
Ch 21. Kembali Pulang
**
Chiao feng menelusuri Lembah Utara yang begitu luas, tidak ada yang demonic Beast yang menghalangi jalannya, bahkan seluruh Demonic Beast lembah utara memberi hormat kepadanya. Chiao feng terkadang menghabiskan waktu dengan istirahat sambil menyerap energi alam dengan ilmu menghisap bintang, terkadang pula Chiao feng berlatih ilmu meringankan tubuh sehingga bisa membuat dirinya terbang melayang.
Empat belas hari Chiao feng menyusuri tempat- tempat yang belum pernah dia datangi. Ada kerinduan dihati Chiao feng terhadap Senior Yang jian, “sudah lebih tiga tahun aku tidak bertemu senior, sudah bagaimana kabarnya ya” batin Chiao feng
Dihari kelima belas Chiao feng memutuskan untuk kembali ke gunung Petir, Chiao feng memanggil Ninruku dan memintanya mengatur seluruh demonic Beast dilembah utara, bahkan mengangkat Demonic Lord yang baru untuk mengatur wilayah- wilayah tertentu dilembah Utara.
Selesai memberikan perintah kepada seluruh demonic Beast, Chiao feng berangkat meninggalkan lembah utara, butuh waktu beberapa hari bagi Chiao feng untuk kembali, tapi kali ini akan lebih cepat dari pada waktu berangkat tiga tahun yang lalu. Sesekali Chiao feng terbang walaupun belum terlalu cepat,
**
Lima hari berlalu chiao feng akhirnya sampai di lereng gunung, hanya butuh beberapa saat lagi untuk dirinya tiba dirumah.
__ADS_1
Ketika Chiao feng sampai dimulut gua, chiao feng merasa ada yang tidak biasa, dia menghiraukan perasaannya dan masuk kedalam gua. Diruang utama tidak ada siapapun sama sekali. Chiao feng menduga Senior Yang jian pasti ada dipuncak gunung, dia langsung pergi kepuncak gunung, dan benar Senior Yang Jian ada dipuncak gunung tapi bersama dengan seorang laki- laki tua.
Chiao feng ingat laki- laki sepuh itu. Orang itu adalah kakek Zhang huo, orang yang membawanya ketempat ini dan bertemu dengan senior Yang Jian.
“kau sudah sampai anak muda” Ucap laki- laki tua itu sambil tersenyum ramah
“waktumu untuk kembali telah tiba, penuhilah takdirmu. Ambil ini sebagai hadiah dariku” ucap laki- laki sepuh itu ambil melemparkan sebuah cincin Dimensi berwarna emas dengan Delapan permata hijau kecil mengelilinginya
Chiao feng menangkap cincin itu dan memasangnya di jarinya
“Cabutlah pedang itu’ ucap Kakek Zhang huo kepada Chiao feng, sementara senior Yang Jian hanya diam tak berkomentar melihat Chiao feng
Chiao feng melangkahkan kaki dan mulai menggenggam pangkal pedang tersebut. Chiao feng tiba- tiba memasuki Dimensi fikirannya, dia melihat seorang pria tampan sedang berdiri mematung memandang kearahnya. Dibelakang Chiao feng muncul seorang Wanita yang pernah diihatnya ketika menyentuh sarung pedang dewa petir. Wanita itu muncul dan menepuk bahu Chiao feng. Chiao feng kembali dari dimensi Fikirannya.
Chiao feng mengaktifkan tenaga dalamnya dan menarik pedang tersebut sekuat tenaga, langit tiba- tiba mendadak menjadi gelap gulita, awan – awan bergumpal- gumpal, angin berhembus dengan kencangnya. Chiao feng tidak berhenti,malah semakin mengerahkan tenaga dalam yang lebih besar
__ADS_1
Kilatan- kilatan petir mulai terlihat dilangit yang gelap, sesekali terasa sangat menyilaukan mata
“Duaaaarrrrrrrrrrrrr” petir itu menyambar Chiao feng
Chiao feng yang melindungi dirinya dengan tenaga dalam berhasil selamat, tapi tekadnya telah bulat untuk mencabut pedang dewa petir. Beberapa kali petir menyambar tubuhnya yang mengakibatkan beberapa sobekan terlihat di baju gravitasi karena tidak kuat menahan kekuatan petir dan tenaga dalam yang lebih difokuskan oleh Chiao feng untuk mencabut pedang itu.
Senti demi senti bergerak, petir semakin sering menyambar tubuh Chiao feng. Hanya tinggal beberapa senti lagi , tanah bergetar seperti gempa, petir semakin ganas meyambar, gelombang angin menjadi sangat kencang. Chiao feng merasakan tubuhnya tersengat listrik dengan tegangan yang sangat tinggi bahkan hingga sampai kedalam tulang- tulangnya.
kesadarannya perlahan- lahan menghilang, hingga semua menjadi gelap gulita dan kesadaran Chiao feng pun hilang sepenuhnya disusul dengan menghilangnya tubuhnya dari dimensi tersebut dan kembali kedunianya.
Beberapa saat setelah Chiao feng pergi, Zhang huo melihat kepada Yang jian yang memperlihatkan wajah sedih.
“Dia telah kembali kedunia asalnya, kita akan pergi meninggalkan dimensi ini, karena dimensi ini ada dalam cincin yang telah aku berikan kepadanya, biarlah anak itu yang mengurus semua yang ada disini’ ucap Zhang Huo.
__ADS_1