
Ch 5. Racun Sekte Ular Hitam
Sudah delapan hari Chiao feng dan Pamannya melakukan perjalanan keluar dari lembah gunung angin, selama perjalanan mereka mengumpulkan berbagai tanaman yang bisa dijadikan sumber daya yang bisa meningkatkan kemampuan, sebagian bisa digunakan sendiri dan sebagian lain untuk dijual.
“paman, sepertinya didepan sedang terjadi pertempuran” ucap Chiao feng
Mereka berhenti dan menunggu, tapi tiba- tiba seseorang berlari kearah mereka disusul beberapa orang bersenjata. Dan berhenti didekat mereka.
“hahahaha, Mau kemana kau orang tua ?” teriak salah seorang yang bersenjata
“Serahkan semua uang yang kau punya beserta barang-barangmu” teriak yang lain pula
“tolong aku anak muda, mereka prajurit merah ingin merampokku” pinta orang tua tersebut kepada Han Shiao dan chiao feng
Prajurit merah adalah kawanan perampok yang sangat sadis, mereka tidak segan-segan menghabisi siapa saja, yang membuat mereka terkenal bukan karena anggotanya pendekar hebat melainkan karena jumlah mereka yang sangat banyak dan tersebar disetiap tempat, pimpinan prajurit mereh ini adalah Xixieun atau yang terkenal dengan sebutan tikus iblis, dia memiliki kemampuan pendekar hitam tingkat 8 dan memiliki anggota empat ribu orang.
‘jangan ikut campur bocah, kalau tidak ingin kepalamu hilang dari tempatnya, hahahaha’ “ ejek salah seorang dari prajurit merah
Han Shiao coba mengamati pergerakan mereka, “mereka bukan pendekar tapi dengan jumlah lima orang sekaligus aku tidak mungkin bisa melawan mereka” ucap Han Shiao dalam hati
Han Shiao menarik pedangnya, sementara chiao feng menarik sebilah pisau dari pinggangnya. Para prajurit merah langsung menyerang Han Shiao, orang tua yang mereka tolong juga ikut mengambil sebatang kayu yang cukup panjang.
__ADS_1
Perkelahianpun terjadi dengan sengit, beberapa jurus dilancarkan, han Shiao menebaskan pedangnya dan mengenai kepala seorang prajurit merah, darah langsung mengucur deras dan perampok itupun jatuh ketanah dan akhirnya mati.
Teman temannya melihat hal itu, menyerang dengan lebih brutal, han shiaoterkena beberapa sabetan pedang yang tidak terlalu serius, orang tua yang mereka tolong juga mengalami hal yang sama. Prajurit merah satu lagi terjatuh terkena pukulan batang kayu yang dilayangkan orang tua tersebut, beberapa kali kepalanya dipukul sehingga kepalanya pecah dengan darah yang terkucur kemana- mana.
Melihat dua temannya telah mati, tiga anggota prajurit merah merasa ketakutan dan cemas, salah satu anggota prajurit merah mengeluarkan jarum beracun dan melemparnya kearah Chiao feng tapi Han Shiao menghadangnya dengan punggungnya sehingga dia terkena jarum beracun itu.
Para prajurit merah yang menyaksikan langsung melarikan diri meninggalkan mereka.
Han Shiao terjatuh, Chiao feng melihat han Shiao langsung mendekat dan mengangkat kepala Han Shiao, orang tua yang mereka tolong juga ikut mendekat dan membantu.
Wajah dan bibir han Shiao terlihat pucat tidak berdarah dan Han Shiao sudah tidak sadarkan diri.
“ini Racun yang berasal dari sekte ular hitam, dari mana mereka mendapatkannya” ucap orang tua tersebut.
**
Tidak berapa lama orang tua itu datang dengan dua orang lainnya dan langsung mengangkat Tubuh Han Shio yang sudah semakin lemas. Mereka membawanya kepenginapan, sementara orang tua tersebut memanggil tabib yang ada didaerah itu untuk memeriksa kondisi Han Shiao.
Setelah memeriksa kondisi han Shiao, tabib itu menggeleng “ mungkin kita tidak akan bisa menyelamatkan nyawanya” ucap tabib itu kepada orang tua yang memanggilnya
“Tolong tuan selamatkan paman saya” rengek Chiao feng
__ADS_1
“tolonglah tuan usahakan, aku akan membayar berapapun yang tuan minta” ujar orang tua itu
“baiklah, aku akan memberikan obat penawar, kalian harus membawanya kekota, siapa tau ada obat penawar yang bisa mengatasi racun ini, obat yang kuberikan hanya menahan penyebaran racun ini sementara tapi tidak bisa menghilangkannya” kata tabib itu
“tapi sepertinya agak sulit menyembuhkannya karena racun sudah menjalar keseluruh tubuhnya” sambungnya pula
Setelah memberikan obat, tabib itupun pergi. Orang tua itupun mendekat kepada Chiao feng
‘Anak muda, nkita belum sempat berkenalan, perkenalkan nama saya Lixi Wei, saya seorang pedagang tapi barang dagangan saya sudah diambil oleh prajurit merah yang menyerang kita tadi” ucap orang tua tadi
“siaa nama mu nak.?” Tanya Lixi Wei
“nama saya Chiao feng paman” jawabnya
“kalian mau kemana” tanyanya pada Chiao feng
“kami mau kelembah kupu- kupu” jawab Chiao feng
“oh, Apakah kalian mau ke perguruan Harimau api.?” Tanya Lixi Wei
“iya paman” jawan Chiao feng singkat
__ADS_1
Tidak banyak obrolan yang terjadi diantara mereka, karena perasaan canggung dan situasi yang kurang bersahabat apalagi melihat konsisi Han Shiao yang sangat memprihatinkan.
**