PAHLAWAN GUNUNG ANGIN

PAHLAWAN GUNUNG ANGIN
Ch 17. Berlatih Ilmu menghisap Bintang


__ADS_3

Ch 17. Berlatih Ilmu menghisap Bintang


 


Pemakaman dilakukan kepada setiap anggota aliansi aliran putih yang terbunuh dan dihadiri tokoh- tokoh dari beberapa sekte. Isak tangis terdengar disertai deraian air mata kesedihan. Ada yang kehilangan saudara, teman, senior bahkan guru. Tak ada kata yang bisa diucapkan, semua tenggelam dalam kepiluan yang mendalam.


Selesai acara pemakaman, semua pendekar kemudian membubarkan diri, semua sekte bersiap- siap kembalii ke wilayah masing- masing. Wang En kemudian mengumpulkan seluruh Anggota sekte bulan bintang yang tersisa, dia memberikan motivasi kepada seluruh anggota sekte bulan bintang.


“kita semua adalah saudara, kita kehilangan teman, senior dan guru disekte ini, mari kita bangun kembali sekte ini menjadi lebih bersinar, mari kita penuhi harapan saudara- saudara kita yang gugur dalam pertempuran ini, kita harus  bangkit walaupun sulit rasanya menapakkan kaki didunia persilatan ini” Wang En berkata dengan lantang dihadapan seluruh anggota sekte bulan bintang yang disambut tatapan optimis setiap anggota.


**


Chiao feng masih berlatih Ilmu menghisap Bintang, masih sulit baginya untuk menarik kekuatan yang ada disekitarnya dan mengumpulkannya, berhari- hari dia telah mencoba tapi masih tetap gagal.

__ADS_1


Senior Yang Jian menjelaskan kepada Chiao feng bahwa kunci menguasai ilmu ini terletak pada Rasa dan tehnik mengalirkan energi kedalam tubuh serta mengumpulkannya disetiap titik meridian tubuh. Kelembutan berperan penting dalam menggunakan ilmu ini.


Chiao feng masih dalam posisi bersila kemudian mengangkat tangannya keatas dan berusaha menyerap energi disekelilingnya, tapi tetap tidak membuahkan hasil. Berkali- kali Chiao feng mencoba tidak ada tanda- tanda dia akan berhasil, setiap energi terkumpul akan langsung terpecah dan menguap. Kesabaran dalam berlatih ilmu ini sangat ditekankan.


Senior Yang Jian pergi dan membiarkan Chiao feng berlatih sendiri. Dia keluar dari gua menuju lembah mencari sesuatu.


Chiao feng meneruskan latihan tanpa ditemani senior Yang Jian.


**


Senior Yang jian membuat teh dari hasil ramuan yang dibawanya dan memberikannya kepada Chiao feng. “ Minumlah, ini akan membantumu menguatkan organ dalammu dan membuka sebagian meridian dalam tubuhmu”


Chiao feng mengambil cangkir yang berisi teh yang diberikan oleh Senior Yang Jian dan langsung meminumnya, beberapa menit belum ada reaksi. Chiao feng bertanya kepada Senior Yang Jian banyak hal tentang Ilmu menghisap Bintang dan ilmu perubahan energi. Senior Yang Jian menjelaskan dengan penuh antusias yang diikuuti anggukan dari Chiao feng.

__ADS_1


Setelah sepuluh menit Chiao feng mulai merasakan panas diperut dan sakit di sekujur tubuhnya. Keringatnya mulai mengucur deras, matanya terasa berkunang- kunang.


“cepat ambil posisi bersila dan lakukan latihan menghisap bintang kembali” perintah Yang Jian


Chiao feng duduk kembali  dan mengambil posisi bersila  dan mencoba melatih kembali ilmu menghisap bintang. Rasa panas dan kesakitan terus menjalar beradu dengan konsentrasi Chiao feng. Satu jam kemudian Chiao feng sudah lebih tenang, dia sudah mulai mampu terbiasa dengan situasi yang dihadapinya.


Tiba- tiba tubuhnya bergetar hebat, seakan- akan ada kekuatan besar masuk kedalam tubuhnya. Chiao feng berusaha mengendalikan tapi  beberapa saat tubuhnya normal kembali. Chiao feng membuka matanya  dan melihat senior Yang jian sedang memperhatikannya.


“kau sudah mulai bisa menghisap energi disekitarmu tapi masih dalam jumlah yang sedikit, kau membutuhkan waktu yang lama untuk menguasainya, tapi asalkan kau rajin berlatih maka kau akan mendapatkan hasil yang baik. Asal kau telah memahami dasarbya maka untuk selanjutnya kau bisa mengembangkan sendiri” Senior Yang Jian memberikan dukungan sambil menepuk bahu Chiao feng.


 


 

__ADS_1


__ADS_2