
Ch 22. Ramalan
Pergolakan dunia persilatan kekaisaran Qin beberapa tahun terakhir menjadi tidak tentu arah, peperangan antara aliran putih dan aliran hitam sering terjadi walaupun dalam skala kecil. Banyak muncul tokoh- tokoh kuat dari aliran putih maupun aliran hitam. Suasana didalam istana juga semakin kacau karena ketidakmampuan kasiar mengatur negara. Rakyat merasakan penderitaan dan kelaparan berkepanjangan. Perampokan terjadi dimana- mana, para perampok menjarah harta rakyat dengan semena- mena.
Hari ini kaisar Qin melakukan rapat dengan seluruh penasehat dan para jenderal diistana membahas tentang pemberotakan yang terjadi, dan dicurigai ada keterlibatan pejabat istana. Kaisar Qin memerintahkan siapa saja yang terlibat dalam pemberontakan maka akan dieksekusi dengan hukuman penggal dan seluruh keluarganya akan menjadi tahanan negara selama seumur hidup mereka
**
Suasana Dikuil bintang begitu nyaman dan aman, terlihat beberapa remaja sedang berlatih ilmu pedang dipimpin oleh seorang murid senior berkepala plontos, gerakan- gerakan yang lincah dan indah ditampilkan dengan penuh tenaga , terlihat juga seorang wanita sedang membersihkan pelataran gedung utama . Gadis itu adalah Zhilan dari sekte Bulan bintang yang sekarang tinggal dikuil Bintang atas permintaan ketua Sekte Bulan bintang kepada tabib Zhang
“paman Han” panggil gadis itu kepada seorang laki- laki yang sedang berjalan.
Laki- laki itupun menoleh kepadanya, laki- laki itu adalah Han Shio paman dari Chiao feng yang beberapa tahun lalu terkena Racun sekte Ular hitam. Kondisinya sudah lebih baik bahkan telah menjadi pendekar hitam tingkat satu. Penguasaan ilmu pedangnya juga sudah cukup baik.
__ADS_1
“paman mau kemana?, tidak biasanya paman membawa barang yang banyak seperti ini” zhilan bertanya sambil tersenyum ramah
Zhilan memang terlihat sangat manja, karena dikuil bintang dia sangat dikagumi oleh murid- murid junior maupun senior.
‘paman diminta oleh kakek guru membawa barang- barang dari gudang, katanya ada barang yang harus diperbaiki” jawab han Shiao
“oh ya paman, sini aku bantuin” Zhilan menawarkan membawa sebagian barang
Han Shiao Cuma tersenyum, mereka berjalan menuju ruangan kakek guru yang berada di gedung tengah.
Beberapa kali mereka bertemu dengan murid- murid kuil bintang dan menyapa mereka.
**
Sesampainya diruangan kakek guru, Han shiao dan zhilan meletakkan barang- barang yang dibawa. Kakek guru telah menunggu, sambil memberi hormat Han Shiao berkata pelan” guru semua barang telah saya letakkan disini”
__ADS_1
Kakek guru hanya mengangguk pelan. “Kalian boleh pergi” kakek guru mempersilahkan Han Shiao dan Zhilan meninggalkannya
Han shiao dan Zhilan beranjak mundur dan meninggalkan kakek guru.
Kakek guru memeriksa beberapa barang dan menemukan sebuah barang berbentuk susunan balok kayu kecil seperti puzzle. Kakek guru mengambilnya dan menyusunnya dengan beberapa petunjuk formasi bintang
Kakek guru menggeleng kepala” pasukan iblis sudah mulai bergerak, pintu dimensi sudah mulai terbuka’ pikirnya dalam hati
“siapa kelak yang mampu menghadapi bencana ini, jkalau seluruh aliran putih bersatu apakah mampu melewatinya” kakek guru masih menggelengkan kepalanya
“Aku harus mengingatkan seluruh aliran putih” batinnya
Kakek guru memutuskan untuk pergi menemui para tokoh- tokoh aliran putih dan mempersiapkan diri melawan pasukan iblis. Ditemani dua orang murid senior, satu orang dengan postur yang agak jangkung bernama Chen Zhen, satu orang lagi agak gemuk bernama Chin hong.
Mereka akan memulai perjalanan besok pagi. Seluruh perbekalan disiapkan oleh bagian administrasi sekte. Perjalanan akan dimulai dengan mengunjungi sekte Merpati putih di gunung bunga raflesia.
__ADS_1