
Ch 36. Informasi Baru
Chiao feng berhenti berlari sejenak untuk beristirahat, dia menarik nafas dalam – dalam, tubuhnya kelelahan setelah melewati pertempuran dengan banyak pendekar. Belum lagi Qi yang dia keluarkan untuk memanggil beberapa Demonic tidak sedikit, tapi untung saja dengan keberadaan para Demonic semua menjadi lebih mudah dan lebih cepat dilewati.
“ Kalian boleh kembali, sampaikan salamku pada Ninruku” ucap Chiao feng sambil melakukan segel tangan untuk mengembalikan para Demonic kelembah Utara
“baik tuan “ jawab para Demonic serentak lalu menghilang
Chiao feng berjalan santai menuju puncak gunung, ia ingin membuat kondisi tubuhnya kembali normal. Banyak hal yang berkecamuk dalam fikirannya, “mengapa ada kota besar seperti Hebra memiliki pemimpin yang justru adalah para bandit yang menidas kaumnya ? mengapa para ******** yang menguasai kota Hebra” didalam hati chiao feng terlintas beberapa hal, “ah, aku tanya pada paman Brown saja nanti” fikir Chiao feng sambil mempercepat gerakannya.
Sesampainya di puncak gunung Chiao feng langsung duduk bermeditasi, tiba – tiba didalam fikirannya terlintas ingatan tentang kehancuran desa gunung angin, “paman Han Shiao” ucapnya lirih
Ingatan demi ingatan berputar di dalam fikiran Chiao feng, ‘aku harus mencari paman Han Shiao, paman satu – satunya keluarga yang aku miliki, tapi apakah saat ini paman masih hidup” Chiao feng merasa ragu karena seingatnya Han Shiao terkena Racun Sekte Ular Hitam beberapa tahun yang lalu.
__ADS_1
Tak mau lelap dalam lamunan masa lalu Chiao feng melanjutkan meditasinya.
**
Tiga hari berlalu setelah pertempuran di lereng gunung tujuh pusaran Chiao feng turun dengan wajah yang sudah kembali segar, tidak ada tanda – tanda kelelahan lagi diwajahnya. Chiao feng menemui paman Brown dan menanyakan tentang Kondisi Broody, lego dan Max beserta anak buahnya.
“kondisi mereka cukup baik, walaupun awalnya kami sempat memberikan sedikit pelajaran untuk mereka” jawab Brown sambil tersenyum
“informasi apa yang paman dapatkan dari mereka” tanya Chiao feng lebih rinci
Dalam benak Chiao feng pertanyaan – pertanyaan dihatinya sebagian telah terjawab.
“Antar aku untuk melihat mereka paman” sambil menatap Brown
__ADS_1
“baik Tuan, mari” jawab Brown sambil mempersilahkan
Sambil berjalan keduanya mengobrol santai, Brown menyampaikan bahwa ada tiga puluh lima orang teman mereka yang terbunuh dalam pertempuran, mereka semua berada dipos pertama, dan para musuh hanya tersisa dua puluh delapan orang lagi.
Sebentar saja keduanya telah sampai di tempat Broody dan yang lain berada, kondisi mereka cukup parah. Chiao feng memperkirakan bahwa Brown melakukan penyiksaan terhadap mereka. Banyak luka – luka ditubuh mereka.
Melihat kondisi mereka Chiao feng mengurungkan diri untuk menanyai mereka dan mengajak Brown pergi.
“paman, sampaikan pada teman –teman kita, dua hari lagi kita harus pergi kekota Hebra untuk mencari Walikota. Biar Walikota yang nanti yang mengurus semuanya termasuk masalah dengan Asosiasi Crocklyn. Kita tidak perlu ikut campur lebih jauh, lagi pula aku ingin kembali ke kerajaan Qin secepatnya”. Chiao feng menyampaikan maksud hatinya.
Brown menanggapi dengan senyuman, “tapi paling tidak tuan pendekar harus tinggal ditempat ini sampai situasi menjadi kondusif, nanti akan saya antar tuan berkeliling – keliling kota hebra melihat tempat – tempat yang terbaik, dan ada banyak hal yang pasti menarik hati tuan pendekar sekalian akan aku kenalkan dengan beberapa anggota keluargaku ” ucap brown
Dalam dua hari Chiao feng tidak kembali ke puncak gunung melainkan membantu menyiapkan beberapa kereta kuda untuk membawa semua barang – barang yang akan dibawa kekota Hebra. Pada hari pertama utusan dikirim Brown kekota Hebra. Ada banyak benda berharga yang akan dibawa termasuk senjata.
__ADS_1
perjalanan pulang ini telah menjadi harapan bagi semua orang karena bisa bertemu lagi dengan keluarga dan teman - teman yang telah lama ditinggalkan, sehingga benyak yang meraa suka cita ini perlu untuk dirayakan. malam hari menjelang keberangkatan kekota Hebra mereka melakukan acara pesta kecil - kecilan, sampai semua orang tertidur dalam keadaan bergembira .