
Ch 40. Penjara Bawah Tanah
Didalam ruang gelap itu terlihat obor yang menyala menerangi dikanan dan kiri lorong, hal ini menandakan bahwa ada orang yang masuk kedalam belum lama ini. semakin jauh lorong itupun menjadi lebih kecil hanya berukuran satu meter saja. Jarak antara satu obor dengan yang lain juga semakin jauh sehingga jalan terlihat remang – remang.
Beberapa menit berjalan Chiao feng menemukan dua lorong, satu menuju kerah kiri dan satu menuju kearah kanan. Sejenak Chiao feng berfikir untuk mengambil jalan mana yang akan dilaluinya
“jangan – jangan ini ada jebakan” fikir Chiao feng
Chiao feng memutuskan mengambil jalan sebelah kiri, lalu mulai melangkah pelan. Tidak ada suara yang terdengar melainkan hanya derap langkah pelan dari kakinya saja.
Lorong gelap yang berliku –liku menunjukkan ruangan itu adalah sebuah labirin.menyadari hal ini Chiao feng memusatkan Qi ketelapak tangannya dan membuat tanda telapak disetiap persimpangan. Chiao feng terus menyusuri lorong gelap itu dengan sebuah pelita di tangan kirinya, jalan yang dia tempuh terasa terus menurun hingga akhirnya sampai disebuah dinding batu.
__ADS_1
Merasa jalan didepannya adalah jalan buntu, Chiao feng berniat untuk kembali, begitu berbalik Chiao feng melihat jalan dibelakangnya telah tertutup tembol pula.
Chiao feng merasa ini adalah sebuah jebakan rahasia, kemudian ia mengeluarkan pedang kehidupan dari cincin dimensi, sinar hijau muncul dari pedang kehidupan menerangi tempat disekelilingnya, Chiao feng mengalirkan Qi dan menebaskan pedang kehidupan kedinding batu didepannya. Berulang kali pedang itu membentur dinding batu itu hingga dinding batu tebal itu pun hancur dan terlihat sebuah ruangan besar.
Suasana dalam ruangan itu begitu gelap karena tidak ada obor. Dengan cahaya hijau dari pedangnya Chiao feng melihat ada beberapa penjara yang tertutup dengan pintu –pintu besi yang diikat dengan rantai besar. Chiao feng masuk kedalam ruangan karena dinding batu dibelakangnya terus mendekat. Satu persatu penjara – penjara itupun diperiksanya, hanya ada sebuah lubang kecil berukuran panjang tiga puluh sentimeter dan lebar lima belas sentimeter untuk tempat mengambil makanan. Chiao feng memasukkan pedangnya kepenjara pertama , terlihat tulang belulang yang diikat rantai, dia menduga orang yang ada didalamnya telah mati beberapa tahun yang lalu. Chiao feng terus menerus memeriksa hingga enam penjara, yang dia lihat sama dengan penjara pertama . penjara ketujuh dia ihat kosong tidak berisi. Chiao feng berfikir kalau hanya enam penjara tadi yang berisi. Chiao feng memeriksa penjara kedelapan, dia melihat seseorang yang sudah tua tergelatak dilantai.
Chiao feng mengalirkan Qi kepedang kehidupan sehingga pedang itu semakin bersinar, ‘trang trang trang” Chiao feng memotong rantai baja yang mengikat pintu penjara itu. Beberapa kali Chiao feng menebas membuat rantai itupun terpotong menjadi dua bagian.. Chiao feng membuka pintu dan memeriksa orang tua itu, “dia masih hidup” gumamnya pelan .
“brengsek keluarkan aku, Broody Kau akan menerima pembalasanku” Chiao feng mendengar suara yang terdengar parau dari salah satu ruang penjara lainnya memaki Broody.
Chiao feng mendekat kepintu penjara dan mengintip kedalam terlihat seseorang yang tergeletak dilantai tapi masih sadar.
__ADS_1
‘Broody, kau fikir kau bisa terus mengurungku disini, kau dan seluruh orang – orangmu akan mendapat hukuman dari Raja Mastrada” suara orang itu semakin serak terdengar.
Chiao feng teringat ucapan Brown bahwa Walikota dikurung diruang bawah tanah markas Asosiasi Crocklyn.
Dengan suara yang jelas Chiao feng mejawab “tuan Walikota, aku bukan Broody. Aku datang untuk mengeluarkan anda dari penjara ini” kembali Chiao feng menebas rantai pengunci pintu baja itu dan terpotong – terpotong lalu meletakkan orang tua yang ada dibahunya tergeletak dilantai.
Chiao feng masuk dan memotong rantai yang membelenggu tangan dan kaki Walikota itu. Tubuh walikota itu dipapah keluar dari penjara. Chiao feng lalu mengangkat tubuh keduanya masing –masing disebelah tangannya dan memikul mereka untuk mengeluarkan mereka dari penjara bawah taah itu.
Mereka mencoba mencari jalan keluar dan hanya menemukan sebuah lorong kecil yang muat untuk satu orang. Tanpa menunggu lebih lama Chiao feng melewatinya dengan memiringkan tubuhnya. Dua ratus meter kemudian mereka sampai dilorong yang lebih luas, dengan bantuan pedang kehidupan jalan begitu jelas terlihat walaupun diterangi sinar berwarna hijau.
Chiao feng terus membawa keduanya hingga kemudian sampai di labirin yang membuat bingung. Chiao feng mencoba mencari tanda yang dia buat didinding ketika memasuki ruangan. Tapi sama sekali tidak bisa menemukannya.
__ADS_1
“orang tua yang berada dibahu Chiao feng terbatuk batuk beberapa kali. Chiao feng kemudian meletakkan keduanya dan mengalirkan Qi ketubuh mereka.