PAHLAWAN GUNUNG ANGIN

PAHLAWAN GUNUNG ANGIN
Ch 27. Kerusuhan Dipertambangan


__ADS_3

Ch 27. Kerusuhan Dipertambangan


 


Para pekerja dipertambangan diperlakukan tidak manusiawi,  para penjaga menyiksa pekerja sesuka hati mereka. Terkadang jatah makanan para pekerja juga tidak diberikan oleh para penjaga. Budak b- budak yang dipekerjakan beberapa diantaranya ada yang telah berusia lanjut, dan banyak diantara mereka masih berusia muda.  Mereka dijadikan budak sebagian karena terlilit hutang yang bunganya tinggi, sebagian ada yang dijual oleh keluarga mereka, ada yang dijadikan alat pembayar hutang dan beberapa faktor lain.


**


Terdengar suara riuh dari dalam pertambangan. Tampaknya ada keributan yang terjadi, terlihat seorang penjaga berlari keluar dengan memegangi kepalanya yang berdarah- darah sambil meringis kesakitan. Para penjaga lain yang melihatnya langsung menghampiri temannya yang sedang terluka dan sebagian lainnya masuk kedalam pertambangan.


Tidak berapa lama para penjaga menyeret dua orang budak keluar dari pertambangan sambil memukuli keduanya hingga terluka parah disekujur tubuh mereka.


Chiao feng yang melihat kedua budak itu dipukuli sampai terluka dan  tidak mengetahui apa yang terjadi dipertambangan langsung berlari maju dan menghantam perut salah seorang penjaga hingga penjaga itupun tersungkur  muntah darah.


Beberapa penjaga yang melihat temannya muntah darah, langsung bergerak meninggalkan dua budak itu dan maju menyerang Chiao feng. Pertarungan tidak berimbang jumlah itupun terjadi, dua belas penjaga melawan Chiao feng yang sendirian.

__ADS_1


Chiao feng yang memiliki sedikit energi Qi dan dengan bantuan perlindungan baju Gravitasi tidak merasa khawatir dengan perlawanan dua belas penjaga itu.


Seorang penjaga mencabut pedangnya dan menyerang Chiao feng. Beberapa kali dia menebaskan pedangnya namun satu kalipun tidak mengenai sasaran.


“ayo serang dia bersamaan “ teriak seorang penjaga lainnya kepada teman- temannya yang masih berdiri


Lima orang penjaga lainnya mencabut senjata mereka dan mengeroyok Chiao feng. Chiao feng menghindar dan coba membaca situasi yang terjadi. Para budak hanya menyaksikan tidak berani membantu Chiao feng


Serangan demi serangan terjadi dan bertukar beberapa kali, satu kali pukulan Chiao feng mengenai satu orang penjaga sehingga membuat penjaga itu tersungkur. Lima temannya yang lain tetap menyerang dengan semakin beringas.


Chiao feng tidak ingin menghabiskan seluruh Qi miliknya untuk melawan para penjaga yang menyerangnya karena dia mengetahui akan banyak orang lain yang datang ketempat itu  untuk menyerangnya.


“Tiiiiiing” terdengar suara pedang yang bertabrakan


Tidak satupun ketiga pedang para penjaga itu mampu menyentuh kulit Chiao feng.  Melihat kemampuan chiao feng begitu besar. Nyali para penjaga itupun menjadi ciut tidak berani menyerang.

__ADS_1


Chiao feng yang menyaksikan keraguan para penjaga langsung menyerang dengan cepat. Beberapa pukulan dilayangkan kearah para penjaga itu langsung membuat para penjaga muntah darah dan terkapar pingsan.


Seorang  budak yang menyaksikan pertarungan langsung mengambil inisiatif membantu Chiao feng. Beberapa penjaga lain juga berdatangan, ada sekitar tiga puluh orang yang datang.


Chiao feng  menatap tajam kearah mereka, “ ayo maju” teriak seseorang yang diketahui  sebagai kepala penjaga dipertambangan.


Pertarungan yang lebih besar terjadi, beberapa budak yang masih muda juga langsung ikut serta dalam pertarungan. Beberapa  budak berhadapan masing- masing dengan satu penjaga, dan sisanya berhadapan dengan chiao feng.


Kerusuhan dipertambangan semakin meluas eskalasinya, para budak semakin berani menghadapi para penjaga. Beberapa penjaga telah terlihat tergeletak tak bernyawa, demikian pula beberapa budak terluka parah terkena tebasan para penjaga.


Pertarungan yang tidak berimbang membuat para beberapa penjaga melarikan diri.


Chiao feng mengambil dua buah pedang dan mulai maju. Chiao feng menebaskannya kekiri dan kekanan, penjaga yang tidak sempat menghindar kondisinya terluka parah. Lima langkah Chiao feng maju kemudian memutar balik tubuhnya dan memainkan jurus tarian seribu pedang, seketika tempo permainan pedang Chiao feng meningkat menjadi sangat cepat dan berputar tak terbaca sehingga sulit dihindari oleh para penjaga.


“argh, Argh, argh” suara teriakan para penjaga yang terkena sayatan pedang disekujur tubuh mereka terdengar begitu memilukan dan menyebabkan mereka terjatuh dan mati akibat kehilangan banyak darah.

__ADS_1


 


 


__ADS_2