PAHLAWAN GUNUNG ANGIN

PAHLAWAN GUNUNG ANGIN
Ch 10. Olah Pernafasan


__ADS_3

**


Lima jam mereka dalam perjalanan, tidak ada hambatan yang berarti dan akhirnya mereka sampai disebuah pintu gua yang tertutup dilereng  gunung, pintu gua itu diapit oleh dua pohon besar dikanan- dan kirinya, tidak ada hewan yang melintas ditempat itu, bahkan seekor burung pun tidak ada yang terbang diatasnya.


“kita sampaiiii” ucap senior Yang Jian


“ini adalah rumahku” sambungnya


Chiao feng yang menyaksikan menjadi bingung, “apakah gua ini yang senior sebut sebagai rumah” dia berbisik dalam hatinya, tapi dia tidak menunjukkan kepada senior Yang jian.


Senior Yang Jian menaruh tangannya dipintu gua dan mengalirkan Qi untuk membuka pintu gua yang terbuat dari batu yang sangat tebal.


Pintu gua terbuka, senior Yang jian mengajak Chiao feng masuk kedalam, setelah beberapa meter masuk kedalam hanya ada pelita yang  tergantung  dikiri dan kanan dinding gua sebagai penerang jalan.

__ADS_1


Semakin masuk lebih jauh kedalam, akhirnya mereka sampai didalam ruangan yang cukup besar , dan didalam ruangan itu terdapat tujuh pintu selain pintu untuk akses keluar masuk.


“Sekarang kita sudah ada dirumah, kau akan tinggal disini untuk beberapa lama, kau bisa menggunakan ruangan sebelah timur itu untuk beristirahat” senior yang Jian menunjuk sebuah pintu berwarna hijau


“Malam ini kita akan berlatih olah pernafasan, pergilah istirahat sebentar” senior yang Jian mempersilahkan Chiao feng memasuki ruangannya.


Chiao feng melangkah menuju ruangan yang telah ditunjuk oleh senior Yang jian, didalam ruangan itu ada sebuah tempat tidur yang terbuat dari batu, didindingnya ada dua pelita yang menerangi, disisi lain tergantung sebuah sarung pedang yang terbuat dari logam berwarna putih kebiru- biruan. Ada beberapa tulisan didinding batu tapi sama sekali tidak bisa dia baca.


Chiao feng merebahkan diri diatas tempat tidur batu itu dan tak berapa lama kemudian diapun terlelap. Didalam tidurnya dia bermimpi bertemu dengan ayahnya dan berpesan agar ia menjadi orang yang kuat. Dia terlelap tidur lebih dalam beberapa jam.


**


suara pintu diketuk membangunkan Chiao feng

__ADS_1


Chiao feng berdiri dan membuka pintu, ternyata senior Yang jian


“ kita akan berlatih malam ini dipuncak gunung” ucap senior Yang Jian


Senior Yang mengajak Chiao feng memasuki pintu berwarna cokelat, ketika pintu terbuka terbentang  tangga panjang  berkelok kepuncak gunung, ayo kita pergi keatas” ajak Senior Yang


Mereka berduapun melewati tangga demi tangga, chiao feng nampak kelelahan, tapi senior yang jian sama sekali tidak ada tanda- tanda kelelahan, dia hanya menjelaskan kepada chiao feng kalau jumlah anak tangga yang ada ditempat itu sebanyak tiga ribu enam ratus anak tangga, dan gunung itu dinamakan gunung dewa petir.


Satu jam mendaki tangga, mereka sampai dipuncak gunung. Dari puncak gunung terlihat gugusan- gugusan bintang yang bercahaya, terihat sangat indah dan membuat orang yang melihatnya terpana.


“ ambillah posisi bersila ditempat itu kemudian tutup matamu” seru senior Yang Jian sambil menunjuk sebuah batu besar


Chiao feng berjalan kebatu besar itu lalu duduk bersila dan menutupkan kedua matanya

__ADS_1


“ ambil nafas dalam- dalam tahan didada sekuat mungkin dan hembuskan melalui mulut, kemudian tarik nafas dari mulut kemudian tahan diperut selama yang kau bisa lalu hembuskan dari hidung, rasakan udara yang masuk ketubuhmu memabawa energi positif dan ketika kau mengeluarkannya keluarkan pula energi negatif dari dalam tubuhmu, lakukanlah hal seperti itu berulang kali sampai aku datang menjemputmu” Senior Yang Jian memberikan pengarahan kepada Chiao feng


Senior Yang jian meninggalkan Chiao feng dipuncak gunung sendiri, sementara  Chiao feng melatih pernafasannya selama berjam- jam


__ADS_2