
Ch 18. Berlatih Ilmu menghisap Bintang II
Hari demi hari Chiao feng lewati dengan berlatih ilmu menghisap bintang, sesekali dia belajar alkemi dengan meramu beberapa tanaman obat. Tiada hari yang tidak dia gunakan untuk berlatih, setelah satu tahun kemampuan ilmu menghisap bintang dan ilmu perubahan energinya sudah cukup baik. Diusianya yang kelima belas dia sudah memiliki seratus lingkaran tenaga dalam, sebuah pencapaian yang tidak semua orang bisa lakukan.
Lingkaran adalah satuan yang digunakan untuk mengukur tenaga dalam seseorang. Dalam setahun orang biasa hanya bisa meningkatkan kemampuan tenaga sekitar satu sampai sepuluh lingkaran, dan seorang pendekar akan mampu meningkatkan sampai lima puluh lingkaran.
Berbeda dengan manusia biasa Chiao feng yang menggunakan ilmu menghisap bintang dan ilmu perubahan energi membuat dia bisa menyimpan banyak tenaga dalam dengan waktu yang singkat.
“hari ini kita akan pergi kehutan timur untuk berburu Demonic Beast sambil mencoba kemampuanmu menghisap batu permata ditubuh demonic Beast” Ucap Senior Yang Jian
Hutan timur adalah hutan yang memiliki demonic Beast paling banyak sehingga akan mudah menemukannya. Demonic King yang menguasainya adalah seekor landak berwarna Emas yang bernama Shingeo, tingginya hampir dua belas meter dan kekuatannya sangat dahsyat, tidak ada Demonic yang mencoba mengganggunya karena kematian pasti akan menjadi akhirnya.
Chiao feng dan Yang jian berlari cepat menyusuri lereng gunung menuju kearah timur, Baju Gravitasi tidak lagi menghambat perjalanan Chiao feng dikarenakan dia telah memiliki tenaga dalam yang cukup. Kecepatan lari Chiao feng sangat mengagumkan, bahkan sesekali Senior Yang jian tersenyum Melihat kemajuan yang dicapai Chiao feng.
Empat jam mereka berlari menuju hutan timur dan akhirnya mereka sampai di tepi hutan yang sangat lebat, ‘siapkan dirimu” seru Yang Jian, “ aku akan menungggu disini”.
Chiao feng hanya mengangguk pelan.
__ADS_1
Chiao feng melangkahkan kaki masuk kedalam Hutan Timur. Dia berjalan biasa agar tidak terlalu memancing seluruh penghuni hutan, dia hanya membutuhkan satu Demonic Beast untuk diambil permatanya. Dari kejauhan Yang Jian mengikuti chiao feng. “aku yakin anak ini akan menjadi orang hebat dimasa depan” gumamnya pelan
Setelah cukup jauh dari hutan Chiao feng melihat seekor Demonic Beast berbentuk Kijang dengan tanduk yang bercabang-cabang tapi terbuat dari baja dan ujungnya tajam seperti pisau. Gigi- gigi demonic beast ini terlihat meruncing ketika menyadari kehadiran Chiao feng.
Tanpa perduli Kijang itu pun menyerang Chiao feng dengan berlari kearahnya, Chiao feng melompat kesamping dan serangan kijang menjadi Sia sia. Kembali lagi Kijang itu berlari dan menyerang, Chiao feng kembali melompat sambil memikirkan cara menghadapinya.
“aku tidak bisa terus seperti ini, tapi tidak mungkin aku menghadapinya dari depan, aku merasakan kekuatanku berkurang ketika kijang itu mendekatkan tanduknya kepadaku” ucap Chiao feng dalam hati sambil terus menghindar.
Beberapa saat kijang ini berhenti dan melihat Chiao feng, dia begitu geram karena tidak satupun serangannya mengenai sasaran. Chiao feng menghimpun tenaga dalam ditangannya. Kijang itu kembali menyerang dengan mengarahkan tanduknya kedepan, Chiao feng melemparkan tenaga dalam yang dihimpun berbentuk bola kearah kijang yang sedang berlari menyerangnya.
BOOOOOMMMM!!!!
Kijang itu kembali menyerang dengan lebih cepat dan kekuatan penuh. Beberapa kali Chiao feng mengelak dengan melompat kesamping, tapi pergerakan kijang itu membuat Chiao feng semakin terdesak. Satu kali tandukannya mengenai Chiao feng dan melemparnya dua puluh meter. Tubuh Chiao feng terjerembab ketanah. Chiao feng merasa cukup kesakitan, tapi tidak sampai disitu, kijang itu kembali berlari menghampiri Chiao feng.
Chiao feng yang menyadari kedatangan siluman kijang itu segera berdiri dan bersiap dengan tangan terkepal dan kuda- kuda menyerang. Chiao feng melompat keatas dan mendarat diatas tubuh kijang besar itu. Chiao feng melesakkan sebuah pukulan dikepala kijang itu. Kijang besar itupun meronta dan melompat- lompat tak menentu arah hendak menghempaskan tubuh Chiao feng, tapi Chiao feng terus memegang erat kedua tanduk kijang itu. Satu pukulan lagi bersarang dikepala kijang itu dan membuatnya terhuyung dan akhirnya jatuh ketanah.
Chiao feng menarik nafas puas setelah menaklukkan Demonic beast besar kali ini. Chiao feng membelah tubuh kijang besar itu dan mengambil batu permata sebesar kepala manusia lalu membungkusnya. Chiao feng mengangkat tubuh kijang itu dan membawanya menuju senior Yang Jian.
Setelah berjalan beberapa lama Chiao feng tiba ditempat senior Yang Jian. Senior Yang Jian tersenyum kearah Chiao feng dan berdiri menghampiri.
__ADS_1
“aku kira kau tidak akan kembali karena kau lama sekali, Demonic beast jenis apa yang kau bawa.?” Tanya Senior yang Jian
Chiao feng meletakkan Tubuh Kijang besar itu, “aku tidak tau guru, tapi bentuknya seperti Kijang” jawab chiao feng
“oh, ini adalah jenis Mid Wild Demonic Beast, mana batu permatanya.? Tanya Senior Yang jian kembali
Chiao feng membuka bungkusan yang digendongnya dibelakang dan mengeluarkan batu permata berwarna ungu.
“coba kau serap kekuatan yang tersimpan dalam batu permata ini” seru yang Jian
Chiao feng mengangguk dan memulai mengambil posisi bersila. Dia meletakkan batu permata ungu itu dihadapannya dan memulai berkonsentrasi. Beberapa saat tubuhnya mulai merasakan getaran pelan dan semakin lama semakin keras.
Butuh Satu bagi jam Chiao feng menyerap kekuatan permata ungu, semakin lama warnanya menjadi semakin hilang dan akhirnya berwarna bening dan hancur berkeping- keping. Tubuh Chiao feng terguncang beberapa saat dan kembali normal. Chiao feng menarik nafas dalam- dalam. Dia merasakan kekuatan tenaga dalamnya bertambah tiga puluh lingkaran.
“kita bawa saja kijang besar ini untuk kita santap nanti malam” ucap senior Yang jian kepada Chiao feng sambil mengibaskan tanggan, seketika kijang itu menghilang
Mereka meninggalkan Hutan timur dan kembali kegua di lereng gunung
__ADS_1