Pacarku Seorang Merman Tampan

Pacarku Seorang Merman Tampan
BAB 07 - Kantor CEO Hao Entertainment


__ADS_3

Tiba-tiba, ada seorang pria tinggi yang mengenakan kacamata memanggil nama Vanya, "Nona Vanya Apride! Tunggu sebentar! Haah . . . haah . . . ," teriaknya dengan napas terengah-engah sambil berlari ke arah Vanya.


Kemudian, Vanya berbalik badan dan melihat siapa orang yang telah memanggil namanya.


"Eh? Siapa orang itu?" tanya Vanya kebingungan sambil memerhatikan pria berkacamata yang berlari ke arahnya.


"Aah! Akhirnya saya berhasil mengejar anda, Nona. Mari ikut saya ke ruangan kantor CEO!" ucap pria berkacamata itu pada Vanya.


***


Satu hari yang lalu ....


Sekertaris James meneleponnya. Ia membicarakan soal Vanya yang akan dipanggil untuk interview di hari berikutnya pada James melalui panggilan telepon.


James sangat senang mendengar berita tersebut. Kemudian, ia memerintahkan sekertarisnya untuk membuat Vanya di interview olehnya di ruangan kerjanya bukan di ruangan Manager Personalia seperti karyawan baru biasanya.


Sekertarisnya sangat terkejut mendengar permintaan atasannya itu, "Pak, apakah hal tersebut tidak akan menimbulkan kesalahpahaman kepada karyawan perusahaan lainnya?" tanya sekertarisnya.


"Apa kamu sudah mulai berani menolak permintaanku?" James bertanya balik pada sekertarisnya di telepon.


"Itu . . . sa . . . saya tidak berani. Saya akan melakukan sesuai yang anda perintahkan," jawab sekertaris James dengan gugup.


Kemudian, James mematikan sambungan teleponnya sambil tersenyum puas.


***


Satu hari setelahnya ....


Hari dimana Vanya akan menjalani interview di perusahaan milik James, Hao Entertainment. Seorang pria berkacamata tiba-tiba menyuruh Vanya berhenti dan menyuruhnya untuk mengikutinya ke kantor CEO. Vanya hanya menatap pria berkacamata itu dengan tatapan kebingungan.


"Maaf, Pak! Apa anda tidak salah orang? Saya hanya melamar sebagai seorang petugas kebersihan. Mengapa saya harus mendatangi kantor CEO?" tanya Vanya kebingungan.


"Mengenai hal itu . . . bisa anda tanyakan sendiri pada Pak CEO. Saya disini hanya menyampaikan apa yang beliau perintahkan," jawab pria berkacamata itu.


"Ah! Sebelumnya pernalkan nama saya Tomi Anderson. Saya menjabat sebagai Ketua Sekertaris di kantor CEO," ucap pria berkacamata itu sambil mengulurkan tangan kanannya.


"Saya . . . Vanya Apride. Salam kenal, Pak," sahut Vanya sambil membalas uluran tangan Tomi.


Ehmzz!


Tiba-tiba James sudah berada di lobi perusahaannya dan mendapati sekertarisnya sedang memegang tangan Vanya. Tomi lalu menengok ke asal suara sendawa yang tidak asing baginya itu. Ia melihat atasannya sedang menatapnya seperti tatapan ingin membunuh orang. James lalu segera pergi ke ruang kerjanya setelah bertemu pandang dengan Tomi.


"Ah! Saya mohon maaf, Nona Vanya. Mari ikuti saya!" seru Tomi sambil segera melepaskan tangannya yang bersalaman dengan Vanya.


"Haah! Baiklah kalau begitu. Mbak, saya pamit undur diri terlebih dahulu," ucap Vanya sambil membungkukkan badannya kepada karyawan wanita yang bermaksud mengantarkannya untuk interview di ruangan Manager personalia.


Karyawan wanita itu lalu membungkukkan dirinya untuk membalas ucapan dari Vanya.


***


Karyawan yang berlalu lalang di sekitar Vanya pun menatapnya dengan tatapan menghina. Vanya lalu berusaha melewati kerumunan karyawan yang menghinanya itu sambil menundukkan kepalanya.


"Lihatlah gadis berkameja usang itu! Dia tiba-tiba dipanggil ke kantor CEO di hari pertama dia datang ke perusahaan ini."

__ADS_1


"Haha! Palingan dia itu hanya seorang wanita penghibur!"


