PAHLAWAN GUNUNG ANGIN

PAHLAWAN GUNUNG ANGIN
Ch 23. Prajurit Pasukan Iblis


__ADS_3

Ch 23. Prajurit Pasukan Iblis


 


Waktu berlalu cepat, pada malam menjelang keberangkatan, kakek guru memanggil tabib Zhang dan beberpa tetua. Kakek guru menyampaikan agar mempersiapkan kekuatan menghadapi pasukan iblis yang kemungkinan tokoh tokoh aliran hitam juga akan bergabung membantu pasukan iblis.


“kita harus meningkatkan kemampuan kita dan seluruh murid, masih ada waktu bagi kita untuk berbenah, ancaman yang akan datang sangatlah tidak bisa kita ukur” kakek guru menyampaikan hasil ramalannya


Semua tetua yang hadir tampak khawatir dengan apa yang disampaikan kakek guru, tidak pernah kakek guru terlihat seserius ini.


“besok aku akan mulai perjalanan untuk mengajak seluruh aliansi aliran putih bersatu menghadapi bencana yang akan terjadi ini” timpalnya

__ADS_1


Tabib Zhang yang dari tadi mendengarkan, sekarang mulai membuka suara.” Kepada seluruh tetua yang saya hormati, mulai besok pengamanan diwilayah sekte harus kita perketat, jangan biarkan orang luar yang tidak jelas masuk kedalam wilayah kita. Kepada tetua bagian alkemi juga segera membntuk tim yang bertugas memproduksi obat- obatan yang berfungsi menyembuhkan luka dan menaikkan kemampuan tubuh dalam skala yang cukup besar, para tetua yang bertugas melatih para murid agar melatih dengan sungguh- sungguh, kita semua akan menghadapi bencana dan perang yang angat besar.


Pagi- pagi sekali kakek guru bersama dua orang  murid senior telah berangkat menuju gunung bunga Raflesia. Mereka membawa barang- barang yang dibutuhkan, kakek guru membawa tongkatnya tang terbuat dari baja dengan motif naga melingkar, Sementara kedua murid senior yang bersamanya membawa pedang panjang dipunggung mereka. Perjalanan mereka akan memakan waktu berbulan- bulan atau bahkan setahun lebih mengingat begitu luas dan banyaknya aliran putih di kekasiaran Qin.


**


Di barak prajurit kekaisaran Qin sedang terjadi persiapan eksekusi terhadap tiga orang pejabat istana yang dicurigai sebagai pendukung pemberontakan. Disaksikan oleh kaisar dan seluruh prajurit istana beserta pejabat negara, eksekusi akan dilakukan dengan cara memenggal kepala mereka satu persatu.


Terdakwa pertama yang akan dieksekusi adalah seorang kasim istana, kasim ini dipaksa berlutut dan membungkukkan badan. Kasim ini meronta dan mengatakan bahwa ia bukanlah pendukung pemberontak, “saya adalah orang yang setia pada kaisar” teriknya dihadapan seluruh orang yang hadir, beberapa prajurit menarik tali yang mengikat tubuhnya sehingga tubuhnya terkunci dalam posisi membukkuk tidak bergerak. Algojo mengangkat tinggi golok bearnya dan dengan sekuat tenaga dia menebaskan pedangnya dileher kasim tersebut.


Dengan sekali tebas kepala kasim tersebut langsung terputus dan jatuh ketanah, tubuhnya menggelepar beberapa saat , dari lehernya keluar darah segar dengan derasnya. Terdakwa kedua dan ketiga juga mengalami nasib yang sama. Kaisar Qin merasa puas dengan hukuman yang dilaksanakan. Dia berfikir dengan cara seperti ini akan menyurutkan pergerakan pemberontak .

__ADS_1


Dilokasi yang sama tapi disisi yang lain beberapa orang tersenyum puas menyaksikan proses eksekusi, mereka adalah pejabat yang pro pemberontak dan dalang dibalik eksekusi yang menimpa tiga pejabat istana itu.


‘kita harus mencari target strategis lainnya dalam waktu dekat agar kekuatan istana melemah dan kita akan memainkan permainan ini dengan lebih menarik” seorang laki- laki berbisik pada temannya


Selesai proses eksekusi Kaisar Qin berdiri dan memberikan pernyataan kepada seluruh orang yang hadir dilokasi tersebut


“ini adalah contoh bagi para pengkhianat negara, istana tidak akan tinggal  diam, tidak akan ada toleransi kepada setiap pemberontak” ucap kaisar dengan Lantang


**


Diujung kerajaan Qin sebelah barat tepatnya, disebuah lembah yang ditumbuhi hutan yang sangat lebat., seorang pria dengan kepala yang dipenuhi dengan mata berwarna merah dengan titik hitam dimasing- masing mata, postur tubuhnya tinggi besar seperti seorang pendekar hebat. Dia sedang berdiri diantara pepohonan –pepohonan rimbun yang nyaris tak ada cahaya yang menembus masuk kedalamnya. Orang ini datang dari dimensi lain, dia adalah salah satu dari sekian banyak pasukan iblis.

__ADS_1


“aku harus mengumpulkan banyak pusaka untuk membuka portal dimensi.” Dia berkata sendiri sambil berjalan. tidak ada yang dia temui dihutan gelap tersebut. Kemudian Dia membentuk beberapa segel tangan dan  menapakkannya kebumi, seketika tercipta sebuah dinding yang tidak terlihat, dinding yang bisa melindungi keberadaan tempat tersebut.


__ADS_2