PAHLAWAN GUNUNG ANGIN

PAHLAWAN GUNUNG ANGIN
Ch 19. Dipilih Pusaka


__ADS_3

Ch 19. Dipilih Pusaka


 


Senior Yang jian menghampiri Chiao feng yang sedang melakukan latihan dipuncak gunung. Energi disekitar Chiao feng  bergerak kearah tubuhnya yang sedang mengembangkan iImu menghisap bintang dan ilmu perubahan energi. Kondisi seperti ini bagi seorang yang masih berada pada tingkat pendekar hijau akan sangat berbahaya karena bisa mengalami kehilangan kesadaran disebabkan hilangnya sebagian energi alam yang menopang kehidupan, tapi hal ini tidak berdampak kepada Senior Yang Jian.


Senior Yang jian memperhatikan dan mengukur kemampuan Chiao feng. “anak ini sudah memiliki dua ribu lingkaran tenaga dalam, kekuatan tulangnya sudah sampai pada tahap tulang baja, ilmu yang dia kembangkan juga sudah mendekati sempurna, dia hanya membutuhkan pengalaman bertarung ” batinnya


Chiao feng menyudahi latihannya dan membuka mata, terlihat senior Yang Jian sedang duduk memperhatikannya, “maaf senior, aku tidak tahu senior datang” sapa Chiao feng


“tidak apa-apa” jawab Yang Jian sambil tersenyum


“kau telah berlatih ditempat ini selama lebih dari tiga tahun, ilmu yang kau miliki juga sudah cukup hebat, dan yang kau butuhkan sekarang adalah pengalaman, karena sehebat apapun ilmu yang kau miliki tanpa pengalaman yang cukup maka itu tidak akan terlalu berguna. Besok pergilah  kelembah utara, kumpulkan sebanyak  mungkin batu permata Demonic Beast yang kau  bisa, tingkatkan kemampuan bertarungmu, bawalah cincin ini sebagai tempat menyimpan apa saja yang ingin kau bawa”, ucap Senior Yang Jian Sambil mengambil dan menyerahkan sebuah Cincin


“Cincin ini dinamakan dengan cincin dimensi, kau bisa memasukkan apa saja kedalamnya asalkan bukan sesuatu yang bernyawa, dimensi cincin ini memiliki waktu yang tetap sehingga apa yang kita simpan tidak akan mengalami perubahan”. Senior Yang Jian menjelaskan


“sekarang teteskan darahmu kemata cincin itu dan cobalah menggunakannya” lanjut Senior Yang Jian


Chiao feng melakukan apa yang diucapkan Yang Jian, satu tetes darah Chiao feng menetes dimata Cincin dimensi, darah itu terhisap menghilang.

__ADS_1


Senior Yang Jian mengeluarkan Tanduk Kijang yang  pernah dibunuh oleh Chiao feng. “ini adalah tanduk Kijang demonic Beast, bisa kau gunakan sebagai perisai pelindung karena mampu menghisap energi lawanmu, sekarang coba kau simpan kedalam Cincin dimensimu” perintah Senior Yang Jian


Chiao feng mengibaskan tangannya dan seketika tanduk kijang itupun menghilang.


“sekarang mari kita kembali kerumah’ ajak senior Yang Jian sambil melangkahkan kaki


**


Beberapa waktu kemudian mereka Sampai diruang utama,  senior yang Jian mengajak Chiao feng kesebuah ruangan dari pintu yang berwarna hitam. Chiao feng ingat bahwa ia pernah masuk kedalam ruangan tersebut, isinya adalah senjata dan kumpulan buku- buku.


Sambil berjalan senior Yang Jian meminta Chiao feng memilih salah satu senjata, “ semua ini adalah senjata- senjata pusaka, kau boleh memilih senjata mana yang paling cocok denganmu” senior yang jian mempersilahkan,


Chiao feng menutup mata dan mencoba merasakan energi senjata yang cocok dengannya, ketika dia membuka mata dia melihat beberapa orang didalam ruangan tersebut, ada yang berbentuk seperti manusia biasa, ada yang seperti anak kecil, ada yang seperti orang yang sudah sepuh, ada yang seperti laki- laki yang tinggi besar berotot, ada yang tersenyum kepadanya dan ada pula yang mendengus kesal.  Chiao feng kembali menutup matanya  beberapa saat dan membuka matanya kembali dan keadaan menjadi normal tidak ada seorangpun kecuali senior Yang Jian diruangan itu


Terdengar suara ditelinga Chiao feng memanggil- manggil namanya, suara seorang perempuan yang terdengar lembut dari arah luar ruangan.


“senior, tadi aku melihat beberpa orang hadir diruangan ini dan sekarang sepertinya ada yang memanggil namaku dari arah luar ruangan” chiao feng menyampaikan kepada Senior Yang Jian.


“mereka itu adalah makhluk yang mendiami setiap pusaka – pusaka ini” Senior Yang Jian menanggapi rasa penasaran Chiao Feng.

__ADS_1


 “tapi suara itu masih terdengar jelas senior.!” Seru chiao feng


Chiao feng berjalan kearah luar ruangan diikuti oleh Senior Yang Jian, setelah sampai diruangan utama suara yang didengar Chiao feng semakin jelas dan bersumber dari dalam kamarnya.


“suaranya dari dalam kamarku senior” Ucap Chiao feng


“ayo, mari kita lihat “ jawab Yang Jian


Mereka membuka pintu kamar Chiao feng, tapi tidak terlihat siapapun didalam.


‘mungkin sarung pedang itu yang memanggilmu, coba kau ambil” ucap Senior Yang Jian


Chiao feng dengan sedikit rasa takut karena pernah memiliki pengalaman tersetrum oleh benda itu beberapa tahun lalu. Chiao feng mendekat dan menyentuh sarung pedang itu, seketika kamar tempatnya berubah menjadi sebuah taman indah, terlihat oleh Chiao feng  seorang wanita muda sedang tersenyum kearahnya.


Chiao feng masih diam tak bergeming, wanita muda itu mendekatinya ‘aku yang memanggilmu “ ucapnya ramah


“namaku Zhiwei, aku adalah sarung pedang dewa petir, dan pedang yang tertancap dipuncak tebing adalah kekasihku,  dengan bantuanku hanya kau yang bisa mencabutnya” lanjut wanita muda itu


Selesai wanita itu berucap chiao feng masih terihat bingung, dan dimensi kemudian berubah kembali kekeadaan normal. Chiao feng mengambil sarung pedang itu dan merasakan energi yang kuat dari dalamnya.

__ADS_1


__ADS_2