"Apa dia kekasihnya Pak CEO?"


"Hahaha! Bicara apa kamu ini? Mana mungkin Pak James yang super ganteng suka dengan wanita seperti dia?"


Bisik karyawan-karyawan disekitar Vanya yang terdengar sangat keras. Seolah-olah memang dilakukan secara sengaja, agar Vanya bisa mendengarnya dan sadar diri terhadap posisinya sekarang. Vanya hanya bisa menghiraukan ucapan orang-orang disekitarnya sambil menekukkan kepalanya ke bawah.


***


Vanya pun segera mengikuti sekertarisnya James dan menaiki lift bersama yang menuju ke ruangan kantor CEO. Akhirnya mereka pun sudah sampai di depan ruangan CEO.


"Silakan masuk, Nona!" ucap Tomi sambil membukakan pintu.


Vanya pun masuk ke ruangan kantor CEO. Dia mendapati James sedang duduk sambil membaca sebuah dokumen penting.


"Sungguh seperti aura seorang James Haolin yang sering aku lihat di film-filmnya," gumam Vanya dengan raut wajah gembira.


"Bukan itu yang perlu aku pikirkan sekarang! Aku harus mencari tahu apa maksudnya memanggilku ke sini, dan menyelidiki apakah benar dia merman yang telah menyelamatkanku. Namun, mana mungkin James adalah seorang merman. Sebaiknya aku jangan memikirkan dulu masalah merman ini," batin Vanya tersadar dari jiwa fangirlingnya.


"Eh? Kamu sudah datang? Cepat kemari! Silakan duduk di kursi ini!" pinta James tiba-tiba sambil melihat Vanya yang sudah berdiri di depan pintu ruangan kerjanya.


Wanita bertubuh kurus itu lalu mendekat ke arah meja kerja James.


"Ah! Baik Pak CEO. Saya akan segera duduk," jawab Vanya sambil duduk di kursi yang ada dihadapan meja kerja James.


"Itu . . . ngomong-ngomong kenapa anda memanggil saya kemari?" tanya Vanya penasaran.


"Kira-kira . . . mengapa, ya?" James malah bertanya balik pada Vanya.


James lalu mengangkat kepalanya dan berhenti membaca dokumen ditangannya. Kemudian, ia menatap wajah Vanya dengan serius.


"Apa kamu memiliki saudara kembar?" tanya James secara tiba-tiba dengan serius.


"Haah! Apa anda masih penasaran dengan wajah saya yang mirip dengan Selena? Baiklah saya akan membicarakannya, toh itu merupakan informasi yang diketahui banyak orang. Saya memang memiliki saudara kembar yang wajahnya sangat mirip dengan saya. Namun, menurut saya wajahnya sangat berbeda jauh dengan Selena Rooney. Saudara kembar saya pun sudah meninggal dunia saat masih berumur sepuluh tahun. Saya harap mulai dari sekarang anda tidak menganggap saya sebagai Selena lagi!" tegas Vanya secara panjang lebar.


"Sepertinya James tidak akan pernah berhenti menanyaiku mengenai aku yang sangat mirip dengan Selena dan masalah saudara kembarku itu. Sebaiknya aku tolak saja pekerjaan diperusahaannya, daripada menimbulkan masalah di masa depan," batin Vanya.


"Aah! Baiklah aku akan berhenti mengira bahwa kau adalah Selena," ucap langsung mengiyakan permintaan Vanya.


"Eh? Anda langsung menyetui permintaan saya begitu saja?" tanya Vanya yang kebingungan.


"Iya tentu saja. Namun . . . ada syarat yang harus kamu penuhi jika berani memerintah seorang James Haolin." ucap James dengan sorotan mata dingin.


"Eh? Sudah ku duga dia tidak akan menyetujuinya begitu saja. Lebih baik aku segera pergi dari sini. Memerhatikan James dari kejauhan sebagai idola yang aku kagumi itu lebih baik, daripada menghadapi sifat James yang sebenarnya ketika menjadi pegawainya," batin Vanya yang masih mencintai idolanya walau sudah tahu sifat aslinya.


"Saya pamit undur diri, Pak CEO. Saya mengundurkan diri dari pekerjaan di perusahaan anda," ucap Vanya sambil berdiri dari kursi, lalu membungkukkan badannya.


