
Ch 39. Markas Asosiasi Crocklyn
Chiao feng dan Brown berjalan – jalan dikota Hebra sambil melihat – lihat keadaan kota diwaktu malam. Suasana kota tidak begitu ramai, hanya beberapa orang yang terlihat sedang berjalan dengan terburu - buru. Langit begitu gelap yang menunjukkan sepertinya akan turun hujan.
“paman, ayo kita cari penginapan untuk beristirahat mungkin sebentar lagi hujan akan turun” ajak Chiao feng
Brown yang lebih faham seluk beluk kota Hebra tersenyum “ kita ke penginapan disana saja” sambil menunjuk kesalah satu jalan.
Mereka berjalan lebih cepat, tetesan – tetesan gerimis mulai berjatuhan. Beberapa menit akhirnya mereka sampai di sebuah penginapan yang cukup besar. Penginapan dengan bangunan dua lantai dan terlihat sangat elit.
Melihat kedatangan mereka yang berpakaian lusuh, seorang penjaga menghentikan mereka, ‘tuan – tuan mohon menyelesaikan administrasi terlebih dahulu disana” ujarnya sambil menunjuk kearah seorang pelayan wanita.
Tanpa basa basi Chiao feng dan Brown menghampiri wanita tersebut. “kami pesan dua kamar terbaik disini “ ucap Chiao feng sambil mengeluarkan beberapa koin emas membayar kamar yang mereka pesan.
Mata pelayan itupun melotot kearah Chiao feng, “ba baik tuan” ucap pelayan itu dengan suara yang terbata – bata menunjukkan keterkejutannya
Chiao feng dan Brown kemudian diantar menuju kamar dilantai dua, pelayan menunjukkan dua kamar yang sangat besar. Chiao feng memilih kamar yang berada diujung. Dia ingin menikmati pemandangan indah kota Hebra. Chiao feng lalu masuk kekamarnya dan merebahkan diri ditempat tidur yang sangat empuk lalu tertidur
__ADS_1
Setelah beristirahat dua jam , Chiao feng mengeluarkan Pedang Dewa Petir dari cincin dimensi. Sengaja Chiao feng menyimpan pedang itu agar tidak menarik perhatian orang, tapi dengan menyimpannya di Cincin dimensi membuat ilmu menghisap bintang tidak dapat menarik energi dari pedang itu.
Chiao feng mulai bermeditasi, semakin lama konsentrasinya semakin dalam, ilmu meghisap bintangnya aktif hingga energi dari pedang dewa petir mengisi dantiannya dengan Qi murni.
Hujan diluar masih turun dengan lebat, desiran – desiran angin masuk melalui ventilasi udara. Chiao feng membuka mata karena merasakan ada seseorang yang sedang mengintainya dari jendela
Chiao feng meningkatkan kewaspadaan dan pura –pura tidak mengetahui sehingga sipengintai tidak menaruh curiga. Chiao feng berjalan perlahan menuju meja dan mengambil sebuah pisau kecil serta mengalirkan energi Qi. Sekejap mata, pisau itu meluncur dilempar oleh Chiao feng dan tertancap dijendela.
Orang yang sedang mengintai kaget dan langsung melompat kebawah melarikan diri. Ilmu meringankan tubuhnya begitu hebat, sehingga Chiao feng tidak mengejarnya.
“aku harus bertambah kuat lagi, dengan kemampuan saat ini aku tidak akan mampu bertahan dari pendekar – pendekar hebat disini” batin Chiao feng
Chiao feng kembali bermeditasi dan meningkatkan energi Qi yang dimilikinya.
**
Pagi – pagi sekali Chiao feng keluar menuju markas Asosiasi Crocklyn. Chiao feng tidak mengajak Brown, ia merasa harus menyelesaikan hal ini sendirian. Mendekati markas Asosiasi Crocklyn terlihat beberapa orang berlalu lalang.sambil berjaga.
__ADS_1
“harusnya tempat ini tidak ada orang, tapi kenapa banyak orang disini” Chiao feng heran dengan kondisi markas itu
Chiao feng menyelinap masuk kedalam, tidak mau bertindak gegabah Chiao feng memilih untuk tidak melakukan sesuatu yang bisa menarik perhatian. Dia terus masuk kedalam dengan mengendap –endap dan berhenti didepan salah satu ruangan.
Didalam ruangan ini tidak ada orang, tapi mengapa banyak penjaga diluar, pasti ada sesuatu disini. Chiao feng menyelidiki lebih lanjut, berjalan secara pelan kesetiap ruangan hingga sampai diruangan Broody, Chiao feng mengintip ada tiga orang didalam sedang berjaga – jaga.
Chiao feng mengeluarkan pedang kehidupan dari cincinnya dan menyerang dengan cepat,
“trankk” Chiao feng menebas kearah penjaga, satu penjaga langsung tewas terpotong sementara yang lain masih bisa menangkis. Tanpa ada jeda Chiao feng terus menyerang secara brutal dengan jurus tarian seribu pedang yang membuat kedua orang itupun terluka parah ditubuh mereka,
Chiao feng tidak membunuh mereka, melainkan hanya menotok beberapa titik ditubuh mereka dan menyeret mereka kesalah satu ruangan kemudian mengikatnya.
Chiao feng kembali keruangan Broody dan memeriksa sekelilingnya, ternyata ada pintu masuk kedalam ruang bawah tanah. Chiao feng membuka pintu itu dan masuk kedalam menuruni tangga.
__ADS_1