
PERHATIAN TERDAPAT ADEGAN 18+ !!!
DI MOHON PARA PEMBACA TETAP BIJAK KETIKA MEMBACANYA !!!
***
James mendatangi ruangan rahasianya di area belakang rumahnya. Ia pergi ke ruangan tersebut dengan maksud untuk menyelidiki permasalahan mengenai bisikan aneh. Ia pun akhirnya menemukan informasi yang dia inginkan. Tiba-tiba, suara aneh tersebut kembali memanggilnya. James lalu memberanikan diri menyuruh suara aneh tersebut untuk menampakkan wujud aslinya.
"Kalau begitu, tunjukkanlah wujud aslimu sekarang!" teriak James pada suara aneh tersebut.
"Hoho! Tidak bisa, Nak! Belum saatnya aku mendatangimu dan kekasihmu itu. Kalau begitu Ibu pergi dulu," ucap suara aneh tersebut.
"Jangan mengaku-ngaku sebagai ibuku, jika menemuiku pun kau tidak mau! Aku tidak pernah bertemu Ibu yang menelelantarkan anaknya seperti itu! Bahkan ibu angkatku pun sangat menyayangiku," teriak James pada suara aneh tersebut.
"Sungguh kejam sekali cara bicaramu terhadap Ibu yang telah melahirkanmu, Nak!" sahut suara aneh tersebut.
"Sudahlah! Aku tidak mau meladenimu jika kau memang tak mau menunjukkan wujud aslimu. Kedepannya jangan pernah berani menemuiku lagi!" ucap James dengan kesal.
"Maaf Nak, aku tidal bisa mengatakannya sekarang. Suatu hari nanti aku akan mengatakan semuanya dan menemuimu. Sekarang, aku hanya bisa mengawasimu dari kejauhan," sahut suara aneh tersebut. Suara aneh tersebut kemudian menghilang dan tidak mengajak James bicara lagi.
***
Kemudian, James pun kembali ke kamarnya. Ia kini sedang duduk di atas tempat tidurnya. Ia masih berpikir keras siapa sebenarnya orang dibalik bisikan aneh yang ia dengar.
"Kenapa sekarang dia malah mengaku-ngaku sebagai ibuku? Sebenarnya rahasia apa yang telah ayah sembunyikan dariku," batin James.
"Haah! Sebaiknya sekarang aku bersiap-siap karena ada jadwal pemotretan pagi ini. Soal masalah bisikan itu, aku akan menyelidikinya lagi nanti saat waktuku senggang." James lalu berganti pakaian mengenakan sebuah jas edisi terbatas miliknya. Ia lalu mengenakan jam tangan mewahnya sebagai pelengkap dari penampilannya agar terlihat sempurna.
Tiba-tiba, Vanya mengetuk pintu kamarnya. James lalu membukakan pintu kamarnya. "Ada apa, Sayang?" tanya James sambil mencium kening Vanya.
"Eh? Apaan sih? Jangan biasakan perbuatanmu ini, ya!" James sama sekali tidak mendengarkan omelan kekasihnya tersebut, tetapi ia malah langsung mencium bibirnya.
"James! Lepasin nggak!" seru Vanya sambil mendorongnya pelan.
"Haah! Akhir-akhir ini kamu bahkan tidak mau melakukan itu denganku," sahut James dengan lirih.
"Ada apa sih dengan ekspresimu itu? Haah! Baiklah, jangan memasang ekspresi itu sekarang! Sebaiknya segera temuilah orang yang menunggumu di lantai satu itu," ucap Vanya.
__ADS_1
James sama sekali tidak mendengarkan ucapan kekasihnya barusan. Namun, ia malah langsung mencium bibir Vanya. Vanya pun berusaha melepaskannya tetapi James memeluknya dengan sangat erat.
"Umh! Umh! James sebaiknya kamu temui dulu orang di bawah itu," ucap Vanya sambil mendorong James pelan.
Namun, James tetap tidak mau mendengarkan ucapan kekasihnya. Ia langsung mencium bibir Vanya kembali. Vanya pun terlarut dalam sensasi yang memanaskan gairahnya tersebut. Tangannya kini memeluk leher James dengan erat. Ia pun tidak mau melepaskan bibirnya satu senti pun dari kekasihnya.
***
Ruang tamu di lantai satu ....
"Haah! Kemana bocah itu? Apa dia sengaja menyuruh orangtua ini menunggu?" umpat seorang Pria paruh baya yang tengah duduk di ruang tamu lantai satu.
Setelah menunggu beberapa saat, James belum kunjung datang menemui pria tersebut. Dikarenakan sudah tidak bersedia menunggu lagi, pria tersebut pun akhirnya naik ke lantai tiga untuk mendatangi kamarnya James. Ketika sampai di lantai tiga, ia sangat terkejut melihat James tengah berciuman dengan Vanya.
