PAHLAWAN GUNUNG ANGIN

PAHLAWAN GUNUNG ANGIN
Ch 25. Dijual Sebagai Budak


__ADS_3

Ch 25. Dijual Sebagai Budak


Rombongan pedagang yang membawa Chiao feng bertujuan ke kota Hebra,.  Sudah empat hari mereka dalam perjalanan, sesekali mereka berhenti untuk beristirahat melepas lelah dan memberi makan kuda mereka. Mereka ingin menjual barang dagangan dikota itu karena kota hebra menjadi pusat perdagangan di kerajaan Mastrada.


Kerajaan Mastrada adalah sebuah kerajaan besar dibenua langit biru. Strategi perang dan Kemajuan ilmu pengetahuan benua langit biru begitu tinggi dibandingkan dengan empat benua lainnya, walaupun praktek tenaga dalam sangat minim dibenua ini sehingga sistem politik begitu menentukan dalam setiap penentuan kebijakan atau peperangan dengan musuh yang bahkan lebih besar.


Perjalanan menuju kota hebra masih memakan waktu satu hari lagi, walaupun jaraknya tidak terlalu jauh tetapi disebabkan medan yang cukup sulit, membuat perjalanan menjadi sangat lama.


Rombongan berhenti disebuah penginapan kecil. Beberapa orang turun dan menambatkan hewan tunggangan mereka ditempat yang telah disediakan penginapan. Pemimpin rombongan masuk kedalam penginapan, tampaknya sedang menegosiasikan sesuatu, para pengawal yang lain masuk kedalam penginapan dan meminta air minum. Rombongan beristirahat ditempat tersebut beberapa waktu.


“ cepat kalian angkat anak yang ada di pedati, kita bawa masuk kesini” perintah pemimpin rombongan kepada dua orang pengawal


“baik Bos” keduanya menjawab serentak


Kedua pengawal langsung pergi untuk mengangkat Chiao feng dan membawanya masuk.


“letakkan disini saja” ucap seorang laki- laki gendut dengan topi besar melingkar.

__ADS_1


Kedua pengawal yang mengangkat tubuh Chiao feng kemudian meletakkannya ditempat yang ditunjuk oleh pria gendut itu.


Pria gendut itupun memberikan dua kantong uang kepada pemimpin rombongan itu. Rombongan itu kemudian meninggalkan penginapan.


**


Dua hari kemudian Chiao feng sadarkan diri dan mendapati tubuhnya terikat oleh tambang besar, dan kedua tangan dan kakinya telah dipakaikan rantai, suasana ruangan agak gelap dan dpenuhi tumpukan- tumpukan jerami. Beberapa ekor kuda juga ada ditempat itu.


“tampaknya ini adalah kandang” gumam Chiao feng


Chiao feng mencoba melepaskan diri tapi karena tubuhnya terikat kencang dia belum bisa melakukan apa-apa.


“kreeekkkk kreeeeeekkk


Pintu terbuka dan terlihat dua orang besar berotot memasuki tempat itu,  keduanya berbicara dengan bahasa yang tidak bisa difahami oleh Chiao feng, salah satunya melepas tambang yang mengikat Chiao feng tapi membiarkan rantai besi yang ada ditangan dan kakinya. Mereka menarik chiao feng keluar dari tempat itu .


Chiao feng dibawa kesebuah halaman belakang rumah yang cukup luas, ada beberapa orang yang berdiri disana, tampaknya nasib mereka sama karena terlihat rantai yang mengikat tangan dan kaki mereka.

__ADS_1


Seorang pria gendut berkata kepada mereka dengan bahasa yang juga tidak difahami Chiao feng. Chiao feng hanya diam dan menduga- duga arah dari pembicaraan orang gendut yang ada dihadapannya. Pria itu kemudian menunjuk- nunjuk kearah Chiao feng sepertinya memerintahkan sesuatu, Chiao feng menduga pria gendut itu memerintahkannya untuk meletakkan pedang dewa petir ketanah, karena sejak dirinya pingsan pedang itu selalu ada dipunggungnya, tidak ada yang mampu mengambil atau mengangkatnya.


Chiao feng mengambil dan meletakkan pedang dewa petir ketanah, dua orang yang membawa Chiao feng mencoba mengambilnya tapi bagaimanapun usaha keduanya tetap tidak bisa mengambilnya.


Seorang laki- laki datang menghampiri sigendut itu mereka sedikit berbincang- bincang dan kemudian mendekati Chiao feng.


“perkenalkan tuan namaku Richard, aku adalah teman dari tuan Max “ ucapnya sambil menunjuk pria gendut itu. “kalian semua telah dibeli oleh tuan Max, dan sekarang kalian harus bekerja menjadi budak tuan Max” pria itu cukup fasih berbahasa dengan bahasa yang difahami chiao feng


“berarti kami ini telah dijual” batin Chiao feng


“besok kalian akan bekerja dipertambangan didekat kota Hebra, jika ada diantara kalian yang mencoba untuk melarikan diri, nyawa kalian akan menjadi taruhannya” ucap Richard lantang dan kemudian menerjemahkannya kepada Chiao feng


Chiao feng dan dua belas orang lainnya dibawa menggunakan kereta kuda yang berbentuk kotak dengan jeruji- jeruji menyerupai sebuah penjara menuju pertambangan. Chiao feng melihat masih memiliki cincin dimensi dijarinya.


“untuk sementara aku akan mengikuti kemauan mereka sampai aku bisa mengembalikan sebagian kekuatanku” gumamnya pelan


Kereta kuda terus melaju pelan menyusuri jalan- jalan berbatu hingga menempuh perjalanan tujuh jam dan akhirnya sampai dimulut sebuah gua. Semua orang diperintahkan turun bahkan ada yang kena cambuk karena bergerak lambat.

__ADS_1


Dengan pemahaman Chiao feng yang tinggi karena mempelajari kitab dewa pengetahuan membuat chiao feng cepat memahami bahasa yang digunakan orang –orang itu.


“kalian boleh istirahat malam ini tapi mulai besok kalian akan bekerja ditambang ini selama empat belas jam dalam sehari, mengerti.?” Bentak seorang penjaga


__ADS_2