PAHLAWAN GUNUNG ANGIN

PAHLAWAN GUNUNG ANGIN
Ch 2. Daun Penyambung Nyawa


__ADS_3

Laki-laki itu mengangkat tubuh chiao feng dan membawanya ke puing- puing desa gunung angin, jalan yang menanjak membuatnya begitu kesulitan membawanya,


setelah sampai diatas laki-laki itu memeriksa luka yang ada diseluruh tubuhnya serta panah masih tertancap di paha chiao feng, dia mencoba menarik anak panah yang tertancap, seketika chiao feng menjerit menahan rasa sakit yang luar biasa.


Laki-laki itu berhenti menariknya dan seketika chiao feng memanggil namanya,  “paman Han”ucap chiao feng.


Han shiao adalah adik dari ayah chiao feng,dan lebih akrab dipanggil Han, dia merupakan seorang pendekar yang tak memiliki ilmu yang hebat dibandingkan dengan anggota klannya,  karena dia lebih tertarik dengan syair- syair dan puisi-  puisi, tapi disebabkan faktor keturunan dan harga diri klan sebagai pemimpin desa gunung angin,  han shiao tetap dipaksa mempelajari ilmu silat dan tenaga dalam. Ketika terjadi pembantaian digunung angin dia sedang pergi keluar dari desa menikmati alam dan membuat puisi ditepi jurang gunung angin, sehingga dia tidak tahu apa yang telah terjadi karena jarak desa antara desa dan jurang cukup jauh.


Chiao feng telah sadarkan diri, tapi masih dalam kondisi sangat lemah dan terlihat jelas diwajahnya trauma berat karena menyaksikan pembantaian desa gunung angin,


“jangan banyak bergerak nak” ucap han Shiao  kepada chiao feng


“aku perlu menarik anak panah ini dan mengobati lukamu” sambung Han Shiao


Han Shiao  mencoba mengalirkan tenaga dalam ketitik meridian sekitar paha yang terkena panah  untuk mengurangi rasa sakit ketika menariknya.


“jlebb” suara anak panah yang ditarik dari paha chiao feng.


Dia meringis kesakitan sambil menggigit kain yang tersumpal dimulutnya, pendarahan kembali terjadi walaupun tidak begitu serius


“kita harus mengobati lukamu agar tidak terjadi pembusukan, kita akan turun kelembah mencari daun penyambung nyawa dan jamur api untuk mengobatinya” ucap Han Shiao kepada Chiao feng

__ADS_1


Daun penyambung nyawa adalah daun yang berguna untuk pengobatan luka dalam ataupun luar yang serius, sementara jamur api berguna untuk mengeringkan luka agar tida terjadi pembusukan.


“paman akan menggendongmu di belakang” sambung Han Shiao


Han Shiao mengambil beberapa ranting- ranting kayu dan membentuk kerangka tempat duduk serta dia mengikat ujung- ujungnya sehingga bisa digunakan chiao feng untuk duduk.


Han shiao mengangkat chiao feng dan meletakkannya di tempat duduk yang di buatnya dan dia menggendongnya dibelakang kemudian mereka pergi menyusuri lereng gunung menuju lembah gunung angin yang luas.


tiga jam berjalan Han Shiao berhenti dan meletakkan Chiao feng.


“paman akan mencari buah- buahan  dan air untuk kita makan, kau tunggu disini” ucap han shiao kepada chiao feng. Han shiao pergi meninggalkan chiao feng sendiri, sementara chiao feng melamun dan merasa tidak percaya semua ini terjadi, ada rasa dendam dihatinya terhadap mereka yang telah menghancurkan desanya dan membunuh semua keluarganya.


‘aku akan tunjukkan bahwa suatu hari nanti mereka akan mendapatkan balasan dariku” .batin chiao feng


“ah, aku harus membawa chiao feng ketempat ini” katanya dalam hati.


Dia kemudian pergi menjemput chiao feng yang ditinggalnya.


Sesampai ditempat chiao feng, Han Shiao berkata “ kita akan bermalam ditempat ini lagi pula langit begitu mendung, takutnya nanti turun hujan”.


“paman melihat ada sebuah gua disana, kita bisa tinggal didalam untuk sementara” Han Shiao menjelaskan.

__ADS_1


Han shiao mengangkat chiao feng kembali dan membawanya menuju Gua yang dilihatnya  sampai dimulut gua dia


kembali meletakkan chiao feng .


“paman akan memeriksa gua dulu untuk memastikan tidak ada binatang buas didalam” kata Han Shiao.


Ia pun lalu masuk kedalam gua tersebut memeriksa setiap sudut gua, memang gua itu tidak terlalu dalam  sehingga


hanya butuh beberapa menit memeriksanya.


“aman” ucapnya begitu yakin sambil melangkah keluar untuk membawa chiao feng kedalam.


Chiao feng yang masih merasakan sakit pada sekujur tubuhnya tidak  banyak bergerak karena takut terjadi sesuatu


yang serius pada tubuhnya. Sambil menunggu chiao feng melihat-lihat sekelilingnya banyak ditumbuhi berbagai macam tanaman yang berwarna warni.


‘ayo kita masuk” ucap Han Shiao mengagetkan chiao feng


Dia membawanya kedalam dan meletakkannya di lantai gua.


“Paman akan mencari kayu dulu untuk membuat api, makanlah buah buahan ini kalau kau lapar” kucap han shiao pada chiao feng, kemudian dia melangkah pergi keluar dari gua.

__ADS_1


chiao feng kembali sendiri.


__ADS_2