PAHLAWAN GUNUNG ANGIN

PAHLAWAN GUNUNG ANGIN
Ch 33. Pertempuran


__ADS_3

Ch 33. Pertempuran


Suasana dipuncak gunung tujuh pusaran begitu tenang, hanya suara binatang yang saling sahut menyahut. Chiao feng menghimpun energi alam yang ada disekitarnya dengan menggunakan Ilmu menghisap bintang kemudian menyerapnya serta mengubahnya dengan ilmu perubahan energi menjadi Qi murni,  Dua puluh dua persen kekuatannya telah kembali.


“Chiao feng membuka matanya, keringatnya bercucuran deras. Ia merasa kemampuan tubuhnya sulit untuk meningkat. Kemudian ia mencabut pedang dewa petir dan mencoba menebaskannya, tapi baru dua kali tebasan tangannya terasa kebas dan kesemutan. Chiao feng kemudian menyarungkan kembali pedangnya.


“kekuatanku belum mampu untuk menggunakan pedang ini, energi yang dibutuhkan sangat besar” batin Chiao feng sambil teringat kembali pertempuran yang akan segera terjadi.


Chiao feng berfikir dari mana bantuan untuk menghadapi musuh yang datang menyerang, “jumlah musuh mungkin tidak akan sedikit” sambil menggaruk – garuk kepala yang tidak gatal.


Chiao feng berbaring sambil tetap berfikir, “oh aku tahu, dari mana aku dapatkan bantuan” ucap Chiao feng tegas.


**


Empat kereta kuda sampai digunung tujuh pusaran membawa minyak didalam kendi – kendi besar. Beberapa orang memindahkan  kendi – kendi tersebut ke pos penyerangan pertama, terlihat terdapat beberapa kolam besar dengan kedalaman tiga puluh senti meter  disekitar lereng gunung.


Tidak berapa lama mata – mata yang ditugaskan oleh Brown tiba digunung tujuh pusaran dan mengabarkan bahwa musuh telah bergerak menyerang. Diperkirakan jumlah mereka ada lima ratus orang dan  diantara mereka adalah pendekar.


“ayo kita sambut mereka dengan kejutan “ ucap Brown optimis


Para budak mengambil posisi masing – masing sesuai dengan tempat yang telah ditentukan. Mereka bersiap-siap melancarkan serangan.


Dari kejauhan nampak rombongan dari tiga bos besar dan pemimpin Asosiasi Crocklyn datang, sebagian berkuda dan sebagian lagi berjalan kaki.

__ADS_1


Mereka membentuk formasi berpencar  menjadi lima kelompok.


Debu -  debu berterbangan disebabkan hentakan kaki kuda yang berlari kencang. Pergerakan lawan semakin cepat mendekat kegunung tujuh pusaran.


“pemanah bersiap” teriak Brown


Enam puluh orang langsung menempati posisi dua puluh kelompok pemanah, alat yang digunakan adalah sebuah alat yang bisa meluncurkan tiga puluh anak panah sekaligus dengan daya jangkau yang lebih jauh dari pada panah biasa.


Seorang pemimpin pemanah berteriak “tembak”


Seketika ratusan anak panah melesat kearah pasukan musuh. Kecepatan panah yang dilepaskan melesat sangat cepat karena daya pegas yang lebih keras.


Broody yang memimpin pasukan kelompok  yang berada paling depan memerintahkan pasukannya untuk membentuk formasi berlindung.


Pasukan Broody berhenti dan Empat puluh pendekar membentuk pertahanan dengan menggabungkan kekuatan  dan menggunakan tenaga dalam. Hanya beberapa orang yang terkena panah yang diluncurkan.


Empat kelompok lain mengambil posisi menyebar merata kearah lereng gunung dengan keadaan membentuk formasi pertahanan.


**


Chiao feng turun dari puncak gunung dan menemui Brown.


“tuan muda, musuh telah bergerak menyerang kita, apa yang akan kita lakukan” tanya Brown kepada Chiao feng

__ADS_1


Sejenak Chiao feng berfikir, kemudian ia menyampaikan idenya.


“perintahkan teman – teman kita untuk terus membidik target yang paling kuat dengan panah dan pelontar . Aku akan coba mengurangi jumlah kelompok yang paling lemah” jawab Chiao feng


Senjata dan alat – alat perang yang diambil oleh Chiao feng memang sangat banyak sehingga mereka tidak teralu memikirkan kehabisan senjata.


Kelompok yang paling lemah adalah kelompok Heiden, karena hanya terdapat dua orang pendekar hitam dan lima belas pendekar biru, selainnya adalah orang – orang biasa.


Chiao feng melesat turun menghadang pasukan kelompok Heiden, dia mengeluarkan pedang kehidupan dan perisai tanduk kijang.  Sambil mendekat Chiao feng mulai menyerang lawan, tebasan demi tebasan dilancarkan. Pedang kehidupan berlumuran darah, Chiao feng tidak terlalu mengkhawatirkan serangan musuh karena memilki perisai tanduk kijang dan baju gravitasi.


Chiao feng mengeluarkan jurus tarian seribu pedang sehingga banyak diantara lawan yang terluka parah, dua orang pedekar hitam maju dan mengeroyok Chiao feng.


Mereka menyerang secara bersamaan, satu orang menyerang dengan tombak dan satu orang menyerang dengan pedang.  Chiao feng menangkis serangan dengan perisai tanduk kijang, kedua serangan langsung terpental, kemudian disambut pula oleh serangan dua orang pendekar biru , Chiao feng menangkis dengan pedang kehidupan dan berputar menebas dua pendekar itu, keduanya tidak sempat menghindar dan langsung terpotong menjadi dua.


Sementara keempat kelompok lainnya masih dihujani dengan ratusan anak panah. “tambah serangan dengan pelontar batu” perintah Brown kepada beberapa orang. Serangan bertambah dengan pelontar batu. Beberapa formasi yang dibentuk musuh menjadi hancur karena tidak cukup kuat menghadapi hantaman batu yang dilontarkan.


Mayat – mayat terlihat bergelimpangan, korban terbanyak berada dikelompok Heiden. Setengah dari pasukannya telah terbunuh. Chiao feng terus bertempur melawan dua pendekar hitam dan beberapa pendekar biru. Chiao feng mengeluarkan Jurus Pedang Tangisan Gerimis  seketika dua pendekar hitam dan delapan pendekar biru kehilangan kepala. Nafas Chiao mulai terengah – engah, staminanya mulai menurun.


Chiao feng memberikan kode kepada dua kelompok pasukan pemanah untuk menyerang kelompok Heiden yang tersisa, hanya ada tiga orang pendekar biru yang tersisa dan beberapa orang biasa.  Satu kali panah diluncurkan seluruh pasukan Heiden telah terbunuh termasuk Heiden didalamnya.


Chiao feng berpindah kekelompok lain.  Kali ini ia menyerang kelompok yang paling kuat yaitu kelompok broody. Sambil berlari mendekat Chiao feng melakukan jurus pemanggil. Selesai jurus dilepaskan, dua Demonic lord dan enam Demonic  besar muncul diarena pertempuran.


Sementara kelompok lain terus mendekat kepos penyerangan pertama.

__ADS_1


“lepaskan panah besar” perintah Brown


__ADS_2