PAHLAWAN GUNUNG ANGIN

PAHLAWAN GUNUNG ANGIN
Ch 9. Diserang Beruang


__ADS_3

Ch 9. Diserang Beruang


 


Sudah satu jam mereka berjalan menyusuri lereng gunung yang penuh dengan hutan belantara hijau, banyak pohon- pohon tinggi menjulang, akar- akar pohon besar bertimbulan membuat kesan artistik alam yang sangat memukau


“baik, kita berhenti dulu istirahat disini, kau juga mungkin sudah sangat lelah bukan” ucap senior Yang kepada Chiao feng sambil menatapnya santai


Chiao feng yang nafasnya sudah memburu (Ngos-Ngosan) tidak menjawab perkataan Senior Yang, dia memilih untuk diam saja.


Senior Yang Jian  kemudian berkata “aku akan mencari air dulu, kau tunggu disini, jangan kemana- mana” sambil melangkah pergi


“baik senior” jawab chiao feng


Chiao feng sebenarnya sangat menggerutu didalam hatinya, dia menyesali nasib yang tidak dikehendakinya, dia merasa penderitaan selalu menghampiri dan menimpanya.


Chiao feng terus melamun, dan tak disangkanya sesuatu sedang mengamatinya dari jarak yang tidak terlalu jauh, dia terus mendekat dengan pandangan tajam, Chiao feng  menoleh kearahnya, betapa terkejutnya dia ketika melihat seekor beruang besar sedang berjalan kearahnya.

__ADS_1


Dengan refleks dia berdiri dan berlari  berusaha menyelamatkan diri, beruang tersebut juga ikut berlari mengejar,


Melihat beruang besar itu mengejarnya, Chiao feng berusaha lebih keras berlari mengerahkan seluruh tenaganya, tapi seberapa keraspun usahanya disebabkan dia memakai Baju Gravitasi gerakannya menjadi sangat lambat.


Kaki Chiao feng tersandung akar pohon yang membuat dia terjatuh, insting bertahan untuk menyelamatkan diri


bangkit dalam dirinya,  dia berusaha berdiri dan kali ini dia menatap beruang besar yang mendekat kepadanya. “aku tidak mungkin melarikan diri darinya, walaupun aku harus mati, aku akan tetap melawannya” batin Chiao feng


Keberanian Chiao feng timbul seketika, aliran energi dari buah dewa yang ada  dalam tubuhnya mengalir deras, beruang itu berlari dan melayangkan cakaran kearah chiao feng,  chiao feng yang melihat tangan beruang itu datang langsung bergerak mundur, dan melayangkan pukulan di tubuh beruang besar itu. Beruang itu masih tidak merasakan apa-apa malah semakin agresif menyerang  beberapa kali , satu kali cakaran beruang besar itu mengenai tubuh chiao feng tapi sedikitpun tidak mengoyak bajunya apalagi membuat kulitnya terluka, hanya terasa sakit disebabkan pukulan  yang dikeluarkan oleh beruang besar itu.


Ketika pertarungan antara Chiao feng dan beruang itu berlangsung senior Yang Jian mengamati dari atas pohon, dia tersenyum melihat setiap tindakan chiao feng.


“senior Yang, tolong aku” teriaknya begitu keras


Tapi senior Yang Jian  masih diam dan mengamati.


Merasa panggilannya tidak disahuti dan direspon dia kembali lari walaupun dengan tertatih- tatih.

__ADS_1


Chiao feng merasakan kelelahan yang sangat, staminanya terkuras habis, dan dia terbaring ditanah menatap langit, pasrah terhadap nasib apapun yang akan menimpanya.


Beruang besar itupun mendekat kepadanya dan tiba- tiba “ kraaakk buuugh” beruang itupun tergeletak ditanah terkena serangan dari senior Yang Jian.


Senior Yang melompat turun dari atas pohon dan tetap tersenyum


‘bagaimana  kondisimu.? Ini minum dulu untuk memulihkan tenagamu.


Chiao feng tidak meespon ucapan Senior Yang dikarenakan dia sudah tidak memiliki tenaga lagi bahkan untuk menjawab


“Istirahatlah sebentar karena kita akan lanjutkan perjalanan”. Celoteh Senior Yang dengan santai


Sepuluh menit Chiao feng terbaring memulihkan diri, tapi dia masih belum bisa menggerakkan tubuhnya, senior Yang Jian datang dan meletakkan satu tangannya tepat didada Chiao feng dan mengalirkan Energi  Qi ketubuh Chiao feng.


Seketika Chiao feng merasa tubuhnya dialiri listrik, dia merasa setiap organ tubuhnya bergetar, perlahan dia mulai merasakan tubuhnya membaik dan energinya kembali pulih, rasa sakit ditubuhnya perlahan-lahan  sembuh dan menghilang.


Senior Yang Jian kemudian menarik tangannya dan menghela nafas panjang,” ayo kita pergi “ ajaknya kepada Chiao feng

__ADS_1


Chiao feng berdiri dan mengikuti senior Yang Jian dari belakang.


__ADS_2