"Dasar bocah tidak tahu sopan santun! Berani-beraninya membuat orangtua ini menunggu dan malah asyik bermesraan dengan kekasihnya," umpat Pria paruh baya itu dengan kesal.
James pun tiba-tiba melepaskan ciumannya dari Vanya karena mendengar suara yang tak asing baginya tersebut. Vanya pun dibuat terkejut karena James tiba-tiba melepaskan ciumannya. "Ada apa James?" tanya Vanya sambil memperhatikan pandangan James yang kini tengah menatap ke arah lain.
Lalu, ia juga akhirnya menengok ke arah yang ditatap oleh James. Ia sangat terkejut melihat pria paruh baya yang sedang menunggu James di lantai satu tiba-tiba sudah berada di lantai tiga. Ia pun merasa malu pada dirinya sendiri karena pasti pria paruh baya itu melihat semua kejadian berusan.
"Ah! Nanti kita bisa melanjutkannya lagi," ucap James sambil menatap Vanya dengan lembut.
"Eh? Kenapa? Bukankah barusan kamu ju ...." Vanya segera menutup mulut James yang tengah berbicara itu menggunakan telapak tangannya.
"Sudahlah cepat temui orang yang sedang menunggumu itu! Sorot matanya kini sudah terlihat sangat marah karena kamu telah membuatnya menunggu lama," ucap Vanya sambil menatap James lalu menengok ke arah pria paruh baya tersebut.
"Haah! Baiklah-baiklah! Hari ini aku ada jadwal pemotretan film terbaruku dan wawancara bersama awak media. Mungkin nanti aku akan pulang agak larut karena setelah itu aku harus pergi ke perusahaan," sahut James dengan lembut.
"Iya-iya aku mengerti. Sudah cepat temui orang itu!" perintah Vanya sambil mendorong tubuh James yang hingga kini masih berada di sampingnya.
***
Kemudian, James menghampiri pria paruh baya tersebut. Pria paruh baya tersebut adalah manager yang mengatur semua jadwal kegiatannya sebagai seorang idol, aktor, dan model. "Ah! Pak Robert! Selamat datang di rumah saya," ucap James dengan ramah dan sopan.
"Baru ingat untuk menyapaku sekarang?" sahut Pak Robert dengan nada menyindir.
"Haha! Saya minta maaf, Pak! Mari kita segera berangkat ke lokasi syuting," ajak James dengan sopan.
__ADS_1
Kemudian, Pak Robert berjalan mendahului James. Namun, James malah menghampiri Vanya lagi yang masih berdiri di depan kamarnya. "Aku berangkat dulu! Sampai jumpa!" ucap James sambil mencium kening Vanya.
Vanya pun hanya membalas ucapan kekasihnya dengan senyuman. Kemudian, James pergi menyusul Pak Robert. Vanya pun bergegas kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap sebelum berangkat ke universitas.
***
Lokasi pemotretan film terbaru James ...
James kini telah sampai di lokasi pemotretan. Kemudian, ia berjalan ke arah gerbang masuk sebuah taman yang menjadi lokasi pemotretannya. Ia berjalan dengan dikawal ketat oleh sepuluh orang petugas keamanan karena para penggemarnya telah memadati area di depan gerbang masuk demi bisa melihat sang idola.
"Wah! Itu James Haolin! Ia sudah datang ke lokasi syuting!" teriak seorang penggemar wanita yang kegirangan karena melihat James Haolin.
"Wah! Idolaku benar-benar sangat tampan seperti bukan seorang manusia saja," ucap penggemar wanita lainnya.
"Aah! Akhirnya aku bisa melihat wajahnya setelah sekian lama," teriak penggemar wanita lainnya.
James pun membungkukkan badannya sebagai tanda hormat kepada para penggemarnya. Ia lalu memasuki gerbang taman tersebut. Gerbang masuk pun kini ditutup demi menjaga situasi agar tetap kondusif di lokasi pemotretan.
Seorang aktris wanita yang sangat cantik tiba-tiba menghampiri James setelah melihat kedatangannya ke lokasi pemotretan. "Halo Kak James!" sapa Aktris wanita itu dengan ramah.
"Halo!" sahut James dengan singkat.
"Semua bersiap! James kini sudah datang. Tim Properti segera atur pakaian yang akan James kenakan karena kita sudah harus memulai pemotretannya sebentar lagi," ucap sutradara yang memimpin jalannya proses pemotretan.
***
BERSAMBUNG.....
โ LIKE๐ dan tambahkan KOMENTAR๐ฉ agar author rajin update setiap harinya๐
โ Mohon kritik dan sarannya semua reader๐
โ Klik FAVORIT โค
โ VOTE novel ini โโโโโ
__ADS_1
TERIMA KASIH.....๐๐๐