
Ch 34. Pertempuraan II
Chiao feng berhenti dan menatap dua Demonic Lord dan beberapa demonic besar lain. “kami siap melayani tuan” ucap salah satu demonic Lord.
“dengan kekuatanku yang sekarang, aku hanya bisa memanggil mereka saja” batin Chiao feng.
“ayo serang mereka “ perintah Chiao feng sambil menunjuk kelompok Broody
Seketika delapan demonic menyerang kelompok Broody, disusul oleh Chiao feng. Pertempuran besar kembali terjadi. Satu demonic lord berwujud elang besar berbulu besi terbang dengan kecepatan tinggi menyerang, setiap bulu sayapnya begitu tajam seperti pisau menyambar pasukan broody.
Beberapa orang yang tidak sempat menghindar berteriak kesakitan bahkan ada yang terputus organ tubuhnya. “ berpencar” perintah Broody
Pasukan broody langsung berpencar memisahkan diri. Hal inilah yang ditunggu tunggu oleh Chiao feng. Dengan musuh berpencar maka mengalahkan pasukan menjadi lebih mudah.
__ADS_1
Para Demonic menyerang pasukan yang terpencar. Sementara Chiao feng menghadapi Broody. Chiao feng menebas dengan pedang kehidupan kemudian ditangkis oleh Broody. Chiao feng menyerang dengan perisai tanduk kijang tetap ditangkis oleh Broody, tapi broody merasa kekuatannya melemah, hal ini disebabkan oleh serapan dari perisai tanduk kijang.
Broody menarik pedangnya dan menyerang Chiao feng secara beruntun beberapa kali. Chiao feng menghindar dari serangan Broody, tapi satu serangan Broody mengenai tubuh Chiao feng, Chiao feng mundur beberapa langkah, sambil mengusap - usap bekas serangan Broody. Tidak ada luka yang timbul karena dilindungi baju gravitasi, tapi efek dari kekuatan yang mengenai tubuh tetap bisa dirasakan sakit oleh Chiao feng.
Chiao feng mengeluarkan Jurus Pedang Pangisan Gerimis disambut oleh Broody dengan jurus Penghancur Karang, perpaduan kedua jurus tersebut membuat gelombang kejut besar dan keduanya sama – sama mundur beberapa langkah.
Serangan demi serangan terus terjadi, puluhan jurus dilancarkan bergantian antara Chiao feng dan Broody.
**
Penjaga pos pertama menumpahkan minyak dari kendi besar kedalam kolam dilereng gunung. Beberapa saat kemudian beberapa panah api melesat cepat ke kolam yang telah terisi minyak. Kobaran api besar terlihat menyala bahkan membakar beberapa orang yang sedang menyerang dan berada didalam kolam.
Musuh menjauh dari kobaran api sehingga Pos pertama menjadi aman , puluhan anak panah kembali melesat dengan cepat menghujani mereka, banyak musuh yang tidak waspada tertembus ditubuhnya. Hanya para pendekar yang masih kokoh berdiri, kemampuan mereka menangkis anak panah cukup baik sehingga hanya yang tidak waspada yang terkena.
__ADS_1
Jumlah musuh memang telah berkurang setengah, tapi yang terbunuh paling banyak adalah para anggota yang lemah.
Lego memberi perintah agar pasukan membentuk formasi pertahanan dan menyerang dari sela – sela kolam api. Beberapa orang pendekar mengeluarkan tenaga dalam dan menyatukan kekuatan membentuk perisai pertahanan dari serangan anak panah. Enam kelompok kecil terbentuk dan mulai bergerak menyerang.
Pos pertama kembali bisa dicapai oleh para pendekar yang menyerang, beberapa penjaga pos telah bertarung dengan para pendekar, karena kemampuan bertarung mereka yang lemah, hanya beberapa kali serangan mereka telah habis dibabat pendekar musuh.
Chiao feng yang melirik kepos pertama menyadari bahaya yang terjadi, Chiao feng menjauhi Broody dan mendekat kearah salah satu Demonic Lord. “cepat hentikan mereka” perintah Chiao feng sambil memberikan isyarat kearah pos pertama. Demonic Lord berbentuk manusia besar setinggi tiga meter berkepala harimau itu langsung melompat dan berlari meninggalkan musuhnya menuju kearah pos pertama.
Beberapa pasukan budak turun kelereng gunung membawa pedang dan tombak membantu Demonic Lord itu melawan para pendekar yang masuk ke pos pertama, pertarungan sengit terjadi diantara mereka. Demonic Lord berkepala harimau itu menebas dengan goloknya yang ukurannya sepanjang dua meter, musuh yang terkena serangan terpotong seperti tahu, bahkan ada yang terbelah menjadi dua.
Brown menganalisa pertempuran, “pasukan pemanah, serang Brian dan Lego” teriak Brown dengan keras. Brown ingin menghabisi pemimpinnya terlebih dahulu sehingga para pendekar akan menjadi pesimis, karena tidak akan ada yang akan membayar mereka lagi jika bos – bos ini mati.
Pasukan pemanah fokus membidik Brian dan lego, puluhan anak panah menyerbu tempat Brian dan Lego, keduanya meminta bantuan kepada pendekar yang ada tapi belum sempat semua datang anak panah telah menembus tubuh Brian dan satu anak panah juga mengenai paha Lego. Beberapa pendekar juga terkena panah.
__ADS_1
Lego meraung – raung kesakitan sambil ditarik dua orang pendekar Hitam menjauh dari lereng gunung.