KETIKA MEMBACANYA !!!


***


Hingga siang ini, Pricilla masih menemani Vanya di rumah sakit. Ia terpaksa izin untuk cuti kuliah selama satu hari karena harus menemani Vanya. Begitu pula dengan Vanya yang tidak bisa menghadiri kuliah pada hari ini dikarenakan sakit.


Dokter Edrick pun kembali ke ruangan tempat Vanya dirawat. Kemudian, ia kembali memeriksa keadaan Vanya. "Kondisi anda sudah benar-benar pulih, Nona. Anda bisa segera pulang siang ini. Ini resep obat yang harus anda tebus di apotek rumah sakit. Lalu, jangan lupa melunasi biaya administrasi sebelum kepulangan anda." Dokter Edrick lalu melepaskan selang infusan yang Vanya gunakan dan memberikan sebuah kertas resep obat.


"Saya permisi dulu, Nona," ucap Dokter Edrick sambil tersenyum ramah.


"Iya Dok, silahkan." Vanya pun membalas dengan ramah senyuman sang dokter.


***


"Sil! Kira-kira bayarannya berapa, ya?" tanya Vanya secara tiba-tiba.


"Itu . . . aku nggak tau. Bukannya pacarmu yang kaya itu sudah membayar semuanya," jawab Pricilla.


"Aku nggak tahu. Sebaiknya kita keluar saja dari ruangan ini dulu. Nanti kita ke bagian administrasi untuk menanyakan biayanya," saran Vanya kepada sahabatnya.


"Kamu mau pulang ke mana? Bukannya James menyuruhmu pulang ke rumahnya?" tanya Pricilla.


"Aku . . . aku pulang ke rumah kamu saja deh. Nanti kamu bantu aku bawa barang-barangku dari rumahnya James," jawab Vanya.


"Oke siap! Eh, tunggu! Sepertinya aku mau ke toilet dulu. Kamu tunggu saja disini." Pricilla lalu bergegas keluar dari ruangan tempat Vanya dirawat.


***


Beberapa menit kemudian, ada seseorang yang membuka pintu masuk tempat Vanya di rawat. Ternyata orang itu adalah James. Vanya terkejut karena James kembali pada siang hari ini. Padahal tadi pagi dia mengucapkan akan menjemput Vanya di sore hari.


"Kenapa kamu kembali secepat ini?" Vanya menatap ke arah James yang sedang menghampirinya.

__ADS_1


"Apa kamu tidak senang melihatku kembali?" James balik bertanya sambil melepas masker yang digunakannya lalu mencium kening Vanya.


"Kamu .... Jangan biasakan kebiasaanmu ini! Bagaimana jika dilihat oleh orang lain," gerutu Vanya kesal.


James hanya tersenyum manis melihat Vanya yang terlihat agak marah, "Aku diberitahu bahwa kamu pulang dari rumah sakit siang ini. Jadi, aku segera kemari karena takut kamu kabur dengan sahabatmu itu," sindir James secara halus.


"Aku . . . tidak akan kemana-mana, kok. Aku akan pulang ke rumahmu," sahut Vanya sambil memalingkan pandangannya.


Tiba-tiba James mencium pipi Vanya, "Jangan mencoba membohongiku!" gertak James secara halus.


Vanya lalu berbalik untuk menatapnya dan bibir mereka pun bersentuhan. James pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia segera mencium Vanya. Keadaan pun memanas selama beberapa saat sebelum Pricilla membuka pintu dan memergoki mereka yang tengah berciuman.


"Ehmz! Yah . . . sepertinya aku datang dan menggangu suasana. Ehmz! Sepertinya suaraku agak serak," sindir Pricilla sambil memerhatikan Vanya dan James yang sedang bermesraan.


James dan Vanya lalu menghentikan ciuman panas mereka karena mendengar suara Pricilla. Mereka pun saling menatap satu sama lain karena merasa canggung. Tiba-tiba, Tomi sudah berada di belakang Pricilla.


"Bilang aja sirik! Kenapa sampe pura-pura batuk segala," sindir Tomi sambil berbisik ke telinga Pricilla.


Pricilla lalu berbalik badan dan melihat Tomi yang sudah berada di belakangnya. Ia pun sangat terkejut melihatnya, "Ah! Apa-apaan sih kamu? Aku nggak sirik. Cuma, ya, mereka harus ingat tempat kalau sekarang lagi di rumah sakit bukan di rumah," sahut Pricilla.


"Sudah dong! Nih kartu ATM milikmu!" Tomi melempar kartu ATM milik James.


James lalu menangkap kartu ATMnya, "Kalau begitu, mari kita pulang!" ajak James kepada Vanya.


"Eh? Bukannya kamu mau pulang ke rumahku?" tanya Pricilla secara tiba-tiba.


"Em . . . aku akan pulang ke rumahnya James saja," jawab Vanya.


"Haah! Baiklah, kalau begitu. Eh? Resep obatnya sudah ditebus belum?" tanya Pricilla lagi sambil menatap ke arah Vanya.


"Kita nanti akan menebusnya sambil keluar dari rumah sakit ini," jawab James.


"Oh? Baiklah kalau begitu. Ayo Vanya! Aku bantu kamu berjalan." Pricilla lalu menghampiri Vanya dan membantunya untuk berdiri.

__ADS_1


Mereka berdua pun lalu berjalan terlebih dahulu, sedangkan James masih berada di dalam ruangan bersama Tomi. Tomi lalu menatap sahabatnya dengan tatapan curiga. James merasa aneh karena ditatap seperti itu oleh Tomi.


"Apa maksud dari tatapanmu itu?" tanya James singkat.


"Hoho! Apa kamu punya maksud lain menyuruh Vanya tinggal dirumahmu?" tanya Tomi.


"Nggak lah! Sudahlah ayo kita segera pergi dari rumah sakit ini!" ajak James sambil berjalan mendahului Tomi lalu mengenakan maskernya.


"Hey, James! Tunggu aku!" teriak Tomi sambil menyusul James.


Mereka berempat pun pulang ke rumahnya James dengan dikawal oleh bodyguard bawahannya.


***


BERSAMBUNG.....


โ— LIKE๐Ÿ–’ dan tambahkan KOMENTAR๐Ÿ“ฉ agar author rajin update setiap harinya๐Ÿ™


โ— Mohon kritik dan sarannya semua reader๐Ÿ™


โ— Klik FAVORIT โค


โ— VOTE novel ini โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


TERIMA KASIH.....๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™



*******IKLAN PROMOSI !!!!!


SAMBIL MENUNGGU KELANJUTAN DARI NOVEL SAYA INI, MARILAH BACA KARYA REKOMENDASI DI BAWAH INI !!!! JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN MEMBACA SETIAP EPISODENYA KARENA ALURNYA SANGAT MENARIK UNTUK DI BACA !!! DI JAMIN TIDAK AKAN MENYESAL !!! JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN FAVORITNYA !!!


Author : Haoyi

__ADS_1


Judul Karya : THE DAY I BECOME A GOD



__ADS_2