PAHLAWAN GUNUNG ANGIN

PAHLAWAN GUNUNG ANGIN
Ch 29. Menyandera Max


__ADS_3

Ch 29. Menyandera Max


Anak buah tuan Max dikota Hebra langsung merespon perintah tuan Max, mereka bergabung dengan beberapa anggota Asosiasi Crocklyn  dan menuju kediaman tuan Max untuk menerima perintah penyerbuan. Mereka berjumlah tiga ratus orang dan beberapa diantara mereka adalah orang yang cukup kuat setingkat pendekar biru bahkan satu diantaranya berada pada tahap pendekar hitam tingkat dua.


Mereka memacu kuda mereka dengan kencangnya,  debu berhamburan  membuat pandangan menjadi terganggu. Orang- orang hanya melihat keheranan, tidak biasa hal seperti ini terjadi dikota Hebra, semua orang berfikir pasti ada sesuatu yang besar terjadi.


Dalam perjalanan, Thomson dan beberapa anggotanya bertemu dengan gerombolan anak buah tuan Max. Mereka lalu bergabung dan bersama- sama menuju rumah tuan Max.


**


Chiao Feng yang dengan kencangnya menuju kediaman tuan Max tiba lebih dahulu  dari pada anak buah tuan Max. Dipintu Gerbang Chiao Feng dihalangi oleh penjaga gerbang, namun Chiao Feng tidak menghiraukannya, malah menabrak penjaga gerbang itu dengan kudanya, Chiao Feng langsung menuju tempat dia meletakkan pedang dewa petir.

__ADS_1


Chiao Feng masih menemukannya disana, tidak ada yang bisa memindahkannya. Chiao Feng langsung mengambilnya dan masuk kerumah tuan Max. Beberapa penjaga menghalanginya dengan memberikan perlawanan, tapi mereka bukanlah tandingan Chiao Feng. Enam penjaga telah terbunuh ditangan Chiao feng, sementara tiga orang lainnya terluka cukup parah.


Tuan Max yang menyadari kedatangan Chiao Feng langsung mengambil senjata, sementara Richard  mencoba mengintip kondisi diluar dari jendela. Sebatang tombak melesat cepat kearah jendela dilemparkan oleh  Chiao feng. Tombak itu menembus kepala Richard.


Max yang melihat rekannya terbunuh menjadi ketakutan, dalam hatinya dia berharap bantuan dari kota Hebra segera datang.  Max kemudian bersembunyi dikamarnya. Sambil menggenggam pedang ditangan kanan dan pisau ukuran sedang ditangan kirinya.


Chiao Feng yang mengetahui keberadaan Max, Langsung menuju tempat terbunuhnya Richard Dan melompat dari jendela. Max yang ketakutan, sedikitpun tidak ada keberanian yang tersisa dalam tubuhnya. Dia gemetaran ketika Chiao feng  sampai dihadapannya. Pedang dan pisau ditangannya pun tak bisa digerakkannya.


“aku tidak akan melepaskanmu brengsek, kau akan diadili oleh orang- orang yang kau jadikan budak selama ini” Chiao Feng berkata sambil maju mendekat kearah Max


Chiao Feng menendang tubuh gempal Max, sehingga membuat Max mundur beberpa langkah. Pedang dan pisaunya telah terjatuh. Chiao Feng kemudian menarik tangan Max dan menyeretnya keluar. Chiao Feng membawa max menuju kandang kuda dibelakang rumah Max, dia mengambil tali dan menyumpal mulut Max dengan kain serta mengikat max dan menaikkannya keatas kuda. Chiao Feng mengambil kuda yang berwarna kemerahan dan menarik kuda yang membawa Max menuju arah yang berlawanan dengan arah pertambangan.

__ADS_1


**


Satu jam kemudian gerombolan anak buah Max tiba dikediaman Max. Mereka melihat rumah Max begitu berantakan. Mereka turun dari kuda dan memeriksa untuk mengetahui apa yang telah terjadi. Seorang penjaga yang masih selamat mereka temukan. Penjaga itu menceritakan kedatangan seorang pemuda yang mengobrak abrik kediaman Max seorang diri, bahkan Richard pun terbunuh ditangannya. Penjaga itu juga mengatakan bahwa tuan Max dibawa oleh pemuda itu sambil menunjuk arah perginya Chiao feng.


Anak buah  Max langsung menaiki kuda mereka dan mengejar chiao feng kearah yang ditunjuk oleh penjaga itu.


**


Disisi yang lain Brown dan seluruh rombongan telah sampai di gunung tujuh pusaran. Gunung tujuh pusaran adalah gunung yang setengah bawahnya adalah bebatuan dan setengah bagian atas adalah hutan. Walaupun gunung ini tidak begitu tinggi tapi cukup efektif untuk tempat bersembunyi.


Brown memerintahkan tiga puluh orang untuk mengambil kayu sebagai bahan membuat jebakan, dan tiga puluh orang lain mencari makanan didalam hutan. Mereka merancang jebakan sesuai dengan petunjuk Brown dan beberapa orang yang cukup ahli dalam membuat perangkap.

__ADS_1


Malam mulai tiba, matahari diufuk barat mulai terbenam. Brown menugaskan enam regu yang masing- masing regu terdiri dari lima orang untuk berjaga secara bergantian, masing- masing regu akan berjaga selama tiga jam. Sementara sisanya akan beristirahat ditempat yang telah ditentukan.


Sampai pagi tiba tidak seorang pun terlihat datang, baik itu Chiao feng maupun anak buah Max. Mereka menunggu sambil menyusun rencana kedepannya.


__ADS_2