PAHLAWAN GUNUNG ANGIN

PAHLAWAN GUNUNG ANGIN
Ch 6. Buah Ajaib


__ADS_3

Ch 6. Buah Ajaib


**


Malampun tiba,


mereka tetap menunggui Han Shiao, berharap kondisinya menjadi lebih baik. Mendadak seorang penjaga berlari mencari Lixi Wei. Dia datang dengan tergopoh- gopoh dan nafasnya tidak beraturan.


“celaka tuan, prajurit merah datang lagi, kali mereka datang dengan orang yang lebih banyak dan ada satu pendekar diantara mereka”, penjaga itu menjelaskan


Mereka saling berpandangan, Lixi wei meminta Chiao feng untuk lari bersembunyi dari belakang penginapan terlebih dahulu bersama seorang penjaga, dia dan dua penjaga lainnya akan membawa Han Shiao juga.


Chiao feng enggan dan tidak mau meninggalkan pamannya yang sedang  sakit parah tapi Lixi wei menjelaskan lebih lanjut.


“pergilah bersama anak ini, kita bertemu diujung desa ini sebelah utara” perintah Lixi wei kepada penjaganya.


Penjaga itupun menarik Chiao feng dan menuju pintu belakang untuk melarikan diri. Tapi salah satu anggota prajurit merah sempat melihat mereka, anggota itupun berseru ‘aku melihat mereka lari dari belakang penginapan”

__ADS_1


Seketika lima belas orang anggota dan seorang pendekar dari prajurit merah mengejar mereka. Jarak antara mereka dan prajurit merah tidaklah jauh sehingga penjaga cepat menyadari kehadirran para prajurit merah.


“larilah , aku akan mencoba memperlambat mereka” ujar si penjaga kepada chiao feng


Chiao feng langsung lari terus kedepan, sementara penjaga itu berhenti dan mengambil arah lain untuk mengecoh prajurit merah. Tapi jarak yang cukup dekat membuat prajurit merah mengetahui ini adalah cara untuk membuat mereka terpecah.


Pendekar yang bersama prajurit merah itupun memerintahkan enam anggota prajurit merah mengejar chiao feng dan anggota lainnya ikut bersamanya mengejar penjaga tadi.


Sementara di penginapan Lixi Wei bersama dua penjaga tidak melihat kedatangan prajurit merah kepenginapan, ”apa mungkin mereka semua mengejar Chiao feng.?“ dia bertanya dalam hati


Ayo cepat angkat dia kita akan meninggalkan desa ini “ Lixi wei memerintahkan penjaganya membawa kereta kuda kemudian mengangkat tubuh Han shiao kedalam gerobak dan membawanya ke utara desa .


“kemana anak itu” tanya Lixi Wei


“aku tidak tau tuan, tadi kami terpisah, jumlah mereka terlalu banyak dan aku tidak sanggup menghadapinya” penjaga itu menjelaskan situasi yang sudah terjadi


“Mungkin anak itu sudah tertangkap atau sudah mati” lanjutnya pula

__ADS_1


“Ayo tuan kita pergi, sebelum prajurit merah menyusul kita, kita semua bisa terbunuh” ucap penjaga lain


Akhirnya merekapun pergi menggunakan kereta yang ditarik dua ekor kuda  meninggalkan desa menuju Xianyang ibukota kerajaan Qin.


**


Chiao feng  terus berlari dikegelapan malam yang diterangi rembulan yang samar cahayanya kearah hutan yang semakin gelap, dia sudah tidak tahu jalan untuk kembali tapi ketakutan masih menyelimuti hatinya, dia memaksa diri untuk terus berlari walau terkadang dia berhenti sebentar beristirahat memberi waktu bagi paru-parunya untuk bernafas dan kemudian melanjutkan kembali.


Tiga jam dia berlari di hutan belantara yang entah sudah dimana posisinya, dia sudah yakin tidak ada yang mengejarnya, chiao feng berhenti di bawah sebuah pohon besar. Keletihan yang sangat menyelimuti tubuhnya, dia sulit menggerakkan tubuhnya dan dia pingsan ditempat itu .


**


Ketika chiao feng terbangun, matahari telah berada disepenggalah tombak , dia masih merasa lemas diseluruh tubuhnya, sambil berjalan dengan gontai dia terus menyusuri hutan yang kelihatannya tiada bertepi , sesekali dia melihat-lihat kekiri dan kekanan, rasa haus dan lapar juga terus menyiksanya,


‘aku harus menemukan air atau setidaknya buah hutan yang bisa aku makan” ucapnya dalam hati


Hampir tiga  jam dia berjalan membelah hutan, akhirnya dia melihat sebatang pohon yang berbuah tidak begitu lebat, ukuran buahnya sebesar  anggur , warnanya orange dan kelihatan mengandung banyak air, tanpa peduli dengan sekitarnya dia memanjat pohon itu dan memetik seluruh  buahnya  , kemudian dia turun dan memakan buah itu satu persatu, rasa buah yang sangat segar membuat tenggorokannya begitu lega, kehausan dan kelaparan yang dideritanya berangsur-angsur hilang, seluruh buah yang ada dia habiskan.

__ADS_1


Chiao feng sudah merasa lebih baik, dia melanjutkan perjalanan mencari jalan keluar dari hutan belantara yang terasa tiada habisnya, satu hal yang dia bingungkan adalah walaupun sudah lama berjalan tapi dia tidak merasa keletihan sedikitpun ditubuhnya.


**


__ADS_2