
Ch 24. Diselamatkan
Jauh dibelahan bumi yang lain, Chiao feng terdampar di tengah bukit- bukit berbatu setelah keluar dari dimensi gunung dewa petir, kondisinya masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Disampingnya pedang dewa petir tergeletak dengan panjang lebih dari satu meter. Burung –burung bangkai mulai beterbangan disekitar chiao feng. Mereka menyangka akan mendapatkan makan siang gratis.
Semakin- lama burung- burung itu semakin mendekat, salah satunya telah berada didekat tubuh Chiao feng dan mematuk kakinya. Chiao feng yang tergeletak mulai merasakan sesuatu dikakinya, perlahan dia membuka matanya dan menemukan seekor burung bangkai ada di sebelah kaki kanannya.
Chiao feng mencoba untuk bergerak tapi merasakan tubuhnya penuh dengan kesakitan, dia mencoba mengumpulkan tenaga dalam tapi belum berhasil, chiao feng mencoba terus karena tidak mau dirinya menjadi bulan- bulanan burung bangkai yang lain. Beberapa goresan mulai terlihat di kaki chiao feng, kemampuan baju Gravitasi tidak mampu melindunginya karena tenaga dalamnya telah dihabiskan untuk melindungi dirinya dari hantaman petir yang berkali- kali menyambar.
Beberapa saat kemudian Chiao feng yang kesadarannya telah pulih berusaha menggerakkan tangannya kearah burung besar terbut. Dia mencoba mengusir burung itu tapi belum berhasil. Chiao feng mencoba untuk duduk, dengan susah payah dan waktu yang cukup lama dia telah mampu duduk ditanah dengan kaki yang berdarah- darah. Burung bangkai yang menyadari Chiao feng telah duduk langsung terbang mengitari langit.
“aku harus memulihkan kondisiku” batin Chiao feng
Chiao feng mulai menenangkan dirinya dan duduk bersila, dia berusaha menngakses ilmu menghisap bintang. Tapi kemampuan tubuhnya belum mengizinkan menyebabkan dirinya semakin lemah.
“aku tidak bisa mengumpulkan tenaga dalam” ucapnya dalam hati
__ADS_1
Chiao feng kemudian mencoba membuka cincin dimensi tapi tidak juga berhasil karena cincin dimensi harus menggunakan tenaga dalam untuk mengaksesnya.
Dengan sedikit kesal chiao feng kembali membaringkan dirinya sambil berfikir apa yang harus dilakukannya saat ini.
**
Satu jam chiao feng dalam kondisi berbaring mengistirahatkan tubuhnya, seekor burung datang kembali, Chiao feng lalu mengusirnya.
“aku tidak bisa terus disini, aku harus mencari tempat yang aman” ucapnya
akhirnya berhasil menyentuh pedang dewa petir yang tersarung rapi.
Chiao feng menggunakan pedang itu sebagai penyangga tubuhnya, perlahan- lahan dia mencoba berdiri kembali, dengan kaki yang masih berdarah- darah dia mulai menyusuri bukit berbatu itu untuk mencari tempat yang aman bersembunyi dari binatang buas yang berkeliaran di tempat tersebut.
Butuh waktu yang lama bagi Chiao feng menyusuri tempat tersebut hingga sampai ditepi bukit. Dari kejauhan Chiao feng melihat sebuah rombongan yang berjumlah delapan orang.
__ADS_1
“nampaknya ada rombongan pedagang yang akan melewati wilayah ini” gumam Chiao feng
Chiao feng mencoba untuk menuruni bukit – bukit berbatu tersebut, kali ini dia berhati – hati betul karena jika salah menginjakkan kaki dia bisa terguling kebawah. Sesampainya dibawah Chiao feng menaruh pedang dewa petr dipunggungnya dan bergerak menuju jalur yang akan dilewati rombongan tersebut.
**
Perlahan- lahan rombongan tersebut semakin mendekat kearah Chiao feng, hingga beberapa meter lagi rombongan itu berhenti. Para pengawal langsung bersiap siaga dengan mencabut pedang mereka., mereka takut jikalau ini adalah sebuah perangkap.
Pimpinan rombongan menatap sambil menyelidik wilayah sekitarnya. Chio feng yang terlihat begitu gemetaran akhirny ambruk dan tidak sadarkan diri.
Pimpinan rombongan turun dari kudanya dan menghampiri Chiao feng yang masih dala keadaan lemah. Dia memeriksa sekujur tubuhnya dan mendapati Chiao feng dalam keadaan pingsan. Nadinya masih terasa tidak terlalu kuat.
Setelah memeriksa kondisi Chiao feng, pimpinan rombongan itu memberikan kode isyarat kepada beberapa pengawal untuk datang. Dua orang pengawal datang dan mengangkat tubuh Chiao feng menuju salah satu pedati yang membawa barang.
Mereka membawa Chiao feng menuju suatu tempat yang kelihatannya cukup jauh.
__ADS_1