
Ch 4. Perjalanan Dimulai
Sebulan sudah chiao feng dan pamannya Han Shiao tinggal didalam gua, kondisi luka-luka chiao feng sudah membaik, dia sudah bisa berjalan walaupun belum terlalu lincah.
Sore ini Han Shiao datang membawa dua ekor kelinci sebagai makanan mereka untuk malam hari, sambil membakar kelinci, Han Shiao berkata kepada Chiao feng “ mungkin dua hari lagi kita akan melakukan perjalanan menuju lembah kupu-kupu, karena paman lihat kondisi lukamu sudah membaik dan memungkinkan melakukan
perjalanan”.
“iya paman, lagi pula kita tidak mungkin tinggal terus ditempat ini” tukas Chiao feng
“Besok paman akan pergi berburu dan mencari sumber daya yang bisa kita butuhkan selama perjalanan” sambung Han Shiao
“aku juga akan ikut membantu paman, sekaligus untuk membiasakan tubuhku bergerak” pinta chia feng
“baiklah, kalau kau mau ikut tidak apa- apa” jawab Han Shiao sambil memberikan satu ekor kelinci yang sudah matang kepada Chiao feng.
Setelah selesai makan mereka beristirahat, tapi Chiao feng tidak bisa memejamkan mata, dia masih teringat akan ayah dan ibunya yang telah terbunuh oleh prajurit kerajaan, dia begitu merindukan mereka, begitu ingin merasakan hangatnya pelukan sang ibu.
Tiba- tiba tendengar suara serigala melolong “ Auuwwww” beberapa kali,
Dia merasa ketakutan mendengarnya, lalu membangunkan Han Shiao
“paman, Paman” panggilnya sambil menggerak- gerak kan tubuh Han Shiao
__ADS_1
“ada apa” tanya Han Shiao masih mengantuk
“aku mendengar lolongan serigala paman” jawab chiao feng
Han Shiao segera berdiri dan mengambil pedang, dia waspada dengan kondisi dan situasi seperti ini. kalau hanya serigala biasa seekor atau dua ekor ia merasa masih bisa menghadapinya tapi yang dia khawatirkan adanya gerombolan serigala atau siluman berilmu tinggi yang datang.
Sadar akan kemampuannya yang hanya sampai pada tingkatan pendekar kuning tingkat dua dan hanya memiliki tenaga dalam yang tidak begitu besar, Han Shiao lebih waspada lagi.
“paman akan memeriksa terlebih dahulu” ucap Han Shiao pelan sambil berjinjit menuju pintu gua.
“oh Syukurlah, hanya seekor saja” katanya dalam hati
Tapi tiba tiba serigala itu menoleh kearahnya dan berjalan menuju kepadanya serta berubah menjadi siluman serigala
“ternyata dia adalah siluman” batin Han Shiao
Suara nafasnya mulai tak beraturan, cemas dan takut menyelimutinya, sementara Chiao feng juga merasakan hal yang sama. Chiao feng mengambil sebatang kayu bakar dengan ujung yang agak runcing.
Benar ternyata siluman serigala itu masuk kedalam gua , sampai dimulut gua han Shiao mengayunkan pedangnya kearah siluman serigala, siluman serigala yang terkejut berusaha menghindar tapi sedikit pedang tetap mengenai bahu siluman serigala.
Siluman serigala yang terluka ringan kemudian menyerang Han Shiao dengan buas, melihat hal itu Han Shia memajukan pedangnya ke arah Siluman Serigala, Chiao Feng yang dari tadi melihat langsung gemetar ketakutan.
Han Shiao kembali menyerang tapi siluman serigala mundur dan mengambil ancang-ancang untuk melompat, ketika pedang han Shiao tidak mengenainya siluman serigala itupun melompat kearah han Shiao, satu cakaran mengenai tangan kanan Han Shiao, sementara pedangnya terlepas dari tangannya. Serigala itupun semakin brutal menyerang, pertarungan beberapa juruspun terjadi, tapi Han Shiao kalah tenaga, siluman Serigala menduduki perut han Shiao sementara kedua tangannya dicengkram oleh Han shiao karena takut cakaran siluman serigala akan mengambil nyawanya.
Chiao feng yang dari tadi mematung tersentak melihat pemandangan yang terjadi. Instingnya menyuruh dia berlari sambil mengarahkan kayu runcing yang ada ditangannya kearah siluman serigala, dan benar saja siluman yang menyadarinya berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Han Shiao. Tapi cengkraman semakin dikuatkan oleh Han Shiao, Chiao feng semakin dekat dan mengarahkan kayu runcing tersebut kearah titik vital siluman serigala, Tak sempat menghindar kayu runcing tersebut mengenai mata siluman serigala yang membuat dia meronta sekuat tenaga dan lepas ketanah menggelapar berdarah- darah.
Dengan sigap Han Shiao mengambil pedangnya dan menebaskannya keleher siluman serigala yang masih memegangi sebelah matanya kesakitan.
__ADS_1
Ketika pedang memutuskan urat tenggorokannya, siluman serigala itupun terkapar tidak bernyawa.
Chiao feng merasa sangat canggung menyaksikan kejadian yang barusan terjadi, dia awalnya sangat takut tapi kemudian menjadi berani dan ada rasa puas karena membantu pembunuhan siluman serigala itu.
“besok pagi kita harus berangkat untuk melakukan perjalanan, karena kelompok siluman serigala bisa saja menyerang kita dengan jumlah yang banyak disebabkan mencium darah siluman serigala yang kita bunuh” ucap Han Shiao kepada chiao feng
Chiao feng “ diam tak menjawab”
Malam itu mereka berjaga-jaga penuh kewaspadaan karena takut akan ada binatang buas atau siluman lainnya yang datang mengganggu.
**
Pagi yang cerah tiba, matahari menunjukkan wajahnya dengan penuh keriangan membuat seluruh daratan dinasti Qin menjadi laksana emas permata tak ternilai harganya.Di ibu kota jendral Ching Yung disambut oleh kaisar Qin dengan penuh kegembiraan karena dianggap telah berhasil membasmi pemberontak kerajaan. Para petinggi
pendekar aliran hitam juga ikut bersamanya, mereka dijamu dengan berbagai macam aneka makanan dan arak terbaik yang ada di kota Xianyang, penari-penari wanita juga ikut memeriahkan keberhasilan jendral Ching Yung.
“Silahkan dinikmati saudara- saudara” ucap Kaisar Qin sambil memepersilahkan
Para prajurit kembali keBarak Militer untuk beristirahat, sementara para pendekar mendapatkan bayaran berupa pundi-pundi koin emas masing masing seribu koin emas perorang dari kerajaan.
Disaat yang sama Chiao feng dan Han Shiao mulai berangkat meninggalkan gua tempat mereka selama ini tinggal. Bangkai siluman serigala terleta didalam gua mereka tinggalkan begitu saja.
Perjalanan panjang akan dimulai, Chiao feng memantapkan hati dalam setiap langkahnya sementara matanya terus menatap kedepan penuh makna.
__ADS_1