"Eh? Dia mau langsung pergi begitu saja. Haah! Sepertinya aku sudah bersikap terlalu sombong dihadapannya. Hal ini tidak akan berjalan bagus jika aku ingin mendekatinya. Lalu, dia pun sampai berbohong mengenai kematian saudaranya. Em . . . hal tersebut memang terlalu privasi, jika diceritakan pada orang yang baru ditemuinya beberapa hari," batin James sambil memerhatikan Vanya.


Kemudian, Vanya berjalan ke arah pintu masuk ruangan James karena hendak keluar dari tempat tersebut. Namun, langkahnya terhenti karena pergelangan tangannya tiba-tiba di pegang oleh James.


"Tunggu dulu! Baiklah, aku akan menuruti permintaanmu tanpa ada syarat apa pun," ucap James sambil memegangi tangan Vanya.

__ADS_1


Kemudian, Vanya berbalik menghadap James yang tiba-tiba memegangi tangannya. Mata mereka pun saling bertatapan.


"Terima kasih anda sudah menyetujui keinginan saya. Namun, saya tetap mengundurkan diri dari perusahaan anda," ucap Vanya dengan gugup sambil berusaha melepaskan tangan James.


James lalu melepaskan tangan Vanya dari genggamannya, "Apa kamu tidak mau di interview terlebih dahulu dan malah mau pergi begitu saja?" tanya James sambil menatap Vanya dengan serius.


"Saya sungguh minta maaf, Pak CEO. Saya tetap ingin pergi," tegas Vanya.


"Haah! Bagaimana dengan kenaikan gaji sebesar 500 U$," ucap James secara tiba-tiba.


Vanya sangat terkejut mendengar ucapan James. Ia tidak pernah berpikir jika akan mendapatkan gaji sebesar itu hanya dengan bekerja sebagai petugas kebersihan.


"Saya memang sedang membutuhkan uang. Namun, saya tahu gaji untuk pekerjaan saya ini tidak sebesar itu. Anda tidak perlu memperlakukan saya secara khusus seperti itu. Lagi pula kita tidak saling mengenal satu sama lain," tolak Vanya secara keras.


"Tak kenal maka tak sayang. Apa kamu tidak mau mengenalku sejauh itu?" ucap James sambil menatap Vanya dengan senyuman manis.


"Bukankah anda bisa berbicara seperti itu karena menurut anda saya mirip dengan Selena? Saya tidak mungkin suka terhadap laki-laki yang bilang menyukai saya hanya karena saya mirip dengan seseorang di masa lalunya," tegas Vanya.


***


Tiba-tiba, ada seseorang yang menerobos pintu masuk ruangan kerja James tanpa mengetuk terlebih dahulu. Seorang wanita berpostur tinggi dan bertubuh langsing serta berparas sangat cantik memasuki ruangan kerja James.


Vanya sangat kaget karena ada orang yang tiba-tiba membuka pintu, sedangkan ia dan James kini sedang berada di depan pintu.


"Sepertinya anda kedatangan tamu, Pak CEO. Saya pamit undur diri terlebih dahulu," ucap Vanya dengan sopan.


"Tunggu dulu! Kamu tidak boleh pergi!" pinta James sambil memegang tangan Vanya.


James lalu menatap wanita yang memasuki ruangannya tanpa permisi itu dengan tatapan kesal penuh amarah.


Tanpa tahu malunya wanita bertubuh langsing itu malah tiba-tiba bertanya pada James, "Siapa wanita yang tangannya di pegang oleh anda, Senior?" ucapnya.


***


BERSAMBUNG.....


โ— LIKE๐Ÿ–’ dan tambahkan KOMENTAR๐Ÿ“ฉ agar author rajin update setiap harinya๐Ÿ™


โ— Mohon kritik dan sarannya semua reader๐Ÿ™


โ— Klik FAVORIT โค


โ— VOTE novel ini โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


TERIMA KASIH.....๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™



*******IKLAN PROMOSI !!!


SAMBIL MENUNGGU KELANJUTAN DARI NOVEL SAYA INI, MARILAH BACA KARYA REKOMENDASI DI BAWAH INI !!!! JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN MEMBACA SETIAP EPISODENYA KARENA ALURNYA SANGAT MENARIK UNTUK DI BACA !!! DI JAMIN TIDAK AKAN MENYESAL !!! JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN FAVORITNYA !!!


Author : Sutihat Basti Wibowo

__ADS_1


Judul Karya : IBU IZINKAN AKU BAHAGIA



__ADS_2