
Chiao feng mulai melatih teknik pernafasannya, mula- mula ia hanya bisa menahan nafas beberapa detik, tapi setelah berlatih selama enam jam dia sudah mampu menahan nafas selama tiga menit.
Senior Yang Jian datang kembali, dia datang tanpa disadari oleh chiao feng
“kemampuanmu cukup baik, aku bisa merasakan kemampuan olah pernafasanmu meningkat beberapa kali lipat tapi itu belum cukup, kau harus melatihnya dan meningkatkannya agar kemampuanmu bertambah” Senior Yang memuji
“didalam tubuh manusia ada organ yang bernama paru- paru yang berfungsi sebagai alat untuk benafas, dan dengan melatih pernafasan, kita mengefisiensikan oksigen yang berguna untuk membangkitkan dan meningkatkan tenaga dalam” senior Yang kembali menjelaskan
Chiao feng mendengarkan penjelasan dari senior Yang Jian dengan serius
“selain kau belajar ilmu silat kau juga harus belajar ilmu yang lain, misalnya menulis dan membaca, belajar ilmu alkemis (Kimia) untuk meracik racun dan menawarkannya, belajar ilmu dagang (ekonomi), belajar ilmu strategi (Politik),dan ilmu-ilmu lainnya, karena untuk menjadi pendekar yang hebat tidak hanya cukup mengandalkan tenaga dan kemampuan bertarung tetapi juga harus menggunakan otak” senior Yang memberikan penjelasan dan pengarahan visi kepada chiao feng
Chiao feng sangat kagum dengan penjelasan Senior Yang Jian, “ Waaah, selain ilmu silat yang tinggi , dia juga hebat dalam ilmu lainnya” gumamnya dalam hati
“Ayo kita turun, kita harus istirahat “ ajak senior Yang
**
__ADS_1
Setelah sampai diruangan tempat istirahat, Chiao feng merebahkan diri sambil memandangi sarung pedang yang tergantung didinding. Warnanya yang putih kebiru- biruan menjadi menyala terang, Chiao feng yang penasaran kemudian mendekatinya dan menyentuhnya, tubuh Chiao feng mendadak tersengat listrik dan membuka beberapa titik meridian ditubuhnya. Chiao feng yang kaget langsung menarik tangannya, kemudian dia pergi mencari Senior Yang jian. Ia ingin menyampaikan apa yang telah dialaminya.
“Senior Yang, Senior Yang “ panggil Chiao feng
Tapi tidak ada yang menyahut. Chiao feng memberanikan diri membuka salah satu pintu, alangkah terkejutnya dia melihat timbunan koin emas yang begitu banyak memenuhi ruangan besar itu, dia menutup kembali pintu itu. Kemudian dia membuka pintu berwarna hitam, dia masuk beberapa langkah dan mengamati sekelilingnya, dia hanya melihat berbagai macam senjata dan kitab- kitab. Dia keluar dan menutup kembali pintu berwarna hitam itu.
“Senior Yang, Senior Yang “ Chiao feng kembali memanggil tapi tetap tidak ada yang nenyahut
“ah, mungkin senior sedang istirahat” gumamnya pelan
merasa tidak enak mengganggu Senior Yang, Chiao feng kembali keruangannya.
Menjelang pagi dia baru bisa tertidur,.
**
Matahari pagi mulai memancarkan sinar yang sangat cerah, Chiao feng bangun dan merasa baju yang dia pakai bertambah berat, dia melihat kembali ke arah sarung Pedang berwarna Putih kebiru- biruan itu . Dia bangkit dari tempat tidur batu itu dan mencari Senior Yang, ternyata senior Yang juga sudah keluar dari kamarnya dan duduk
disebuah kursi batu.
__ADS_1
Chiao feng menghampirinya dan menceritakan tentang sarung pedang yang ada dikamarnya memancarkan sinar terang dan membuat dia tersetrum aliran listrik ketika menyentuhnya dan menceritakan juga masalah bajunya yang bertambah berat.
“sarung Pedang Yang ada dikamarmu adalah sarung Pedang dewa petir, konon dia bisa menyala dan memancarkan energi petir yang dahsyat tapi aku belum pernah melihatnya” Jawab Senior Yang
“sementara pedangnya masih tertancap di puncak tebing tempat kau masuk kedimensi ini, semenjak ditancapkan oleh dewa petir hingga sampai saat ini tidak ada Kultivator yang bisa mencabutnya termasuk aku, kekuatan
pedang itu sangat hebat sehingga pedang itu sendiri yang akan mencari orang yang akan mewarisinya, sambungnya pula
“kemudian baju yang kau kenakan setiap hari beratnya akan bertambah sampai kau menguasai tenaga dalam yang tinggi, sehingga baju itu akan menyerap tenaga dalammu dan akan mengembalikannya ketika kau memerlukannya” Senior yang menjelaskan lebih lanjut
“tadi malam secara tidak sengaja waktu aku mencari Senior, aku membuka dua pintu senior, yang pertama ruangan yang penuh dengan timbunan koin emas dan yang kedua penuh dengan senjata” tanya Chiao feng
“senior Yang tersenyum “suatu saat akan kujelaskan” jawab senior Yang
“sekarang lanjutkan kembali latihan Olah pernafasanmu dipuncak gunung” seru Senior Yang
“ Baik Senior” Jawab Chiao feng sambil bangkit pergi
__ADS_1